Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Eps 89...


__ADS_3

Setelah Anton melihat dan memembaca berita yang ada diinternet, dia pun sedikit terkejut dan berfikir.


"Menurut mu gimana Ton?." Tanya Billy.


"Kita ikuti saja permainannya. Sebenarnya hari ini saya mau memberitahukan bahwa Maudi dan Radit bertemu, ternyata mereka bermain cepat. Pak Billy tenang saja saya sudah meminta anak buah saya untuk menghapus berita yang ada di internet itu dan pastikan ibu Ayana tidak melihat atau mengetahuinya." Ucap Anton.


Billy hanya menganggukkan kepalanya.


"Oh iya pak, sepertinya pak Radit ingin menghancurkan perusahaan dan membuat perusahaan baru, karena ada beberapa karyawan yang sudah direkrut dan pindah ke perusahaan baru miliknya." Ucap Rico.


"Ya Alloh, apa yang ingin dia lakukan. Padahal perusahaan Hermawan group ini Papa dan om Edo yang merintisnya dari Nol, apa om Edo tahu?." Tanya Billy sambil memijat pelipisnya.


"Setahu saya Pak Edo belum tahu tentang hal ini." Ucap Rico.


"Ya sudah, sesuai dengan rencana awal kita ikuti permainan mereka dan kita akan buat mereka mengakui semua perbuatan mereka." Ucap Billy sambil menahan amarahnya.


"Siap pak." Ucap Rico dan Anton bersamaan.


"Ya sudah kalau gitu saya pergi dulu, kalau ada hal penting saya akan langsung melaporkannya." Ucap Anton pergi dari ruangan Billy setelah berpamitan.


Setelah Anton pergi Billy dan Rico mulai membuat rencana untuk Maudi agar mau mengakui semua apa yang telah dia lakukan.


"Gimana menurut rencana ku ini Ric?." Tanya Billy.


"Kalau menurut ku jangan langsung kita buka, pelan-pelan saja pak, lihat gimana reaksinya kalau memang sikap nya masih seperti ini baru kita ambil tindakan tegas." Ucap Rico menyampaikan idenya.


"Ok aku ikuti rencana mu, kalau gitu kamu hubingi Maudi, managernya dan juga asistennya." Perintah Billy.


"Siap bos." Ucap Rico yang langsung menghubungi mereka semua.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian Maudi, manager dan asistennya sudah datang ke kantor dan berada di dalam ruangan meeting. Tak lama kemudian Billy dan Rico masuk ke dalam ruangan itu.


"Selamat pagi semua." Ucap salam Billy kepada mereka semua.


"Pagi pak." Ucap manager dan asisten Maudi bersama.


"Silahkan duduk." Ucap Billy mempesilahkan duduk.


Billy menarik nafas panjang melihat tingkah Maudi yang membuat Billy sangat jengkel dan muak melihat muka Maudi.


"Gimana kabar pak, bu?." Tanya Billy memulai basa basi.


"Kami bai-baik saja pak Billy." Jawab manager.


"Ehem...., apa kamu sudah lupa dengan ku Bill sampai-sampai kamu tidak menyapa dan melihat ku." Ucap Maudi dengan nada manja nya.


"Hey, Maudi gimana kabar mu? apa kamu sudah puas dengan pemberitaan di internet hari ini?." Tanya Billy dengan nada kesal dan tanpa basa basi lagu.


Billy memberikan kertas yang berisi berita yang ada di internet. Mereka pun langsung menerima dan melihatnya.


"Pak Ciko selaku manager Maudi, saya sudah pernah memeringatkan berulang kali untuk menjaga artis bapak agar dia tidak berbuat yang aneh-aneh terhadap keluarga saya. Lihat apa yang sudah dia perbuat menyebarkan berita yang tidak ada buktinya." Ucap Billy kesal.


"Memang kamu ada buktinya kalau aku yang menyebarkan, aku sama sekali gak tahu tentang berita ini dan aku juga merasa dirugikan karena berita ini." Ucap Maudi yang memulai aktingnya.


"Kamu......." Ucap Billy yang langsung ditahan oleh Rico.


"Maaf pak Ciko saya mewakili pak Billy meminta anda dan artis anda bu Maudi untuk mengklarifikasi tentang berita ini, kalau memang dari pihak bapak tidak mau kami akan membatalkan semua kontrak kerja dengan agensi anda." Ucap Rico tegas.


"Sebenarnya saya tidak mau ada kejadian seperti ini pak, cuma karena salah satu artis bapak yang berbuat masalah seperti ini jadi agensi dan artis lainnya menjadi imbasnya." Ucap Billy sedikit pelan.

__ADS_1


"Baik pak hari ini kami akan mengklarifikasi tentang berita ini dan kami benar-benar mohon maaf tentang hal ini." Ucap pak Ciko.


"Baik pak saya tunggu berita tentang klarifikasi sampai jam tiga sore ini." Ucap Billy.


"Baik pak kami permisi dulu dan sekali lagi saya mohon maaf." Ucap pak Ciko.


Saat pak Ciko, asisten Maudi dan Maudi hendak pergi. Billy meminta Maudi untuk tinggal karena ada yang ingin dibicarakan.


"Ada apa lagi, kau sudah puas. Aku sudah katakan bukan aku yang yang menyebarkan dan aku gak tahu tentang ini." Ucap Maudi dengan keras.


"Benar kamu gak terlibat?." Tanya Billy sambil melempar foto Maudi dengan Radit sedang bertemu.


Maudi terkejut tetapi dia tetap tenang agar tidak ketahuan.


"Apa kamu bisa jelaskan sedang apa kamu dengan Radit?." Tanya Billy.


"Ini?. Kenapa kamu gak tanya sama Radit sendiri?." Jawab Maudi santai.


"Kamu....." Ucap Billy yang mulai kesal.


"Ok.... aku bertemu dia, karena dia meminta ku untuk menjadi model, kalau kamu gak percaya ini lihat dan kamu bisa tanya sendiri Radit." Ucap Maudi dengan senyum liciknya.


Billy dan Rico melihat proposal kerja sama dan mereka berdua hanya diam.


"Ok kali ini kamu bisa lolos, tapi ingat kalau sampai aku tahu kamu terlibat dan masih mengganggu Ayana aku gak akan tinggal diam." Ancam Billy.


"Terserah kamu." Ucap singkat Maudi dan langsung keluar dari ruangan meeting.


Setelah Maudi pergi Billy meminta Rico untuk menghubungi Anton untuk memeriksa dan menyelidiki tentang apa yang dikatakan oleh Maudi.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2