Jodoh Emily

Jodoh Emily
NGIDAM


__ADS_3

"Membungkuk coba," ucap Galen memberi arahan pada Emily.


"Membungkuk bagaimana, sih, Sayang? Aku bingung," cebik Emily yang masih berjongkok di atas Galen.


"Angkat ini badan kamu. Pakai lutut dan tangan sebagai tumpuan," Galen menunjuk secara bergantian ke arah lutut dan tangan Emily.


"Kayak mau main kuda-kudaan. Kamu nggak akan naik di punggungku, kan? Bisa patah nanti kalau kamu yang naik," cerocos Emily yang tentu saja membuat Galen menjadi gemas.


"Aku dibawah kamu aja, sambil melihat yang menggantung," Galen memainkan dua benda yang menggantung tepat di atas wajahnya.


"Aku jadi kayak sapi perah kalau kamu lahap dan hisap-hisap begitu," kekeh Emily saat Galen mulai memasukkan dua benda yang menggantung tadi ke dalam mulutnya secara bergantian. Kanan lalu pindah ke kiri pindah lagi ke kanan.


Kalau dimasukin dua-duanya nggak muat kayaknya.


"Makin menggemaskan sekarang," gumam Galen yang masih intens menghisap keduanya secara bergantian yang terang saja membuat Emily jadi bergairah.


"Emang udah ada airnya, Yang?" Tanya Emily penasaran karena Galen terlihat begitu menikmati.


Galen hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena kini mulutnya tersumpal oleh benda kenyal milik Emily.


"Aku jadi haus, lihat kamu hisap-hisap begitu," gumam Emily seraya menelan salivanya.


"Minum punya aku mau?" Tawar Galen sedikit terkekeh.


"Nggak mau!" Jawab Emily tegas.


"Itu ada air minum di atas nakas. Kamu minum dulu, gih! Nanti balik lagi kesini posisi begini," ujar Galen kembali memberi arahan pada Emily.


"Ck! Aku maunya minum es kelapa muda," rengek Emily manja.


"Jam berapa minta es kelapa muda?" Galen meraih jam digital di atas nakas untuk memeriksa.


"Udah jam sepuluh lebih, Yang! Mana ada yang jualan es kelapa muda jam segini?" Tanya Galen tak percaya.


"Harus ada, dong! Aku kan lagi pengen. Beliin cepat!" Perintah Emily yang sudah beranjak dari atas Galen dan sedikit meringis memegangi dadanya yang kini terasa perih.


"Kenapa?" Tanya Galen bingung.


"Tadi kamu gigit ya? Kok perih begini?" Tuduh Emily seraya merengut ke arah Galen.


"Nggak ada! Cuma aku hisap-hisap," kilah Galen membela diri.


"Tapi ini sakit, Yang!" Keluh Emily yang masih merengut.


Galen mengusap-usap dada Emily dan meniup-niupnya agar tak sakit lagi.


"Ish! Kamu ngapain? Cepat kamu beliin es kelapanya sana!" Perintah Emily galak.


Lah, kirain udah lupa.

__ADS_1


"Kalau nggak ada bagaimana? Kenapa nggak minta dari tadi, sih? Jam segini pasti udah pada tutup, Yang!" Decak Galen seraya memakai bajunya.


"Pengennya sekarang, disuruh minta dari tadi! Dasar suami nggak pengertian!" Gerutu Emily sebal.


"Baiklah, cium dulu, nanti aku cariin es kelapanya," pinta Galen yang sudah memonyongkan bibirnya ke arah Emily.


Emily langsung meraup bibir suaminya tersebut dan mendorong tubuh Galen hingga terjungkal ke atas tempat tidur.


"Em!" Galen berusaha mengimbangi ciuman Emily yang tiba-tiba jadi membabi buta. Istri Galen itu bahkan sudah menaiki dan menindih tubuh Galen sekarang


Kenapa Emily jadi agresif sekali.


"Emily!" Galen sedikit gelagapan dengan ciuman Emily yang agresif.


"Belum! Sedikit lagi," Gumam Emily yang masih mencecap bibir Galen dengan liar.


