Jodoh Emily

Jodoh Emily
MENGKHAWATIRKAN


__ADS_3

Biiiiiiiiim!


Suara klakson sialan dari mobil Pak Gak Selera itu benar-benar membuat Emily nyaris jantungan.


"Kalau jalan jangan melamun, Em!" Tegur Galen setelah membuka kaca jendela mobilnya.


"Saya nggak melamun, kok, Pak! Mobil Bapak aja yang nggak punya mata!" Jawab Emily bersungut-sungut seraya berjalan ke sisi pinggir dan memberi jalan pada mobil silver sialan milik Galen tersebut.


Perasaan tadi Emily jalannya sudah di pinggir, kok bisa pindah ke tengah secara tiba-tiba, ya?


Apa gara-gara Emily berada di mode melamun setelah turun dari mobil ayah Satria?


"Rambut diikat kalau kerja! Dan jangan melamun lain kali!" Galen yang sudah turun dari mobilnya, menghampiri Emily dan mengulurkan segelas kopi dengan merk salah satu kedai kopi yang cukup ternama pada Emily.


"Maaf, saya nggak minum kopi, Pak! Saya minumnya susu atau jus buah!" Ujar Emily menolak kopi Galen.


"Bawa!" Perintah Galen memaksa.


"Nggak, ah! Mau buat apa? Orang saya nggak minum kopi!" Emily menolak sekali lagi.


"Bawa saja!" Paksa Galen yang kini sudah merangkulkan lengannya pada Emily.


Eh!


Eh!


Ini apa maksudnya?


"Pak! Tolong jaga jarak, ya!" Gertak Emily galak.


Galen tampak melihat ke satu arah dan memasang raut wajah kesal sebelum bicara pada Emily.


"Kau baru saja menggagalkan semua rencanaku!" Gerutu Galen yang langsung meninggalkan Emily begitu saja membawa dua kopi yang tadi sempat diberikan pada Emily.


Lah!


Nggak kembung itu pak manajer minum dua gelas kopi ukuran large?

__ADS_1


Emily menoleh ke arah dimana Pak Galen melihat tadi untuk memastikan ada apa sebenarnya.


Ada seorang pemuda yang sudah berbalik dan meninggalkan lokasi yanag membuat Galen kesal. Sepertinya itu Alvin.


Tapi apa maksudnya coba, Galen tadi rangkul-rangkul Emily?


Mau membuat Alvin cemburu gitu?


Etdah!


Kenapa Emily jadi terjebak di lingkaran per-maho-an antara Pak Galen dan Alvin, sih?


Amit-amit!


Amit-amit!


"Em!" Tepukan dari Faisal nyaris membuat Emily jantungan untuk kedua kalinya.


Nggak atasan nggak teman semuanya resek dan gemar membuat orang jantungan.


"Kalau nyapa itu nggak bisa pelan apa? Bikin orang jantungan aja!" Cerocos Emily merasa kesal. Dan Faisal hanya tertawa terbahak-bahak tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Memang menyebalkan teman Emily yang satu ini!


"Mana pacar kamu? Nggak kamu jemput?" Tanya Emily kepo karena tidak melihat Irma di dekat Faisal.


"Aku jemput, kok! Itu masih bisnis make up sama anak-anak marketing," Faisal menunjuk ke arah Irma yang sedang mengobrol dengan karyawan dari bagian marketing sepertinya sedang transaksi sesuatu.


Tak berselang lama, Irma sudah menyusul Faisal dan Emily seraya memamerkan sebuah lipstik baru.


"Kamu nggak pengen, Em?" Tanya Irma sedikit menggoda Emily.


"Nggak! Nggak bikin kenyang juga, ngapain coba beli kayak gitu?" Jawab Emily acuh.


"Buat godain Pak Galen, Em! Kali aja Pak Galen kesengsrm lihat kamu dandan dan berhenti jadi maho," Faisal terkekeh dan ikut-ikutan menggoda Emily.


Emily hanya berdecak dan enggan menanggapi. Emily masih memikirkan kata-kata Bunda tadi malam yang membuat Emily terus saja melamun sejak baru tiba di kantor tadi. Sampai Emily mendapat klakson panjang dari Pak Galen. Sampai Emily nyaris jantungan saat di sapa oleh Faisal tadi.

__ADS_1


Apa wajah Emily terlihat mengenaskan selama dua bulan ini, hingga Bunda niat sekali hendak mencarikan jodoh untuk Emily agar Emily bisa secepatnya move on dari Sean?


Heloow!


Emily sudah move on, kok!


Kenapa tidak ada satupun orang yang percaya pada Emily?


Haruskah Emily mencari pacar baru agar semua orang percaya kalau Emily benar-benar sudah move on?


Tapi cari di mana coba?


Emily bahkan tidak punya teman laki-laki yang dekat dengannya selain Faisal. Sedangkan Faisal bukanlah selera Emily dan Faisal juga adalah pacar Irma.


Hhh!


Kenapa ini rumit sekali!


"Em!" Tepukan Irma membuyarkan lamunan Emily.


"Apa?"


"Itu!" Irma menunjuk ke arah Galen yang berdiri bersedekap dan menatap tidak senang ke arah Emily.


"Ikut ke ruangan saya!" Perintah Galen memberi kode pada Emily agar mengikuti langkahnya.


Emily hanya mencibir dan mau tak mau akhirnya mengikuti langkah manajer resek itu ke ruangannya.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

__ADS_1


__ADS_2