Jodoh Emily

Jodoh Emily
SHOW TIME


__ADS_3

"Em, kamu ngapain di dalam?" Suara Galen disertai suara ketukan di pintu kamar mandi membuat Emily gelagapan.


Buru-buru Emily membilas busa sabun yang masih memenuhi seluruh badannya dan mengendus aroma tubuhnya sekarang. Memastikan kalau tubuh Emily sudah wangi sekarang.


Kan nggak lucu kalau tubuh Emily beraroma kecut pas nanti Emily tidur sama Galen. Bisa kena ceramah tujuh hari tujuh malam dari Pak Gak Selera itu.


"Em!" Galen mengetuk pintu kamar mandi sekali lagi


"Iya! Ini sebentar lagi selesai, kok!" Seru Emily dari dalam kamar mandi.


Emily lanjut menggosok gigi dan mengingat-ingat karena sepertinya ada sesuatu yang lupa Emily lakukan.


Apa, ya?


"Buka dulu pintunya, Em! Aku mau ngomong," titah Galen dari luar pintu kamar mandi.


"Bentar lagi aku selesai, Galen! Tahan dulu kenapa!" Emily balik berseru dari dalam kamar mandi dan sepertinya Emily sedang berpikir kalau saat ini Galen sedang kebelet.


Padahal kan Galen memang sedang kebelet. Tapi kebelet hal lain maksudnya.


"Emily!" Suara Galen terdengar frustsi dari luar kamar mandi, sementara Emily yang kini sedang berkumur-kumur mendadak ingat dengan botol sabun warna pink yang semalam diberikan oleh Bunda Naya.


"Ya ampun! Lupa belum aku pakai!" Emily menepuk dahinya sendiri dan bergegas mencari botol sabun yang semalam. Setelah ketemu buru-buru Emily memakainya lalu membilasnya sebersih mungkin.


Baiklah!


Semua sudah beres.


Emily sudah wangi luar dalam sekarang.


Setidaknya, Galen tak akan mengomel malam ini.


"Em!" Galen sudah menggedor-gedor pintu kamar mandi dan bukan lagi mengetuknya.


Pintu di buka dari dalam dan tampak Emily yang hanya mengenakan bathrobe sedang berdiri di belakang pintu.


"Maaf lama," Emily meringis pada Galen.


"Kamu sudah selesai yang mandi?" Tanya Galen berdecak frustasi.


"Iya, sudah. Silahkan kalau mau pakai toiletnya!" Emily melangkah keluar dari kamar mandi dan memberi jalan pada Galen untuk gantian masuk ke dalam kamar mandi.


"Ck!" Galen berdecak frustasi.


"Ada apa?" Tanya Emily tak paham kenapa Galen berdecak dan wajahnya terlihat kesal.


"Tadinya aku mau menyusul kamu mandi biar kita bisa mandi bareng. Kenapa kamu malah selesai duluan?" Ucap Galen blak-blakan yang masih terlihat kesal.


Mata Emily sontak melebar saat Galen mengatakan tentang mandi bersama.

__ADS_1


"Aku masih bisa mandi sendiri, kenapa harus mandi bersama?" Gumam Emily menampilkan raut wajah polos.


"Ck!" Galen berdecak sekali lagi dan mencubit pipi serta hidung Emily karena gemas.


"Kan biar sekalian pemanasan," lanjut Galen seraya mengusap bibir Emily yang menggiurkan.


"Pe-pemanasan?" Wajah Emily sudah memerah sekarang.


"Ayo temani aku mandi!" Ajak Galen dengan nada merayu pada Emily.


"Ta-tapi aku sudah mandi tadi. Aku juga ngantuk." Emily menguap lebar tanpa bersikap elegant.


"Jangan tidur dulu! Aku mandi cuma sebentar!" Pesan Galen yang sudah bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


"Tapi ak-"


Pintu kamar mandi kembali dibuka dari dalam dan Galen melongokkan kepalanya keluar sepertinya sebuah hantu kepala.


"Dan jangan berganti baju! Tetap pakai bathrobe-mu sampai aku selesai!" Pungkas Galen sebelum pria itu kembali memasukkan kepalanya ke dalam kamar mandi dan membanting pintu.


Dasar aneh!


Emily memilih untuk berdiri di depan kaca setengah lingkaran yang ada di dalam kamar Galen dan mulai menyisir rambutnya yang masih setengah basah.