Kapan beli es kelapa mrudanya coba, kalau Galen malah diperkosa Emily begini?


Baiklah, mode pasrah saja.


Biar sekalian Emily lupa sama es kelapa mudanya.


"Mmmuuuuahh!" Emily mengakhiri ciumannya pada Galen dengan sebuah kecupan panjang.


"Udah! Buruan sana! Beliin aku es kelapa muda!" Perintah Emily seraya menyingkir dari atas Galen.


Lah!


"Ck! Kamu bikin baju aku berantakan aja, Yang!" Keluh Galen yang langsung mengganti kausnya yang kusut dan acak-acakan dengan kaus baru dari dalam lemari.


Galen lanjut menyambar dompet dan kunci mobil lalu keluar dari kamar, meninggalkan Emily yang sudah duduk santai di atas sofa.


****


Emily masih mondar-mandir di ruang tengah sambil sesekali melirik jam besar yang tergantung di dinding lalu mendesah kesal. Galen masih belum kembali dari acarahya mencari es kelapa muda.


Memang Galen mencari kemana?


Ke Bali?


"Emily, belum tidur?" Sapa Papi Bian yang baru keluar dari kamar seraya membawa gekas kosong di tangannya. Mom Mia tak kelihatan batang hidungnya. Mungkin sudah tidur duluan.


"Masih nungguin Galen, Pi!" Jawab Emily seraya meringis.


"Galen kemana memangnya?" Tanya Papi Bian lagi menyelidik.


"Nyariin es kelapa muda buat Emily. Lagi pengen soalnya," jawab Emily seraya mengusap perutnya yang masih terlihat rata.


Ya iyalah!

__ADS_1


Baru jalan tiga bulan usia kandungan Emily.


Jadi masih rata.


"Itu di halaman rumah Ayah kamu ada pohon kelapa, kenapa nggak nyuruh Galen petik kesana saja?" Ujar Papi Bian seraya menuang air putih ke dalam gelasnya.


Iya juga, ya?


Di halaman rumah Emily kan ada pohon kelapa yang buahnya lumayan lebat karena dirawat sama Bunda.


Kok tadi nggak kepikiran buat nyuruh Galen metik kesana saja?


Daripada harus muter-muter keliling kota mencari penjual es kelapa muda yang masih buka.


"Emily telepon Galen aja, Pi! Biar petik yang di rumah Bunda," tukas Emily akhirnya seraya masuk ke dalam kamar dan hendak mengambil ponsel.


Namun saat Emily baru membuka pintu kamar, tiba-tiba Galen sudah datang dan membawa tiga buah kelapa yang masih utuh dan masih ada tandannya.


"Huh! Petik di rumah Ayah ada padahal. Kenapa harus keliling kota cari penjual es kelapa muda," keluh Galen seraya menjatuhkan dirinya di sofa.


"Ya kamu itu! Kurang kerjaan sekali!" Celetuk Papi Bian yang sudah kembali masuk ke kamar.


"Pi, tolong belahin kelapanya dulu buat Emily!" Pinta Galen sedikit berseru pada sang Papi yang sudah masuk ke kamar.


Pintu kamar Papi Bian kembali di buka.


"Belah sendiri! Papi masih sibuk!" Jawab Papi Bian sebelum kembali menutup pintu kamarnya lalu menguncinya.


"Sibuk bikin adek buat Ghea pasti!" Celetuk Galen sok tahu.


"Udah belahnya besok aja, Yang! Aku udah nggak pengen es kelapa muda. Aku pengen minum susu coklat aja malam ini," ucap emily yang sudah ikut-ikutan duduk di sofa di samping Galen.


"Apa?" Galen melotot horor ke arah Emily.


"Aku pengen susu coklat. Kamu buatin, ya! Aku tunggu di kamar!" Ulang Emily seraya mengecup pipi Galen.


Istri Galen itu langsung ngacir masuk ke kamar seolah tanpa dosa.


Bunuh saja aku, Emily!


Udah dibawain tiga buah kelapa, malah nggak jadi ngidam katanya.


Dasar ibu hamil labil!


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.


__ADS_2