Jodoh Emily

Jodoh Emily
GE-ER


__ADS_3

Mobil silver milik Galen sudah melaju meninggalkan Arthur Company.


Galen masih tak berhenti memasang senyuman tipis sejak keluar dari ruangan Abang Kyle tadi. Emily juga tidak tahu pria itu sedang kenapa.


Mungkin kesambet?


Atau lupa minum obat?


Galen berdehem ringan sepertinya hendak memulai obrolan.


"Jadi, Abang Kyle itu siapamu? Mantan calon abang iparmu?" Tanya Galen kepo.


Mantan calon abang ipar?


Masih calon udah jadi mantan.


Mengenaskan sekali!


"Abang Kyle itu ya Abangku! Mana ada mantan calon abang ipar?" Jawab Emily bersungut-sungut.


Cih!


Sok-sokan bersungut dan jual mahal lagi.


Padahal tadi sudah jelas-jelas mengaku kalau sudah jatuh cinta pada Galen.


Sekarang pasti mau berkelit lagi.


"Bukannya Abang Kyle itu abangnya Sean. Bagaimana ceritanya bisa menjadi abangmu juga?" Tanya Galen bingung.


"Iya bisalah!"


"Abang Sean itu kan saudara satu ibu sama Sean. Kalau sama aku, abang Kyle itu saudara satu ayah. Dulu Aunty Bi menikah dengan Ayah, lalu mereka punya anak abang Kyle, trus mereka pisah."

__ADS_1


Emily menjeda ceritanya sejenak.


"Lalu Aunty Bi menikah dengan Uncle Nick, lahirlah Sean. Dan Ayah menikah dengan Bunda, lalu lahirlah Emily. Paham?" Emily menatap pada Galen dengan ekspresi wajah lebay.


"Berarti sebenarnya kamu dan Sean itu masih saudara. Lalu kenapa dulu pacaran dan mau menikah-"


"Kami bukan saudara!" Bantah Emily memotong pernyataan Galen.


"Saudara darimananya coba?" Gumam Emily lagi seraya berdecak berulang kali.


"Ya kan kalian sama-sama adiknya Abang Kyle. Masa iya pacaran trus mau nikah. Nanti adiknya abang Kyle jadi adik ipar begitu? Membingungkan!" Jawab Galen ikut-ikutan berdecak.


"Ish! Aku dan Sean itu bukan saudara! Ayah dan Bunda kami saja berbeda dan nggak ada hubungan darah! Jadi saudara darimananya coba? Kami cuma sama-sama adiknya Abang Kyle! Udah gitu aja!" Cerocos Emily bersungut-sungut bersamaan dengan mobil Galen yang sudah tiba di halaman parkir kantor penerbitan.


"Iya, iya, aku paham! Berhenti merengut dan bersungut-sungut begitu!" Galen mencubit gemas bibir Emily yag masih merengut.


"Apa sih! Lepas!" Emily memaksa tangan Galen untuk menyingkir dari bibirnya.


"Galen, ih!" Emily memukul-mukul lengan besar Galen, meminta pria itu berhenti mencubit - cubit wajahnya.


"Bilang dulu yang jujur!" Ujar Galen mengajukan syarat.


"Bilang apa?" Tanya Emily tak paham.


"Yang tadi kamu katakan di kantor Abang Kyle!"


"Yang mana?" Emily pura-pura lupa dan tak paham.


"Yang tadi!"


"Yang tadi yang mana? Udah, ah! Aku mau turun." Emily sudan melepaskan sabuk pengamannya dan bersiap turun saat tiba-tiba Galen menarik tangan Emily dan membawa tubuh gadis itu mendekat ke arahnya.


"I love you too, Emily!" bisik Galen yang wajahnya sudah sangat dekat dengan wajah Emily.

__ADS_1


Wangi maskulin khas Galen menyeruak memenuhi indera penciuman Emily.


Wangi yang setiap malam Emily hirup dari jaket Galen tempo hari yang sengaja belum Emily cuci hingga hari ini.


Emily menelan salivanya dengan susah payah, menunggu adegan selanjutnya yang akan terjadi antar dirinya dan Galen. Mungkin sebaiknya Emily memejamkan mata seperti adegan di film-film romantis yang sering Emily tonton itu.


Duh, jadi nggak sabar ngrasain bibir hangatnya Galen lagi.


"Masuk sana! Jam istirahat sudah habis!" Bisik Galen lagi yang sudah melepaskan cengkeramannya pada tubuh Emily.


Pria itu membuka pintu mobil dan keluar begitu saja meninggalkan Emily yang hanya mematung seperti orang bodoh.


Mana adegan ciumannya?


Nggak jadi?


Dan sekarang Galen malah meninggalkan Emily?


Ish! Menyebalkan!


Emily memukul-mukul dashboard mobil karena sebal. Gadis itu menyusul Galen keluar dari mobil masih dengan bibir yang merengut dan kaki yang menghentak-hentak karena kesal.


Dasar Galendra Biantara menyebalkan!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

__ADS_1


__ADS_2