
Sudah empat hari setelah kejadian itu keadaan Ayana sudah mulai membaik. Ayana pun sudah bisa menggendok dan menyusu bayi mungilnya itu. Setelah puas meminum asi, bayi mungil itu diambil alih oleh ayahnya yang ingin sekali menggendongnya.
Tiba-tiba pintu kamar dibuka oleh Pak Hermawan yang ikuti Ibu Tika yang masuk kedalam.
"Assalamualaikum." Ucap salam Pak Hermawan.
"Waalaikumsalam." Jawab salam Billy dan Ayana bersamaan.
"Gimana kabar cucu uti ini?." Ucap Ibu Tika yang langsung mengambil dari gendongan Billy.
"Alhamdulillah baik uti." Jawab Ayana.
"Gimana keadaan mu Aya?." Tanya Pak Hermawan.
"Alhamdulillah sudah membaik pa." Jawab Ayana.
"Alhamdulillah kalau sudah membaik. Oh iya jagoan kakong siapa namanya?." Tanya Pak Hermawan sambil memegang tangan mungilnya.
"Astagfirulloh! sampai lupa milih namanya mas, Mas Billy sudah siapin nama untuk anak kita belum?." Tanya Ayana.
"Sudah dong." Jawab Billy.
"Siapa? Ingat lho jangan kasih nama yang aneh-aneh." Ucap Ibu Tika.
"Gak ma, namanya Yoga Hermawan Putra, bagus kan." Ucap Billy.
"Bagus mas, semoga anak kita selalu ingat kepada Alloh ya mas." Ucap Ayana yang tahu arti namanya.
"Amin." Jawab Pak Hermawan, Ibu Tika dan Billy bersamaan.
__ADS_1
"Oh, iya kapan Ayana dan Yoga boleh pulang?." Tanya Pak Hermawan.
"Insyaalloh besok pa." Jawab Ayana.
"Ya sudah kalau gitu, Mama siapin semua untuk acara syukuran dan Aqiqah untuk cucu kita." Ucap Pak Hermawan.
"Siap pak." Jawab Ibu Tika.
**********
Acara syukuran dan aqiqahan berjalan dengan lancar pada malam itu, Nata memutuskan ingin pulang ke rumah orang tuanya setelah mendapatkan ijin dari Farel, sedangkan Ayana dan Yoga masuk kedalam kamar untuk beristirahat.
Sedangkan Pak Hermawan, Ibu Tika, Om Edo serta istrinya, Billy dan Farel berada di ruang tengah sedang menunggu kedatangan Radit.
Tak lama Radit pun datang besama dengan Rico dan Anton. Radit tanpa menyapa dan rasa bersalah langsung duduk dengan santai di hadapan mereka semua.
"Maaf Pak kami tidak langsung mengantar pak Radit pulang ke rumah." Ucap Rico.
"Iya gak apa." Jawab Om Edo.
"Sekarang apa mau mu Dit?." Tanya Pak Hermawan.
"Apa kamu sudah puas melakukan ini semua?." Tanya Farel dengan emosi kepada Radit.
Radit hanya tersenyum seperti orang yang tidak bersalah setelah melakukan kesalahan.
"Sekarang terserah kamu saja Bill, apa kamu ingin langsung membawanya ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya." Ucap Om Edo yang sudah pasrah.
"Saya bingung Om, makanya saya kumpulkan kalian semua bagaimana enaknya." Ucap Billy.
__ADS_1
"Radit." Panggil Pak Hermawan.
Radit hanya tersenyum memiringkan bibirnya tanpa membalas panggilan dari Pak Hermawan.
"Sepertinya Radit kita periksa dulu deh Pa." Ucap Ibu Tika yang melihat tingkah Radit yang aneh.
Tante Sari, istri Om Edo hanya menangis melihat anaknya yang duduk disebelah nya. "Kamu kenapa nak?." Ucap tante Sari yang mengelus kepalanya yang tidak ada respon dari Radit.
"Sabar ya dek, coba besok kita bawa ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Radit." Ucap Ibu Tika.
Yang dibalas anggunkan oleh tante Sari.
"Bagaimana menurut kalian?." Tanya Ibu Tika kepada mereka semua.
"Kalau Papa sih apa yang terbaik buat Radit saja ma." Jawab Pak Hermawan.
"Saya setuju dengan usulan itu mbak." Jawab Om Edo.
"Menurut kalian gimana?." Tanya Ibu Tika Billy, Farel, Rico dan Anton.
"Terserah gimana baiknya saja Ma." Jawab Farel yang diikuti angukan Billy, Rico dan Anton.
"Maaf pak kalau pak Radit pulang dan tinggal di rumah bapak, kalau diijinkan saya meminta beberapa teman saya menjaga pak Radit, takutnya pak Radit akan melakukan hal yang tidak diinginkan lagi." Ucap Anton.
"Ya terserah kamu saja, gimana baiknya." Jawab Om Edo.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1