
Emily mengambil roti tawar di atas meja makan dan mengoleskan selai coklat ke atas roti tersebut, lalu menangkupnya dengan roti satu lagi sebelum menggigitnya perlahan.
"Masih mual?" Tanya Galen seraya meletakkan segelas susu coklat ke hadapan Emily.
"Jauh-jauh! Bau kamu itu yang bikin mual!" Jaeab Emily seraya mengibaskan tangannya ke arah Galen.
"Ck! Itu bawaan ngidam atau kamu mengada-ada, sih, Yang?" Tanya Galen bingung.
Sudah sepekan sejak drama kamar berbau parfum dan Emily sepertinya masih alergi dengan bau badan Galen yang bercampur sabun atau parfum. Galen terpaksa mandi tanpa memakai sabun setiap pulang kerja agar Emily tak menjauhinya dan tetap mau tidur di pelukannya.
Lama-lama Galen bisa panuan kalau harus begini selama sembilan bulan.
"Udah dibilang itu bawaan bayi! Ngapain juga aku mengada-ada?" Cebik Emily seraya menggigit roti coklatnya. Namun baru habis separuh, Emily meletakkan roti coklatnya, karena perutnya terasa penuh dan mual sekarang.
"Habiskan susunya, Sayang!" Ucap Galen yang juga sudah mulai menggigit rotinya. Galen biasanya memang sarapan dua tumpuk roti setiap pagi, dan sesaat hal itu membuat Emily sedikit sebal.
"Yang, kamu bisa empati dikit nggak sama aku?" Ujar Emily yang semakin sebal saat melihat Galen menggigit rotinya dengan ekspresi begitu menikmati. Sedangkan Emily makan roti saja langsung mual.
Tidak adil sekali!
"Empati bagaimana? Kamu mau roti aku?" Galen menyodorkan rotinya ke arah Emily namun Emily menolaknya dengan cepat.
__ADS_1
"Aku cuma bisa makan setengah potong roti. Jadi seharusnya kamu makan roti sisa aku dan jangan makan banyak roti begitu!" Ujar Emily seraya merengut pada Galen.
"Yang nyuruh kamu makan roti setengah potong siapa memang? Kamu mau makan satu plastik juga nggak ada yang nglarang, Yang!" Jawab Galen yang kembali mengambil roti lagi, mengoleskan selai, lalu menggigitnya dengan lahap.
Dasar tukang makan!
"Aku mual kalau makan banyak-banyak! Jadi sebagai suami yang baik seharusnya kamu juga makan sedikit sesuai dengan porsi makanku! Yang bikin aku hamil dan mual-mual gini kan kamu!" Cerocos Emily semakin merengut dan ekspresi wajah yang memelas.
"Aku mana kenyang makan setengah potong roti, Sayang! Nanti aku nggak fokus kerja kalau perutku keroncongan," protes Galen merasa keberatan dengan permintaan Emily.
"Aku bisa kenyang, ya harusnya kamu juga bisa, dong! Katanya kamu sayang saja aku?" Emily bangkit dari duduknya dan menyambar tasnya dengan kasar.
"Udah! Aku ke kantor naik taksi aja! Kamu emang nggak pernah peduli sama aku!" Gerutu Emily dengan nada lebay se-lebay - lebaynya yang benar-benar membuat Galen ingin menjambak rambutnya sendiri.
Ini hanya masalah sepele dan kenapa Emily membesarkannya dengan lebay begini?
"Sayang! Jangan ngambek gitu, dong! Besok aku sarapannya roti setengah potong juga kayak kamu. Hari ini anggap aja aku lagi khilaf. Maafin aku, ya!" Galen menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan memohon ampun pada Emily.
"Besok aku nggak mau sarapan roti coklat! Aku mau sarapan ayam katsu!" Sergah Emily dengan nada bersungut-sungut.
"Baiklah, besok pagi aku masakin ayam katsu, nanti aku makan sisa kamu aja bagaimana?" Bujuk Galen yang sedang mencoba untuk merayu Emily agar istrinya tersebut berhenti merajuk.
__ADS_1
"Kamu makan salad sayurnya saja! Ayamnya buat aku semua!" Sahut Emily yang sontak membuat Galen mengusap kasar wajahnya sendiri.
Ribet banget sih orang ngidam!
"Baiklah, terserah kamu aja maunya gimana, Sayang! Aku nurut aku pasrah! Tapi berhebti ngambek dan ke kantornya bareng aku, ya!" Bujuk Gaen dengan ekspresi wajah lebay yang malah membuat Emily terkikik.
"Pasrah! Dikira aku mau memperkosa kamu, Yang!" Celetuk Emily yang hanya membuat Galen tertawa kecil.
"Udah ayo ke kantor! Keburu kesiangan nanti!" Ajak Emily yang sudah berjalan di depan Galen.
Dan Galen yang setia mengekor di belakang istrinya yangbtebgah hamil muda tersebut.
Sedikit gemas sebenarnya Galen pada istrinya itu. Andai bisa dipercepat, Gaprn bakalan mempercepat kehamilan Emily biar nggak semakin ribet menghadapi ngidamnya. Kalau perlu besok lahiran juga nggak masalah.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.