
Pagi itu Billy dan Ayana tertidur nyenyak setelah sholat shubu, karena malam harinya mereka main hingga hampir shubu yang membuat mereka kelelahan. Usia kandungan Ayana sudah menginjak tujuh bulan. Pada usia kandungan itu mual dan muntah sudah tidak dialami lagi oleh Ayana.
Ayana mulai membuka matanya yang silau karena cahaya matahari masuk dari celah korden kamarnya. Ayana mengambil HPnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
"Astagfirulloh, mas bangun sudah siang." Ucap Ayana yang mencoba melepaskan pelukan Billy.
"Bentar sayang mas masih ngantuk." Ucap Billy yang mempererat pelukannya.
"Bukannya hari ini kita harus menyiapkan untuk acara tujuh bulanan besok." Ucap Ayana.
Billy duduk dan merenggangkan badannya. "Semuanya kan sudah ada yang ngurus kenapa harus repot." Ucap Billy sambil menggaruk-garuk kepala nya.
"Iya aku tahu mas, tapi kita kan harus mantau juga." Ucap Ayana yang langsung berjalan kearah kamar mandi.
"Aku mandi dulu habis itu aku siapkan makanan buat mas."
"Iya sayang." Ucap Billy yang kembali tidur.
Tak lama kemudian Ayana keluar dari kamar mandi dilihatnya Billy masih tidur dengan nyenyak. Ayana mencoba membangunkan dan memaksanya untuk mandi dengan merayuan dan sedikit rengekan yang membuat Billy langsung menuruti Ayana.
"Mas aku keluar dulu ya. Nanti kalo sudah selesai mandi dan memakai baju buruan keluar." Ucap Ayana.
"Iya sayang." Ucap Billy dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Ayana langsung keluar kamar, saat akan menuju dapur dilihatnya diruang tengah ada Pak Hermawan dan Ibu Tika yang sedang bersantai menikmati tehnya. Ayana menghampiri mereka untuk menyapa dan meminta maaf.
"Pagi ma, pa. Maaf Ayana telat bagun." Ucap Ayana dan langsung duduk disebelah Ibu Tika.
"Gak apa kok." Ucap Ibu Tika santai.
"Billy mana Aya?." Tanya Pak Hermawan sambil meminum tehnya.
"Mas masih mandi habis gini juga keluar pa." Jawab Ayana.
"Buruan sana makan kasihan cucu oma, kamu belum sarapan bukan." Ucap Ibu Tika sambil mengelus perut Ayana.
Ayana menganggukkan kepalanya dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk dirinya dan Billy.
"Pagi ma, pa. Billy sarapan dulu ya." Ucap Billy.
Pak Hermawan dan Ibu Tika hanya mengangguk menjawab ucapan anaknya.
Setelah selesai sarapan Billy dan Ayana bergabung dengan Pak Hermawan dan Ibu Tika duduk diruang tengah sambil berbincang.
"Gimana persiapan untuk besok?." Tanya Ibu Tika.
"Alhamdulillah, semua sudah siap." Ucap Billy.
__ADS_1
"Ya sudah kalau siap semua." Ucap Pak Hermawan.
**********
Acara tujuh bulanan Ayana diadakan di kediaman Pak Hermawan, tamu yang di undang pun lumayan banyak. Isi acara tujuh bulanan hanya pengajian dan ceramah agama yang di bawakan oleh salah satu ustad terkenal di Surabaya.
Acara berlangsung mulai dari pukul delapan hingga pukul satu siang. Tepat pulul satu tamu sudah pulang, tinggal beberapa orang yang masih ada di kediaman Pak Hermawan untuk membersihkan rumah.
"Alhamdulillah. Acara lancar ya mas." Ucap Farel yang langsung duduk diantar Ibu Tika dan Nata.
"Ya Alhamdulillah semoga sampai hari persalinan dilancarkan." Ucap Billy.
"Amin." Ucap semuanya.
"Kamu kapan Rel kasih mama cucu juga?." Tanya Ibu Tika.
"Tenang ma, secepatnya Farel setiap hari usaha kok, benar gak Nat." Ucap Nata sambil menaik turunkan alisnya.
"Apaan sih mas." Ucap Nata mencubit lengan Farel.
Mereka semua tertawa melihat tingkah dan candaan Farel.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA.