
Emily memeluk erat Bunda Naya seperti tak bertemu berbulan-bulan. Padahal belum ada sepekan Emily meninggalkan rumah masa kecilnya ini.
"Sehat?" Tanya Bunda Naya yang pangling melihat penampilan Emily dengan rambut pendeknya, serta dress yang kini membalut tubuh Emily.
"Sehat, Bund!" Jawab Emily yang wajahnya berseri-seri.
Galen yang datang bersama Emily turut menyapa Bunda Naya dan mencium punggung tangan wanita paruh baya tersebut dengan sopan.
"Ayah belum pulang, Bund?" Tanya Galen berbasa-basi.
"Belum. Mungkin sebentar lagi. Ini Bunda baru mau menyiapkan makan malam," jawab Bunda Naya.
"Ayo Emily bantu, Bund!" Tawar Emily yang sudah menggamit lengan sang Bunda.
"Tumben. Biasanya ogah-ogahan kalau di suruh masuk dapur," ujar Bunda Naya seraya tertawa kecil.
"Sekarang udah nggak ogah-ogahan, Bund! Tadi siang aja habis masak soto ayam bareng Papi," cerita Emily yang sudah mengikuti langkah Bunda menuju ke dapur.
Sedangkan Galen memilih tinggal di teras depan dan sibuk dengan ponselnya. Katanya mau sekalian nunggu ayah pulang.
Terserah saja!
"Bagus, dong! Sekarang udah pinter memasak. Bentar lagi jadi koki kayak Papi mertua kamu," kekeh bunda Naya yang hanya ditanggapi Emily dengan decakan.
"Bunda mau masak apa?" Tanya Emily seraya mengedarkan pandangannya ke sayuran yang sudah dipotong-potong oleh Bunda.
"Cap cay, sama nggoreng tempe aja. Galen doyan nggak makan tempe?" Tanya Bunda khawatir.
"Doyan! Tadi siang juga soto ayamnya lauk tempe. Lama-lama jadi kedelai itu si tuan OCD," jawab Emily yang malah berkelakar.
"COD? OCD apa memang?" Tanya Bunda Naya tak paham.
"OCD, Bund! Obsessive Complusive Disorder, istiah buat orang yang suka kerapian secara berlebihan. Galen contohnya." Terang Emily menjelaskan pada sang Bunda.
"Kalau COD itu kan kalau Bunda belanja online itu," sambung Emily yang ganti tergelak.
"Bagus, dong! Kerapiannya Galen udah nular ini ke kamu. Udah nggak jorok lagi, kan kamu? Mandi udah dua kali sehari, kan?" Cecar Bunda menyelidik pada sang putri.
"Beeuh! Nggak cuma dua kali, Bund! Berkali-kali malahan," jawab Emily dengan raut wajah lebay.
"Bunda mau punya cucu bentar lagi berarti," ucap Bunda Naya dengan raut wajah sumringah.
"Mana ada! Ini aja Emily lagi datang bulan," jawab Emily blak-blakan.
"Kasian sekali suamimu," kekeh Bunda Naya yang sudah selesai mengupas bawang. Bunda kandung Emily tersebut lanjut menyalakan kompor, dan mulai menumis bumbu-bumbu serta sayuran yang tadi sudah ia potong-potong.
__ADS_1
Sedangkan Emily membantu menggoreng tempe di tungku kompor yang satunya.
"Nggak jadi bulan madu berarti?" Tanya Bunda Naya melanjutkan obrolannya bersama Emily.
"Udah kemarin. Satu malam aja nginep di hotel," jawab Emily seraya membalik tempe di wajan.
"Trus mulai masuk kerja lagi kapan? Kamu nggak resign aja?" Tanya Bujda Naya lagi.
"Lusa udah mulai kerja lagi. Emily nggak mau resign dulu, kan baru beberapa bulan juga kerja disana," tutur Emily mengungkapkan keberatannya.
"Lagian, Galen juga nggak nyuruh resign, kok! Kata Galen, terserah Emily saja," imbuh Emily lagi yang langsung membuat Bunda Naya mengangguk paham.
"Yaudah, keputusan juga ditangan kamu. Bunda nggak mau ikut campur!" Bunda merengkuh kedua pundak Emily.
