Jodoh Emily

Jodoh Emily
TAMU TAK TERDUGA


__ADS_3

Sore di kafe Analogy.


Galen sedang menggantikan Papi Bian menjadi pengawas di kafe, saat pasangan muda-mudi itu datang dan menyapa Galen.


"Pengantin baru! Nikah nggak ngasih undangan!" Decak Alvin yang sore ini datang seraya menggandeng seorang gadis yang mungkin seusia dengannya.


"Kau siapa memangnya? Kenapa harus memberimu undangan?" Cecar Galen dikit sinis.


"Aku mantan kekasihmu," jawab Alvin seraya berbisik di telinga Galen. Terang saja, jawaban Alvin tersebut langsung berhadiah sebuah tinjuan di bahu pemuda sembilan belas tahun tersebut.


"Tahu darimana alamat kafe dan rumahku?" Tanya Galen penasaran.


Galen segera mempersilahkan Alvin dan gadis yang bersama Alvin tadi untuk duduk di dalam kafe.


"Apa sih yang tidak bisa diketahui oleh Alvin!" Jawab Alvin sedikit sombong.


"Oh, ya. Ini pacar baru aku, namanya Tiara," Alvin mdmperkenalkan gadis yang bersamanya tadi pada Galen.


"Tiara, Bang!"


"Galen, temannya Alvin," balas Galen seraya menjabat tangan Tiara.


"Pahlawan aku ini, pernah menyelamatkan nyawaku," ujar Alvin yang langsung membuat Galen berdecak.


"Udah cerita kadaluwarsa. Nggak usah kamu bahas juga," gumam Galen sedikit merasa risih karena kebaikannya yang masih saja diungkit-ungkit oleh Alvin.


Galdn memang paling tak suka saat kebaikannya diungkit-ungkit oleh orang lain. Rasanya risih saja.


"Mana istri baru kamu? Yang ilustrator itu, kan? Siapa namanya-" Alvin mencoba mengingat-ingat.


"Emily," jawab Galen cepat yang langsung membuat Alvin mengangguk dan tersenyum.


"Nah iya, Emily. Dimana? Kok nggak kelihatan?" Tanya Alvin seraya mengedarkan pandangannya mencari-cari sosok Emily.


"Ada di atas. Bentar aku panggilkan." Galen baru saja kan bangkit berdiri, saat Ghea yang sepertinya baru pulang dari kampus lewat di samping kafe dan hendak menaiki tangga.


Buru-buru Galen memanggil adik perempuannya tersebut.


"Ghea! Sini kamu!" Panggil Galen seraya melambaikan tangan ke arah Ghea.


"Apa, sih, Bang! Ghea baru sampai juga," jawab Ghea bersungut-sungut seraya menghampiri meja tempat Galen dufuk bersama Alvin dan Tiara.

__ADS_1


Namun saat melihat Alvin yang duduk bersama Galen, Ghea langsung mematung di tempatnya.


"Ghea?" Sapa Alvin yang sama kagetnya dengan Ghea.


"Alvin. Sedang apa disini?" Tanya Ghea sedikit salah tingkah.


"Kalian saling kenal?" Tanya Galen bingung.


"Kami teman SMA, Bang!" Jawab Ghea dan Alvin nyaris bersamaan.


"Kok bisa? Kamu dulu pas SMA kan pas Mom dan Dad masih di Bali dan belum pindah kesini?" Tanya Galen semakin bingung.


"Ya bisa! Orang Alvin tinggalnya juga di Bali!" Jawab Ghea sedikit ketus, setelah melihat gadis yang duduk di sebelah Alvin.


"Kamu tinggal di Bali, Vin? Trus disini ngapain?" Galen ganti bertanya pada Alvin.


"Liburan, Bang! Kan ada Aunty sama Uncle yang tinggal di kota ini," jelas Alvin seraya meringis.


Galen hanya berdecak.


"Oh, ya, Ghe! Ini Tiara pacar aku," Alvin memperkenalkan Tiara pada Ghea yang ekspresi wajahnya hanya datar.


"Tadi Abang manggil Ghea kenapa?" Ghea ganti menatap ke arah Galen.


"Tolong kamu panggilin Emily di atas. Bilang ada yang nyariin gitu," titah Galen pada sang adik.


"Itu aja?"


"Iya! Buruan sana!" Perintah Galen sekali lagi dan Ghea hanya memutar bola matanya. Gadis itu segera berlalu dan lanjut menaiki tangga yang ada di samping kafe.


"Jadi Ghea itu adiknya Abang?" Tanya Alvin memecah keheningan.


"Ya. Kebetulan sekali, ya," jawab Galen seraya terkekeh kecil.


"Jadi saat malam itu aku mengantarmu ke kost. Itu kost-an siapa?" Gantian Galen yang melontarkan pertanyaan pada Alvin.


"Punya teman, Bang. Bisa kena bogem mentah dari Uncle kalo malam itu Alvin pulang ke rumah dalam keadaan mabuk," jawab Alvin seraya nyengir kuda.


"Dasar!" Galen menoyor kepala Alvin dan anak mda tersebut tetap nyengir.


****

__ADS_1


"Ghea, baru pulang?" Sapa Emily yang sedang duduk sendirian di ruang makan dan sedang berkutat dengan laptop Galen.


"Iya, Kak!"


"Ngomong-ngomong Kakak disuruh turun ke bawah sama Abang Galen," ujar Ghea lagi menyampaikan pesan Galen pada Emily dengan raut wajah kecut.


"Ada apa memangnya?" Tanya Emily seraya mengangkat sebelah alisnya


"Ada tamu yang mau ketemu sama Kak Emily," jawab Ghea lagi yang sudah ganti bersedekap malas.


"Tamu? Siapa?" Cecar Emily penasaran.


"Kakak tengok saja sendiri! Ghea mau mandi," jawab Ghea ketus yang langsung berlalu dan masuk ke kamarnya.


Masih bisa Emily dengar Ghea yang membanting pintu kamarnya sendiri.


Aneh!


Tidak biasanya Ghea marah-marah seperti itu saat baru pulang dari kampus.


Apa Ghea sedang PMS juga seperti Emily?


Tapi Emily jadi penasaran soal tamu yang dimaksud oleh Ghea.


Emily segera masuk ke kamar untuk menyimoan laptop Galen dan sekalian mengambil cardigan karena Emilly yang hanya mengenakan dress rumahan tanpa lengan.


Setelah mengenakan cardigan hitamnya, bergegas Emily turun ke bawah untuk menemui Galen dan tamu istimewa yang entah siapa.


.


.


.


Fokus ke Galen dan Emily saja.


Cerita Ghea, Alvin, dan Tiara nanti ada judulnya sendiri.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

__ADS_1


__ADS_2