Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Makan Malam


__ADS_3

Akhirnya Aron sudah menyelesaikan pekerjaan nya. Meski dia merasa malas untuk pulang kerumah, apalagi hanya untuk makan malam, ditambah ketika dia tahu makan malam kali ini akan ada Sena. Tidak tahu apa yang akan direncanakan wanita itu saat makan malam nanti, yang pastinya Aron sudah memikirkan sesuatu.


Selang beberapa waktu kemudian mobil Aron telah terparkir di rumah mewah milik keluarganya. Ketika keluar mobil, dari kejauhan dia melihat Adiknya dan Sena sedang bersama di pekarangan rumah.


"Wanita itu benar-benar cerdik, dia mendekati Sisil pasti hanya untuk mengambil hatinya," Aron berjalan keluar dari mobilnya dan berhenti sejenak saat di depan pintu, "Tidak semudah itu Sena, kau akan menyerah nantinya."


Ibu Aron yang sedang duduk di sofa ruang tamu tersenyum melihat putra nya telah pulang.


"Aron anakku ternyata sudah pulang, apa kau tadi sudah melihat Sena? Dia sedang bersama adik mu sekarang."


"Iya Bu, aku lihat tadi mereka sedang bersama," jawab Aron malas.


"Hei. Kau ini kenapa nak, wajah mu tidak senang begitu? Seharusnya kau langsung menghampiri mereka saja, jangan langsung masuk ke rumah," ucap ibu Aron, "Lihat Sisil, dia sudah mulai akrab dengan Sena. Ini bukti bahwa Sena orang yang ramah dan menyenangkan."


Aron yang mendengar perkataan ibunya hanya bisa memasang wajah kecutnya, dia sangat tahu adiknya sangat tidak mungkin mudah akrab dengan wanita seperti Sena. Pasti adiknya punya maksud tertentu kenapa dia terlihat akrab dengan Sena.


"Aku sangat lelah hari ini Bu, pekerjaan ku sangat banyak. Aku mau ke kamar, mandi dan ganti pakaian dulu."


Nyonya Atalla selaku ibu Aron hanya bisa memahami kondisi anaknya saat ini, dia pun tidak memaksa Aron karena melihat Aron yang sangat letih.


Belum apa-apa ketika Aron sudah pergi menuju kamar, Sena mendekati nyonya Atalla.


"Tante, aku lihat mobil Aron sudah terparkir di depan rumah. Apa tadi Tante melihatnya?" Tanya Sena.


"Iya, dia tadi sudah pulang. Tetapi sudah menuju kamarnya, katanya mau mandi dan ganti baju dulu," jawab nyonya Atalla pada Sena.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan menuju kamarnya, mungkin saja dia sudah selesai mandi dan berganti baju," Sena terlihat ingin melangkah kan kakinya menuju kamar Aron.


"Jangan Sena. Tante bukan kenapa-napa, Aron anak Tante itu sangat tidak suka seseorang masuk ke kamarnya apalagi seorang wanita, bagi Aron itu sama dengan mengganggu privasi nya," tungkas nyonya Atalla.


"Padahalkan aku ini calon istrinya, kenapa tidak boleh? Aku rasa semua pasangan harus saling mengenal lebih satu sama lain," Sena yang sedikit membela diri, "Dan juga seharusnya tidak ada privasi antara Aron dan aku."


Sisil yang sedari tadi yang juga berjalan membelakangi Sena mendengar semua percakapan ibunya dan wanita itu.


"Ckckck, calon istri? Tunangan saja belum, kak Aron juga belum sepenuhnya menyetujui perjodohan ini. Dia kan hanya mau mengenal dulu wanita ini, jika sifatnya seperti ini mana mau kak Aron menikah dengan nya?" Gumam Sisil pelan agar tidak didengar Sena.


"Untuk apa juga pergi ke kamar pria sembarangan, seperti wanita liar saja tidak tahu malu," Sisil melanjutkan perkataannya tadi.


*****


"Nak ...," Pak Hardi mengejutkan anaknya tersebut.


"Ayah, kau mengejutkan ku saja," Sena memelototi matanya karena ulah ayah nya tersebut.


"Hehe, maaf. Lagian pula kau sok serius sekali seperti mengabaikan orang sekitar saja," ucap ayah Hana.


"Aku ini sedang sibuk, lihat aku sedang memilih barang di aplikasi belanja online. Aku ingin membeli hadiah untuk seseorang." Hana menjelaskan kepada ayahnya.


"Pasti untuk Victor kan?" ayah Hana langsung tahu anaknya ingin membeli hadiah untuk siapa.


"Ayah tahu darimana? Atau jangan-jangan dari paman Anton? Aku kira, aku yang ingin langsung memberi tahu ayah. Ternyata ayah sudah tahu," ucap Hana.

__ADS_1


"Ya iyalah, mana mungkin ayah tidak tahu. Pastinya Anton akan memberitahu ayah atas kepulangan anaknya Victor," Pak Hardi yang juga menjelaskan, "Lagian ayah dan Anton sudah lama berteman, dan kau juga sudah saling akrab dengan Victor. Hal seperti ini mudah saja ayah tebak."


Hana hanya menganggukkan kepalanya.


"Ayah dan Paman Anton memang sahabat terbaik, aku dan kak Victor pasti juga akan menjaga pertemanan ini dengan baik."


"Tentunya sedari dulu Anton salah satu sahabat terbaik ayah," ucap Pak Hardi.


"Salah satu? Selama ini hanya paman Anton yang sangat dekat dengan ayah, berarti selain itu apa masih ada lagi?" Hana menanyakan hal itu pada ayahnya, karena selama ini dia hanya mengenal Paman Anton sahabat terbaik ayahnya.


"Ahh ..., ayah belum pernah ceritakan pada mu ya? Sejujurnya ayah mempunyai dua sahabat terbaik, salah satunya Anton yang satunya mungkin sudah jarang bertemu dan sangat sibuk. Tapi bagi ayah dia tetap sahabat terbaik ayah."


"Aku iri dengan ayah, sedari dulu sampai sekarang tetap bertahan hubungan persahabatan nya. Ngomong-ngomong siapa sahabat ayah yang satu lagi?" tanya Hana menyelidik.


"Nanti kau juga akan tahu, karena dia adalah orang hebat di negeri ini. Berkat dia juga ayah bisa melanjutkan pendidikan ayah saat itu," Pak Hardi menunjukkan wajah sendu nya, "Ayah juga sangat merindukan nya, mungkin nanti jika bisa bertemu. Ayah ingin banyak berbincang dengan nya, nanti ayah juga akan kenalkan dengan mu."


Siapapun itu pastinya dia seseorang yang sangat berarti bagi ayah, meski ayah orang yang terkadang memiliki tingkah konyol. Tapi ayah adalah orang yang sangat baik, dan wajar jika orang-orang disekitarnya sekaligus sahabat nya sendiri sangat menyayangi nya.


Hana mengucapkan nya dalam hati.


"Baiklah nanti aku juga ingin mengenal sahabat ayah itu, aku tidak sabar ingin bertemu dengan nya," Hana bersemangat atas ucapannya.


******


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2