
Di Bandara Rico dan beberapa kru TV sedang menunggu perawat. Rico duduk sendiri sambil memeriksa beberapa pekerjaan yang akan dia laporkan kepada Billy setelah dia sampai ke Indonesia. Tak jauh dari tempat Rico Maudi pun jalan menghampiri dan langsung duduk disebelah Rico yang membuatnya terkejut.
"Hey Ric?." Sapa Maudi.
"Hem..." Jawab Rico singkat tanpa meliha dan masik sibuk dengan tabnya.
"Cih sombong baget...awas kamu ya...." Batin Maudi.
"Gimana kabar bos mu sama istrinya." Tanya Maudi.
"Ya mereka baik-baik saja dan mereka pun sangat bahagia karena akan memiliki seorang anak." Jawab Rico.
"Apa?." Teriak Maudi yang terkejut mendengar bahwa Billy akan mempunyai seorang anak.
Rico mengerutkan dahinya melihat Maudi terkejut mendengar bahwa bosnya akan memiliki seorang anak.
"Kenapa kamu terkejut?." Tanya Rico heran.
"Ih.... Gak akan aku biarin mereka bahagia." Ucap Maudi.
"Maksud kamu apa? aku peringatkan ya kamu jangan macam-macam lagi. Memang kamu gak sayang dengan apa yang sudah kamu capai sekarang ini ,hanya dengan tindakan bodoh mu mengganggu hubungan rumah tangga orang dalam sekejab hancur dan hilang." Ucap Rico memperingatkan Maudi.
"Aku gak peduli." Jawab Maudi.
"Terserah kamu yang jelas aku sudang mengingatkan mu dan jangan salahkan pak Billy bila dia akan bertindak." Ucap Rico.
"Sebelum Billy bertindak aku akan bertindak dan menghancurkannya terlebih dahulu. Aku akan rebut dia dari Ayana, bila aku gak bisa mendapatkan dia lagi gak akan aku biarin siapa pun mendapatkan Billy." Ucap Maudi dengan santai.
"Gila kamu." Ucap Rico.
Maudi tidak menghiraukan ucapan Rico dengan tersenyum miring Maudi pun langsung meninggalkan Rico.
**********
__ADS_1
"Ya sudah kamu awasi saja dia disana dan laporkan kalau ada sikap dia yang mencurigakan aku akan menghubungi Anton setelah dia kembali untuk mengawasinya. Aku tunggu kamu kembali untuk melaporkan semuanya." Ucap Billy kesal.
".........."
"Ya, Waalaikumsalam." Jawab Billy membalas salam dari Rico yang meneleponnya.
"Siapa mas?." Tanya Ayana yang mendengar suami berbicara dengan nada kesal.
"Eh.... kamu Aya, bukan siapa-siapa Rico melaporkan masalah kerjaan yang ada di Singapur." Jawab Billy dengan hati-hati agar Ayana tidak curiga karena telepon itu tadi membahas tentang Maudi.
"Oh..... ya sudah ini di minum susunya lalu kita istirahat." Ucap Ayana.
Billy menganggukkan kepalanya dan langsung meminum susunya sampai habis. Setelah itu mereka berdua berjalan kearah tempat tidur untuk beristirahat.
Billy memeluk Ayana dan mengelus perut Ayana karena sudah menjadi kebiasaan Billy sebelum tidur.
"Mas." Panggil Ayana.
"Hem....." Jawab Billy singkat.
"Belum ada apa sayang?." Jawab Billy.
"Kapan kita belanja keperluan anak kita? sudah hampir delapan bulan lho dan aku masih belum ada persiapan." Tanya Ayana.
"Ya Alloh, sampai lupa aku. Maafin ayah ya sayang. Ya sudah gimana kalau minggu depan kita belanja." Ucap Billy.
"Ok." Ucap Ayana.
"Ya sudah buruan tidur sudah malam." Ucap Billy dan langsung memeluk.
**********
Di dalam ruangan kantornya Billy sedang berbicara serius dengan Rico dan Anton membahas tentang ucapan Maudi.
__ADS_1
"Gimana menurut mu Ton?." Tanya Billy.
"Saya akan tetap mengawasi Maudi dua puluh empat jam dan akan melaporkan apabila dia melakukan sesuatu yang membahayakan kepada keluarga anda." Ucap Anton.
Tiba-tiba pintu terbuka tanpa ada ketukan pintu atau ucapan salam. Yang membuat mereka betiga didalam ruangan Billy terkejut, dan dengan santainya Farel masuk kedalam ruangan Billy.
"Assalamualaikum." Ucap salam Farel yang langsung duduk disebelah Billy dengan santai.
"Waalaikumsalam." Jawab mereka bertiga.
"Biasa kamu ini gak pernah ketuk pintu kalau masuk keruang orang." Ucap Billy kesal.
"Maaf mas buru-buru. Oh ada kamu Ton, gimana Kabar?." Tanya Farel sambil menyalami Anton.
"Baik Rel." Jawab Anton.
"Kamu kesini pasti ada urusan yang bersangkutan dengan Maudi kan?." Tanya Farel.
"Iya." Jawab Anton singkat.
"Kenapa sih wanita itu gak ada capek-capeknya gangguin orang." Ucap Farel kesal.
"Ya mungkin hobinya mungkin Rel." Ucap Rico.
"Ya sudah Ton aku minta tolong suruh anak buah mu menjaga Ayana dan Nata kemana saja saat mereka tidak bersama kami." Ucap Billy kepada Anton.
"Dan mulai sekarang Nata dan Ayana kemana saja harus diantar supir. Dan kamu bilang sama Nata untuk sementara jangan menyetir sendiri kalau gak penting-penting sekali." Ucap Billy.
"Siap pak bos." Ucap Farel.
"Ya sudah kalau gitu saya pamit dulu pak. Rel, Ric aku balik tugas dulu." Ucap Anton berpamitan dan langsung keluar dari ruangan Billy.
Setelah Anton pergi, Billy pun langsung kembali duduk di kursi kerjanya untuk untuk memeriksa beberapa berkas yang akan di serahkan kepada Farel dan Rico.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA