
Seketika Hana yang sedari tadi duduk sendirian, tiba-tiba di hampiri seorang pria yang dia kira teman kencan nya. Hana terlihat gugup dan kebingungan, dia hanya berpikir bagaimana memulai pembicaraan ini.
Aku rasa harus berinisiatif menyapa nya terlebih dahulu.
“Hai aku Hana, akhir nya kamu datang juga,” ucap Hana dibarengi senyuman manis nya.
Hana? Apa lagi ini, Sena dan Hana nama itu memang agak mirip. Jangan bilang dia memakai nama itu hanya untuk formalitas saja? Apa itu nama panggilan dari teman-teman nya? Hei, atau yang lebih parah nama itu digunakan nya untuk menggoda para pria bahkan mungkin untuk mengujiku. Baiklah nona Sena, oh iya nona Hana kita lihat seberapa jauh kemampuan mu.
“Iya, nona Hana sebelum nya aku meminta maaf jika agak telat. Dan perkenalkan aku Aron,” Aron membalas sapaan Hana dan juga menunjukkan senyum terbaik nya.
Aron? Bukankah nama nya Baron, dia hanya menghapus satu huruf dari nama nya. Mungkin saja itu nama panggilan nya, lagi pula nama Aron jauh lebih baik ketimbang Baron melihat wajah dan tampilan nya yang cocok dengan nama tersebut. Hehe, Hana kau sungguh beruntung.
Sungguh konyol tapi nyata, bagaimana bisa mereka tidak saling mengenal satu sama lain sebelum nya. Jika tidak pernah melihat wajah sebelum itu, setidak nya mereka harus tahu dari foto bukan? Ini benar-benar pertemuan yang mengejutkan.
Tidak beberapa lama setelah saling menyapa satu sama lain, kedua nya tampak terlihat saling diam. Aron yang biasa nya dengan mudah berkata sesuatu kali ini terlihat kaku, melihat Hana yang jauh dari perkiraan nya.
“Ehem … Nona Hana kamu telah lama menunggu ku. Apa kamu sudah memesan makanan? Aku pikir kamu belum memesan makanan, terlihat di meja tidak ada ada satupun makanan yang kamu pesan? Apa perlu aku saja yang pesankan ku dengar makanan disini sangat terkenal dan lezat, lebih baik mencoba nya,” Ucap Aron kepada Hana.
Aku bukan tidak ingin memesan makanan, aku tahu restoran ini ini sangat terkenal. Tapi aku ingat saran Silva sebelum aku kesini, jika teman kencan ku belum datang sebaik nya aku jangan dulu memesan makanan. Dan jika aku memesan makanan disini sungguh dengan melihat harga nya membuatku ingin menjual ginjal saja. Kenapa mahal sekali. Huhu…
“Pesan makanan ya? Aku pikir lebih baik menunggu tuan Aron datang untuk memesan makanan, agar bisa makan bersamaan,” Kata yang keluar dari mulut Hana dengan sedikit tersenyum.
Wanita ini sungguh membuat ku semakin tertarik masuk ke permainan nya. Hei, jangan bilang kau menjaga sikap mu dengan berkata seperti itu. Itu hanya terlihat konyol nona Hana.
“Aku rasa kau juga sudah lapar, silahkan pesan apa saja yang kau mau,” ucap Aron yang menawarkan hal itu pada Hana.
“Pelayan!” Seru Aron pada salah satu pelayan restoran.
“Ada yang bisa saya bantu tuan?”
“Tolong perlihatkan menu restoran ini pada kami, aku dan nona ini ingin memesan makanan.”
“Baik tuan, ini menunya. Silahkan pilih apa yang anda dan nona ingin pesan.”
Pelayan itu menunjukkan menu tersebut kepada Aron dan Hana. Di lihat dari ekspresi nya, Hana terlihat menelan air liur nya. Dia sungguh berpikir apakah makanan yang lezat itu dapat dia pesan semua.