Bahkan tidak ada meja rias di kamar ini!


Benar-benar kamar untuk seorang pria!


Emily baru selesai menyisir rambutnya, saat Galen sudah keluar dari dalam kamar mandi dan hanya mengenakan handuk putih yang membalut bagian bawah tubuhnya.


Ternyata Galen hobi mandi bebek juga seperti Emily.


Tadinya Emily pikir, Galen kalau mandi pasti berjam-jam.


Oh, ya ampun!


Dada bidang Galen yang kini terpampang nyata benar-benar membuat Emily melongo dan menelan salivanya berulang kali.


"Kenapa bengong begitu?" Tanya Galen yang kini sudah berdiri di depan Emily dan aroma wangi khas sabun yang membaur dengan aroma tubuh Galen, menguar memenuhi indera penciuman Emily.


"Sudah selesai yang mandi? Kok cepat sekali?" Tanya Emily sedikit tergagap karena kini detak jantung Emily sudah berdetak dengan sangat cepat.


Paru-paru Emily juga rasanya tidak bernafas dengan benar.


Ya ampun!


Kenapa mendadak Emily sangat grogi?


"Biar kamu nggak nunggu terlalu lama," bisik Galen yang tangannya sudah mengusap pipi Emily, menyingkirkan rambut Emily yang masih tergerai, lalu menyelipkannya ke belakang telinga.

__ADS_1


Tumben sekali Galen tidak protes soal Emily yang belum mengikat rambut ataupun soal jepit rambut korea untuk menjepit poni Emily yang kini menutupi dahinya.


Galen semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Emily, dan adegan selanjutnya tentu saja Emily sudah hafal. Bukankah ia dan Galen sudah praktek beberapa kali?


Cuma bedanya, kemarin-kemarin Galen dan Emily masih berpakaian lengkap saat berciuman begini. Dan sekarang Galen hanya mengenakan handuk, dan Emily hanya mengenakan jubah mandi.


Ouh!


Dan ciuman yang ini ternyata lebih hot dan menggebu-gebu.


"Ehm"


Emily mendesah dan mulai bergerak-gerak gelisah, saat ciuman Galrn semakin dalam dan tangan Galen yang juga sudah merem*s dadanya yang masih terbalut oleh jubah mandi.


Ouh ya ampun!


Emily seakan kehilangan pijakan sekarang, saat tiba-tiba tubuh Emily sudah direbahkan oleh Galen di atas tempat tidur.


Galen lanjut menciumi leher Emily tanpa berucap sepatah katapun. Galen benar-benar melakukan semuanya dalam diam. Hanya desahan demi desahan Emily yang terus saja mengiringi permainannya bersama Galen saat ini.


Galen menarik lepas tali bathrobe Emily saat tiba-tiba pria itu berdecak tak percaya.


"Kok masih pakai dalaman, Em? Aku kira kamu tadi sudah nggak pakai apa-apa," gerutu Galen sedikit sebal.


Dan Emily hanya meringis masih sambil telentang, membiarkan Galen membuka bathrobe-nya, lalu melemparnya ke atas tempat tidur.


"Eh, eh! Kok dilempar sembarangan begitu? Dilipat dulu, dong, Galen!" Protes Emily yang segera meraih bathrobenya dan melipatnya, lalu meletakkannya dengan rapi di tepi kasur.


"Galen sudah selesai melepas bra Emily dan hendak melemparnya juga, namun Emily dengan cepat melayangkan protes.


"Dilipat dulu, Galen! Biar rapi!"


"Udah nanti saja melipatnya! Udah genting begini kok kamu malah sibuk lipat-lipat!" Gerutu Galen yang tiba-tiba menjadi kesal.


"Iya biar rapi, trus biar kamu nggak ngomel!" Cerocos Emily memberikan alasan.


"Ck! Udah biarkan saja! Nggak usah rapi-rapi!" Ucap Galen setengah emosi yang langsung menyingkirkan apapun yang masih menempel di tubuh Emily dan melemparkannya secara serampangan.


Galen lanjut membuka handukya sendiri dan melihat ke arah miliknya yang batal berdiri karena Emily yang sibuk lipat-lipat tadi dan malah mengajaknya berdebat.


Dasar sialan!


.


.


.


Mules, ngab

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.


__ADS_2