"Angkat itu tempenya, sebelum gosong!" Titah Bunda Naya pada Emily.
Emily buru-buru mengangkat tempe dari dalam wajan. Sedangkan capcay Bunda Naya sudah matang dan aromanya harum sekali. Membuat cacing-cacing di perut Emily berdisko hebat.
"Coba kamu periksa keluar, Ayah udah pulang belum? Tadi Bunda kayak dengar suara tertawanya Ayah dari teras," Perintah Bunda Naya pada Emily.
Emily segera mencuci tangan dan menuju ke teras depan untuk memeriksa. Ternyata benar, Ayah Satria memang sudah pulang, dan sekarang sedang mengobrol seraya ketawa-ketiwi bersama Galen.
Entah sedang membahas apa.
"Eh, ini siapa?" Tanya Ayah Satria pura-pura memasang raut wajah bingung.
"Ck! Ayaaaah!" Emily merengut dan merajuk.
"Ayah beneran nggak tahu ini siapa? Ini siapa, Galen? Tetangga nyasar, ya?" Ayah Satria masih tak berhenti menggoda Emily.
"Sepertinya begitu, Yah!" Jawab Galen seraya menahan tawanya.
"Ish! Ini Emily, Yah! Emily!" Ucap Emily bersungut-sungut pada sang Ayah.
Istri Galen itu masih bergelayut di leher sang ayah seperti seorang bocah.
"Emily Aditya? Atau Emily Galendra?" Tanya Ayah Satria masih dengan nada menggoda.
"Emily Aditya, menantu kesayangan di keluarga Biantara!" Jawab Emily penuh percaya diri.
"Benar kesayangan, Gal? Jarang mandi aja, kok kesayangan," cibir Ayah Satria yang sontak membuat Galen terkekeh, dan Emily yang kembali merengut.
"Sekarang udah rajin mandi, Yah! Udah wangi setiap hari. Tanya aja sama Galen kalau nggak percaya!" Jawab Emily pamer.
"Iya, Yah! Sekarang sudah rajin mandi sampai ngabisin sabun," timpal Galen yang malah membuat Emily semakin merengut.
__ADS_1
"Makan malamnya udah siap, Yah! Disuruh masuk kata Bunda," ucap Emily akhirnya menyampaikan pesan Bunda Naya pada dua pria yang masih duduk di teras tersebut.
"Baiklah! Ayah juga sudah lapar. Bunda masak apa?" Tanya Ayah Satria yang sudah bangkit dari duduknya, dan berjalan duluan ke arah pintu.
"Capcay sama tempe goreng," jawab Emily yang masih menunggu Galen bangkit dari duduknya.
Tapi kenapa tuan OCD itu tidak segera berdiri?
Bokongnya nempel ke kursi?
"Ayo masuk!" Ajak Emily seraya mengulurkan tangannya ke arah Galen.
"Masuk ke kamar?" Tanya Galen menggoda.
"Ish! Masuk ke rumah buat makan malam, lah! Dasar mesum!" Sahut Emily sedikit mencebik.
"Emily! Galen!" Panggil Bunda dari dalam rumah.
"Tu, udah dipanggil sama Bunda," lapor Emily pada Galen.
"Iya, iya! Ayo masuk!" Galen akhirnya bangkit dari duduknya, dan merangkul Emily masum ke dalam rumah.
Namun saat pasangan pengantin baru tersebut baru saja sampai di pintu, sebuah mobil masuk dan berhenti di halaman rumah Emily.
Emily menoleh dan buru-buru melepaskan rangkulan Galen, lalu berlari ke arah mobil yang baru datang tadi.
"Abang Kyle!" Sapa Emily saat sang empunya mobil keluar dan langsung memeluk serta merangkul Emily bak seorang kekasih.
Galen masih mematung di tempatnya dan menatap tidak senang pada Emily dan Abang Kyle yang kini mengobrol akrab.
Setelah tadi siang Galen cemburu pada Papi Bian, apa sekarang Galen juga akan cemburu pada Abang Kyle?
.
.
.
Emily dikekepin di kamar aja, Gal!
Biar nggak cembokur terus 😩
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
__ADS_1