Wah sungguh semua menu ini terlihat enak, tapi apa yang harus aku pesan? Ingin mencoba semua nya tapi itu tidak mungkin, malahan aku akan membuat nya bangkrut jika memesan semua nya. Ya sudahlah aku pesan daging Steak dan Pasta saja. Minuman nya aku samakan saja dengan yang dia pesan.
Setelah memesan makanan dan tinggal menunggu makanan datang, Aron terlihat memperhatikan Hana.
Jika dilihat lebih dekat dia memang menarik, menggunakan pakaian yang sesuai dengan tubuh nya, kulit nya yang putih, hidung yang mancung, mata yang berbinar, bahkan rambut panjang yang bergelombang. Membuat nya terlihat seperti sesuatu yang tidak bisa ku deskripsikan. Apalagi raut wajah nya yang polos, terlihat tidak ada kebohongan sedikit pun. Berbeda dengan wajah Sena yang aku pikirkan sebelum nya. Oh, tidak Aron bisa saja dia sedang menipumu dengan memasang wajah polos itu.
Sampai dia mengucapkan sesuatu, demi membuyarkan pikiran nya tersebut.
“Nona Hana apa kau memang menyukai karbohidrat dan lemak? Aku pikir wanita sepertimu lebih banyak menjadi vegetarian dan akan banyak memakan sayuran demi menjaga kesehatan. Tapi tadi kau malahan memesan Steak dan Pasta,” Ucap Aron sambil menupang dagu dengan kedua tangan nya.
“Jujur aku tidak terlalu suka makan sayur, karena bagi ku daging itu adalah makanan terlezat yang pernah ada,” ujar Hana tersenyum sumringah.
Bagian mana yang aku lewatkan berdasarkan informasi, Sena sangat menjaga kesehatan dan bentuk tubuh nya, yang berarti sangat tidak jarang mengetahui bahwa dia seorang vegetarian. Sena oh, atau Hana kau membuat ku benar-benar ingin menguji mu.
“Tuan Aron? Kenapa kamu diam dan tersenyum sendiri, apa ada yang salah? Apa perlu aku memesan salad agar terlihat menyukai sayuran,” Hana hanya mengernyitkan dahi nya.
__ADS_1
“Tidak usah, nona adalah wanita pintar jadi aku pikir bisa saja kau suka makan sayur-sayuran ya semacam salad. Sehingga kau terlihat pintar,” Ucap Aron memuji tapi tersirat maksud yang lain.
Jadi begitu maksud nya. Aku tahu memang banyak yang memuji ku pintar, melihat sudah banyak karya tulis novel yang aku buat. Mungkin begitulah maksud tuan Aron.
“Tuan Aron bisa saja, aku tidak terlihat sepintar yang tuan bayangkan,” Hana sedikit merendah.
“Benarkah? Aku pikir nona Hana wanita yang sangat pintar, di kagumi banyak pria dan memiliki banyak teman bukankah itu menguntungkan,” Aron terlihat mengucapkan hal itu dengan nada yang menyindir tapi seakan terlihat kagum.
Seperti nya aku pernah mendengar hal serupa, tapi dimana ya? Hah, itukan seperti ucapan paman Joe pada ku saat di kantor. Wah apa pria ini juga berpikir seperti paman Joe? Gawat.
“Maksud tuan apa ya? Aku tidak mengerti.”
“Aku tidak ingin mengatakan hal ini sebenar nya, tapikan aku sudah bilang pasti banyak pria yang mengejar nona. Apa kau pernah tertarik diantara pria tersebut dan apakah kau pernah bercinta nona Hana?”
Aron mengucapkan hal tersebut dan sedikit mendekati wajah Hana. Dia terlihat memasang senyum Evil nya, sedangkan Hana yang di tanya hanya diam sambil beberapa kali mengedipkan mata.
