
Beberapa hari setelah itu. Aron juga ikut memantau keadaan di lokasi shooting, dia yang semula tidak pernah pergi perihal pekerjaan seperti ini. Sekarang dia sendirilah yang ikut andil atas kerja sama salah satu cabang perusahaan milik nya yaitu Veteran Entertainment dan perusahaan media cetak tempat Hana bekerja.
"Kevin, mulai hari ini aku akan ikut pergi ke lokasi shooting. Tolong kau persiapkan segalanya," ucap Aron pada Kevin.
"Baik tuan muda, aku akan mempersiapkan nya," jawab Kevin.
Sepanjang perjalanan Kevin memperhatikan tuan nya tersebut, dia sedikit bingung akan perubahan raut wajah tuan nya hari ini yang sedikit ceria. Bahkan tidak jarang menunjukkan senyum manisnya
Sungguh diluar dugaan biasanya tuan muda tidak pernah pergi perihal pekerjaan seperti ini, lalu hari ini dia sendiri yang akan pergi. Ada apa dengan pikiran tuan muda, sampai-sampai ingin pergi juga? Apa otaknya sedikit konslet ya?
"Kevin kenapa kau memperhatikan aku seperti itu? Apa ada yang salah dengan ku?" tanya Aron sambil memicingkan mata nya.
"Tidak tuan, aku hanya heran saja. Biasanya tuan muda tidak pernah pergi perihal pekerjaan seperti ini lalu hari ini tiba-tiba tuan mau pergi," ucap Kevin sembari menundukkan kepalanya.
Melihat Kevin bertanya seperti itu Aron hanya menghembuskan napas nya.
"Aku ingin bertanya padamu Kevin, aku ini siapa?" tanya Aron
"Tentunya anda adalah tuan saya sekaligus bos perusahaan terbesar saat ini," ucap Kevin bersemangat.
"Lalu aku tanya sekali lagi, kau ini siapa?"
"Aku Kevin, dan aku adalah bawahan tuan muda yang paling setia. Saat ini dan seterusnya," jawab Kevin lebih bersemangat.
"Nah kau sudah tahu, bahwa aku tuan mu dan kau bawahan ku. Jadi selaku tuan mu, terserah apa yang ingin aku lakukan dan kerjakan. Dan kau jangan banyak tanya lagi," ujar Aron tegas dan penuh penekanan.
Kevin yang mendengar hal tersebut, hanya bisa tertunduk lebih dalam dan menelan saliva nya. Dia merasa bersalah kenapa dia harus bertanya mengenai hal itu kepada tuan nya, jika tahu Aron akan membuat nya terdiam seperti patung.
Karena pada prinsipnya. Berdasarkan aturan apapun, yang dikatakan Aron akan selalu benar.
******
Dilain tempat terlihat Hana yang sudah berada di lokasi shooting, dia juga terlihat bersemangat. Apalagi film ini di angkat dari cerita novel milik nya, sudah pasti dia akan turut andil pada proses pembuatan film tersebut.
__ADS_1
"Nona Hana ternyata anda sudah datang?," seru seseorang kepada Hana.
"Wah tuan Kevin ternyata itu kau, iya aku sudah sampai. Oh, iya bisakah aku hanya memanggil mu Kevin. Karena aku pikir kau terlihat lebih muda ketimbang aku," ucap Hana yang bertanya.
"Baiklah jika itu kemauan nona boleh saja, tapi aku tetap memanggil anda dengan sebutan nona Hana ya? Karena aku sudah terbiasa." Kevin sambil tersenyum.
"Oke" Hana sambil mengganguk.
Tidak jauh dari dari tempat Hana dan Kevin bicara, terlihat seseorang sedang menatap mereka dengan intens.
Huh! Bisa-bisanya mereka terlihat lebih akrab, dan mengabaikan ku. Padahalkan aku bos nya disini.
Pria itupun mulai mendekati Hana dan Kevin.
"Kevin, apakah kau sendirian saja kesini?" ucap Hana.
"Tidak kok, aku kesini malah bersama tuan muda. Dia kebetulan hari ini mau ikut kesini, hehe."
Tiba-tiba.
"Hah. Tuan muda anda rupanya, lihat inilah nona Hana tuan, yang aku ceritakan beberapa waktu yang lalu," ucap Kevin seraya menunjuk Hana.
Hana yang mendengar tersebut langsung menundukkan kepala ingin memperkenalkan diri, sampai saat dia mengangkat kepalanya ...
Deg...
Deg...
Deg...
"Nona Hana, ini tuan ku. Nama nya tuan muda Aron Atalla, sekaligus penerus perusahaan milik keluarga Atalla," ucap Kevin pada Hana.
Aron? Bukankah pria itu ... tidakkk, ternyata dia tuan muda Aron yang terkenal itu. Dia juga yang jadi teman kencan ku saat itu dan kini dialah yang akan bekerja sama denganku. Arghhhh ... lama-lama aku bisa gila.
__ADS_1
Melihat ekspresi Hana yang sedikit terkejut Kevin merasa aneh. Sedangkan Aron hanya terkekeh dalam hatinya.
Kena kau Hana.
"Hai, nona Hana. Seperti nya aku pernah melihat mu, apa mungkin perasaan ku saja?" ucap Aron yang kemudian mendekati Hana.
"Benarkan nona Hana?" lanjut ucapan Aron, yang berbisik di telinga Hana.
Hana yang mendengar bisikan tersebut, bak merinding mendengar suara Aron.
"Wah, ternyata sebelum nya tuan muda dan nona Hana sudah saling kenal. Itu bagus berarti kerja sama ini akan berjalan dengan lancar," Kevin berucap riang tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua.
Mengetahui hal tersebut Hana langsung bicara.
"Seperti nya aku harus pergi dulu, banyak yang harus aku lakukan disana," ujar Hana yang ingin segera meninggalkan Aron.
Tanpa aba-aba apapun Hana yang ingin melangkahkan kakinya, Aron yang dibelakang nya langsung saja mensejajarkan kaki dia dan kaki Hana. Dan terlihat seperti mereka sedang berjalan berduaan.
"Aku pikir, kita harus jalan bersama. Soalnya aku tidak tahu tempat ini, nona Hana bisa membantuku kan?," Aron berbicara dan terlihat menyeringai kepada Hana.
"Bukannya ada Kevin? Tuan muda Aron dengan dia saja," jawab Hana yang sedikit gugup.
"Kevin itu bawahan ku, dia akan selalu berada dibelakang ku. Jadi biarkan dia mengekori kita dari belakang," ujar Aron yang merasa benar.
Lelaki ini kenapa? Aron apa maumu. Ya Tuhan apa dia mau balas dendam gara-gara aku menjadi wanita yang salah dikencani nya. Nasib mu sungguh buruk Hana.
Aron dan Hana yang berjalan sejajar dan di ekori oleh Kevin dari belakang, terlihat seperti sepasang suami-istri. Dimana Kevin seperti anak mereka yang harus mengekori orang tua nya.
Akukan bukan anak kecil lagi, kenapa harus mengikuti mereka dari belakang sih. Huh!
******
Bersambung....
__ADS_1
Sabar ya dedek Kevin, ini semua ujian 😂 harus nurut sama orang tua 🙃