Jodoh Emily

Jodoh Emily
SUSU


__ADS_3

Galen meninggalkan tiga buah kelapa dengan tandannya di ruang tamu dan pria itu bergegas menuju ke dapur untuk membuatkan Emily susu coklat. Saat sedang mengaduk susu coklat untuk Emily, Galen mencicipinya sedikit.


"Enak juga ternyata. Kok aku baru tahu," gumam Galen yang tak berhenti menyendoki susu coklat untuk Emily sambil terus mengaduknya.


"Halah, nanggung! Minum segelas nggak masalah kan?" Galen meneguk segelas susu yang seharusnya untuk Emily tersebut, lalu mengambil gelas baru dan menbuatkan yang baru untuk Emily. Namun lagi-lagi aroma coklat yang menguar dari susu hangat tersebut membuat Galen tergoda dan kembali mencicipinya sedikit-sedikit.


Galen sebelumnya kurang suka denagn susu terutama yang susu coklat. Satu-satunya susu favorit Galen mungkin hanyalah susu Emily yang belum ada airnya. Namun kenapa malam ini Galen tak pernah mau berhenti meminum minuman favorit Emily ini?


"Minum lagi, ah," gumam Galen yang kembali meneguk susu di gelas kedua hingga tandas. Pria itu bersendawa setelahnya.


Galen mengambil gelas baru dan kembali membuat susu untuk Emily. Namun saat melihat bubuk susu coklat di dalam toples, Galen lagi-lagi merasa tergoda. Kalau minumnya setelah diseduh, Galen bisa kembung. Tapi kalau nyemilinnya bentuk bubuk begini sepertinya sama enaknya dan yang pasti tidak membuat kembung.


Galen mengambil satu sendok dan mulai menyendoki bubuk susu coklat dari dalam toples. Pria itu sampai merem-merem menikmati bubuk susu coklat dari dalam toples.


"Yang, kok lama? Kamu ngapain, sih?" Tanya Emily yang sudah menyusul Galen masuk ke dapur.


Emily langsung bisa melihat dua gelas bekas susu yang sudah kosong di hadapan Galen, lalu ada satu gelas susu yang masih utuh, serta Galen yang sedang sibuk menyendoki bubuk susu dari dalam toples.


"Kok kamu makanin susu aku, Yang?" Tanya Emily yang langsung merebut toples susunya dari tangan Galen.


"Balikin, Em! Mau aku habisin itu. Enak banget,"pinta Galen seraya berusaha merebut toples susu dari tangan Emily.


"Itu dua gelas tadi kamu minum juga?" Emily menunjuk ke arah dua gelas bekas susu yang sudah kosong.


"Kan kamu udah aku bikinin segelas. Jadi balikin itu toplesnya!" Pinta Galen sekali lagi.


"Ish! Ini susu buat ibu hamil, Yang! Emangnya kamu hamil? Kenapa nyemilin susu aku, sih?" Cecar Emily yang sontak membuat Galen melongo.


"Bukannya itu susu coklat yang biasanya dibeli Mom buat kamu itu?" Tanya Galen bingung.


"Udah diganti jadi susu hamil sama Mom. Rasanya memang sama-sama coklat. Tapi yang ini susu buat ibu hamil!" Jelas Emily yang langsung membuat Galen mengerjap-ngerjapkan matanya tak percaya. Bulu mata Galen yang bergoyang-goyang membuat Emily terkikik gemas.


Biasanya yang suka mengerjap-ngerjapkan mata saat kaget kan Emily.


Kok Galen jadi ketularan sekarang.


"Tapi susu hamil kamu enak, Yang! Bikin ketagihan," Galen kembali merebut toples susu dari tangan Emily. Dan kali ini berhasil.

__ADS_1


"Nanti kamu hamil lho, Yang! Kalau nyemilin bubuk susu ibu hamil begitu," kikik Emily menakut-nakuti Galen.


"Mana ada! Teori ngawur itu! Pria nggak mungkin bisa hamil, kecuali transgender," bantah Galen seraya berdecak.


