Jodoh Emily

Jodoh Emily
INIKAH RASANYA?


__ADS_3

Emily mengerjap-ngerjapkan matanya saat melihat milik Galen yang ternyata di luar ekspektasinya.


Perasaan kemarin saat mereka berciuman di kantor dan nyaris saling menelanjangi, milik Galen terasa sangat mengganjal dan kelihatan besar. Lalu kenapa sekarang bentuknya cuma segitu?


"Ck!" Galen berdecak frustasi dan menjatuhkan tubuhnya sendiri di samping Emily yang masih sibuk dengan pikirannya yang memikirkan antara ekspetasi dengan realita.


"Nggak jadi? Aku tidur aja, ya!" Tanya Emily yang sudah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos tak tertutupi sehelai benangpun.


"Jadi! Tapi kita pemanasan ulang dulu!" Jawab Galen seraya mengusap-usap wajahnya sendiri.


"Tadi bukannya sudah pemanasan?"


"Diam!" Galen sudah menindih tubuh Emily sekarang dan menatap tajam ke arah manik mata Emily.


"Berhenti mengajakku berdebat, atau kau ingin aku melakukannya semalaman?" Galen masih menatap tajam pada Emily yang kini menutup mulutnya dengan telapak tangan.


Membayangkan Galen melakukan apapun itu selama semalaman, mendadak membuat Emily begidik ngeri.


Bisa-bisa besok pagi Emily lumpuh dan tak sanggup turun dari atas tempat tidur.


Galen menyibak selimut yang menutupi tubuh polos Emily dan menatap sejenak pada setiap lekukan tubuh Emily yang begitu menggiurkan dan membuat Galen bergairah.


"Jangan menatap tubuhku seperti itu, Galen! Kau membuatku-" mata Emily langsung membelalak tatkala Galen menyumpal bibirnya dengan bibir Galen.


Ciuman yang begitu didamba oleh Emily, dan Galen melakukannya denagn sangat baik. Emily terus membalas kecupan demi kecupan Galen dan tangannya menjambak rambut Galen, menarik kepala pria itu agar semakin memperdalam ciuman merrka.


Ya ampun!


Sepertinya Emily sudah gila!


Galen lanjut menuruni dagu Emily, lalu turun ke leher Emily, mencecapnya berulang kali hingga meninggalkan tanda kemerahan disana, lalu terus turun ke bagian tubuh Emily yang sejak kemarin membuat Galen penasaran.


Oh, ya ampun!


Kenyal sekali, dan sangat pas saat Galen menagkupnya dengan tangan.


Emily menggelinjang dan bergerak-gerak semakin gelisah saat Galen bermain-main di area dadanya.


Apalagi saat Galen menghisapnya bak bayi besar yang sedang kehausan, Emily merasa semakin tak terkendali, hingga istri Galen itu terus saja menjambak-jambak rambut Galen.


"Galen, sudah!" Desah Emily yang nafasnya sudah tersengal-sengal.


"Belum!" Gumam Galen bersikeras dan kini ganti memainkan lidahnya di puncak kedua gundukan milik Emily secara bergantian.


Ya ampun!


"Aku gigit boleh?" Galen menyeringai nakal ke arah Emily.


"Aku gigit balik nanti punyamu!" Ancam Emily mendelik-delik ke arah Galen.

__ADS_1


"Baiklah, aku gigit yang lain saja!"


Galen sudah selesai bermain-main dengan dada Emily saat pria itu ganti menciumi perut Emily, lalu turun ke bawah, semakin ke bawah.


Tidak!


Pria ini gila!


"Galen kau mau apa?" Tanya Emily saat kepala Galen sudah berada di tengah-tengah kedua pangkal paha Emily.


"Mencari kesenangan," jawab Galen masih dengan ekspresi wajah nakalnya.


Galen membuka lebar kedua paha Emily dan menatap ke arah milik Emily yang kini tak tertutupi selembar kainpun.