"Udah jangan dihabisin susu aku! Katanya nggak doyan sama susu! Dua gelas habis sendiri, masih ditambah nyemilin bubuk susunya juga!" Cibir Emily yang hanya dijawab Galen dengan kekehan.


"Susu kamu aku doyan, Yang!" Sahut Galen seraya menaik turunkan alisnya ke arah Emily.


"Mesum!" Sergah Emily yang bibirnya mencibir.


"Siapa yang mesum? Ini susu kamu. Susu hamil ini punya kamu kan? Berarti ya ini susu kamu. Pikiran kamu itu yang mesum. Atau jangan-jangan kamu yang mau mesum sama aku?" Goda Galen yang belum berhenti menyendoki bubuk susu dari dalam toples, lalu menyuapkannya ke dalam mulut.


Suami Emily itu tampak menikmati sekali.


"Emang enak, Yang?" Tanya Emily penasaran.


Emily sudah duduk di kursi dan mulai meneguk susu coklatnya yang sudah diseduhkan oleh Galen.


"Enak. Enak banget malahan. Mau coba?" Tawar Galen seraya menyodorkan sesendok susu bubuk ke arah Emily.


"Rasanya aneh, Yang!" Komentar Emily yang langsung menampilkan ekspresi wajah yang hendak muntah.


"Paling enak ya kalau diseduh," imbuh Emily lagi yang ternyata tetap tak mempan untuk menghentikan tingkah konyol Galen yang masih terus memakan bubuk susu hingga nyaris habis.


"Ih, Sayang! Jangan dihabisin! Besok pagi aku minum apa?" Protes Emily yang kembali merebut toples susunya dari tangan Galen.


"Taburin di atas sini boleh, Yang! Biar bisa aku jilat-jilat," cetus Galen memberikan ide sekaligus tangannya menyusup masuk ke dalam piyama Emily dan mengusap dada istrinya tersebut.


"Sukanya kok aneh-aneh!" Gerutu Emily yang segera menyimpan toples susunya ke dalam kabinet dapur. Emily lanjut meletakkan tiga gelas kotor bekas susu tadi ke bak cuci piring, dan mencucinya sekalian.


"Susu kamu udah habis, kan?" Galen melingkarkan lengannya di pinggang Emily dan menyandarkan dagunya di pundak istrinya yang masih mencuci gelas tersebut.


"Gantian aku yang nyusu boleh, kan?" Tanya Galen dengan nada menggoda dan masih tak mrngubah posisinya.


"Udah nyusu dua gelas tadi emang masih kurang?" Tanya Emily heran.


"Nyusu yang ini belum," Galen menangkup dada Emily dan sedikit merem*snya hingga membuat Emily melenguh.

__ADS_1


"Tadi kan udah, Yang!" Jawab Emily seraya mengeringkan tangannya dengan serbet karena ia sudah selesai mencuci piring.


"Belum selesai yang tadi," Galen memutar tubuh Emily dan menangkup gemas wajah mungil istrinya tersebut.


"Ayo lanjutin di kamar," bujuk Galen lagi seraya mengecup bibir Emily.


Ck!


Emily mau membantah bagaimana memangnya?


Emily juga menikmati kecupan hangat Galen ini.


"Nyusu aja, jangan yang lain!" Pesan Emily yang sudah melangkah menuju kamar denagn Galen yang masih bergelayut kepadanya.


"Yang lain kan bonusnya. Nanggung kalau cuma nyusu, Yang!" Rengek Galen seraya menutup pintu kamar lalu menguncinya.


Pria itu melepas kausnya lalu melemparnya sembarangan mengabaikan kerapian yang senantiasa ia koar-koarkan.


"Ish! Kausnya ditaruh di ketanjang baju kotor, Sayang! Jangan dilempar sembarangan begitu!" Gerutu Emily merasa gemas pada Galen.


"Udah nanti aja!" Jawab Galen malas yang segera merebahkan tubuh Emily ke atas tempat tidur dan membuka kancing piyama Emily dengan tergesa.


"Sayang pelan-pelan!" Desah Emily saat Galen yang sudah dengan beringas melahap dua gundukan kembarnya.


Ya ampun!


Dasar Galen mesum!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

__ADS_1


__ADS_2