Wajah Emily sudah kembali memerah, karena Galen yang belum mengalihkan pandangannya dari milik Emily dan kini Galen malah menggenggam miliknya sendiri.


"Aku masuk sekarang, ya!" Satu kalimat yang diucapkan Galen langsung membuat mata Emily melebar dan gadis itu menelan salivanya berulang kali.


Emily masih sempat melirik ke arah milik Galen yang sekarang besarnya sudah dua kali lipat dari yang tadi pertama Emily lihat.


Tidak!


Itu lebih dari dua kali lipat!


Apa akan muat masuk ke dalam milik Emily?


Gadis itu memejamkan matanya dan merasa bingung harus bagaimana.


"Buka matamu, Emily!" Bisik Galen lagi yang ternyata wajahnya sudah berada di dekat wajah Emily.


"Aduuuh!" Emily sedikit meringis saat Galen baru memasukkan bagian ujungnya.


"Rileks! Jangan grogi!" Galen mengecup lembut bibir Emily. Membimbing Emily agar membalas kecupannya.


Dan saat Emily masih sibuk membalas kecupan demi kecupan dari Galen, suami Emily itu lanjut melesakkan miliknya ke dalam milik Emily yang terasa begitu sempit dan menggigit.


Emily mencengkeram punggung Galen saat milik Galen terasa semakin masuk dan merobek sesuatu di dalam milik Emily.


Rasanya masih perih dan menyakitkan.


Namun kecupan lembut bibir Galen, membuat rasa sakit Emily sedikit teralihkan.


"Aku akan bergerak," bisik Galen lagi sebelum Emily kembali meraup bibir suaminya tersebut.


Emily semakin merentangkan kedua pahanya, saat Galen mulai bergerak maju dan mundur dengan berirama.


Rasa sakit yang tadi Emily rasakan sudah menguap pergi, berganti dengan perasaan lain yang Emily sendiri tidak tahu ini apa.


Rasanya benar-benar nikmat dan membuat Emily seakan melayang. Sentuhan, kecupan, dan hisapan dari tangan serta bibir Galen di sekujur tubuh Emily, membuat Emily kian melambung.

__ADS_1


"Terus, Galen!"


"Iya, begitu!"


Racauan demi racauan yang keluar dari bibir Emily membuat Galen semakin bersemangat, hingga akhirnya cengkeraman tangan Emily di punggung kian menguat.


Galen mempercepat gerakannya seolahaham kalau Emily hampir sampai, karena kini Galen juga hampir sampai.


"Galen!" Cengkeraman Emily semakin kuat, sebelum akhirnya tubuh di bawahnya itu mengejang, bersaman dengan Galen yang juga sudah mencapai pelepasannya.


Galen segera meraup bibir Emily yang masih terengah-engah. Menuntaskan semua hasrat dan gairah yang menggebu dalam dirinya.


"I love you, Emily!"


Bisikan lembut dari Galen, sukses membuat Emily merasa melayang.


Ternyata seperti ini rasanya.


Emily benar-benar menyukainya.


Dan sekarang, Emily memeluk erat tubuh Galen yang masih berada di atasnya.


"I love you too, Galendra sayangku!" Balas Emily berbisik di telinga Galen.


Wajah Galen langsung berubah sumringah mendengar Emily yang tumben menyebut namanya dengan baik dan benar.


"Nanti ronde kedua, kamu yang di atas, ya!" Ucap Galen yang sudah berguling ke sebelah Emily, lalu mendekap tubuh Emily yang masih dipenuhi oleh peluh.


"Di-di atas?"


"Iya, di atas aku."


Emily kembali mengerjap-ngerjapkan matanya seolah merasa bingung dengan maksud Galen di atas.


Apanya yang diatas?


.


.


.


Mbuh, Em!


Othor juga nggak tahu


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

__ADS_1


__ADS_2