“Ber-bercinta? Tuan aku sungguh tidak paham akan hal itu, apa maksud nya tuan menanyakan hal itu? Sedangkan aku sendiri baru pertama kali ini berkencan dengan seorang pria. Mana mungkin aku pernah melakukan hal seperti itu,” Hana terlihat menjawab pertanyaan tersebut sambil menunduk dia sungguh tidak habis pikir akan pertanyaan Aron.
Dia tidak berbohong? Ini kencan pertamanya, Sena yang aku dengar sudah banyak berkencan dengan banyak pria. Mana mungkin kali ini dia mengatakan hal seperti itu. Hana sebenar nya orang seperti apa kau? Aku tidak suka jika kau berbohong. Sebaik nya aku iyakan saja dulu.
“Nona Hana bukan maksud ku untuk menyinggung mu, aku hanya bertanya seperti itu hanya untuk meyakinkan bahwa kau wanita yang baik-baik dan tidak mungkin melakukan hal yang aneh,” Ucap Aron sembari tersenyum, untuk meyakinkan Hana bahwa hal itu tidak benar.
Hana yang kemudian mengangkat kepala nya, kembali tersenyum dan yakin akan ucapan Aron bahwa itu hanya pertanyaan biasa saja.
Hidangan pun telah sampai, mereka menyantap makanan masing-masing. Setelah selesai makan, mereka tampak lebih diam. Hana berpikir ini juga sudah hampir larut malam, dia memutuskan sebaik nya untuk cepat pulang ke rumah.
“Tuan Aron hari sudah mulai larut malam, sebaik nya aku segera pulang ayah dan ibu ku pasti sudah menunggu lama. Soal nya aku tidak pernah pulang terlalu malam, jikapun terjadi itu pasti perihal pekerjaan.”
“Jadi kau sudah mau pulang? Aku pikir akan mengajak mu ke tempat lain, jika kau ingin.”
“Baiklah kalau begitu, aku akan mengantar mu pulang. Tidak baik seorang wanita pulang sendirian di jam seperti ini.”
Hana mengiyakan ucapan Aron, dia tidak dapat menolak.
Didalam mobil pun mereka kembali terlihat saling diam hanya ada keheningan sampai Aron bertanya sesuatu.
“Nona aku ingin bertanya, apa hobi mu?” Ucap Aron memecahkan keheningan.
“Aku sangat suka menulis, bahkan sampai menulis beberapa novel. Bagiku tulisan itu adalah candu, jika sebuah tulisan tidak terselesaikan rasa nya aku seperti orang gila. Karena sejak sekolah aku sudah suka menulis. Lalu apa tuan punya hobi?”
“Aku tidak tahu apa hobiku, karena sungguh aku terlalu mudah bosan dengan satu hobi. Haha,” Aron tampak tertawa dengan jawaban nya sendiri.
Belum sempat melanjutkan pembicaraan Hana menyuruh Aron untuk menghentikan mobil nya, karena sudah mau sampai dekat rumah Hana.
“Tuan sebaik nya aku turun disini saja, soal nya rumahku tidak jauh lagi dari sini.”
“Benarkah? Apa tidak perlu aku mengantar mu sampai rumah dan bertemu ayah, ibumu.”
“Aku rasa tidak perlu, lagian mereka mungkin sudah istirahat. Sebaik nya tuan juga pulang dan beristirahatlah. Tuan juga sudah banyak bekerja, dan malam ini langsung pergi kencan dengan ku aku jadi tidak enak hati akan hal itu,” Hana tersenyum manis dengan mengakatan hal tersebut.
Kenapa ini? Wajah ku sedikit memerah, sebelum nya tidak pernah ada seorang perempuan mengatakan hal tersebut. Bahkan untuk memperdulikan ku, mereka hanya akan berkata ‘Tuan Aron mari habiskan waktu bersamaku malam ini’ kata-kata itu sering ku dengar dari para wanita yang hanya memikirkan nafsu akan keinginan memiliki ku. Tapi kenapa tidak dengan dia…
__ADS_1
“Baik kalau begitu aku pulang dulu Hana, kau juga harus cepat istirahat dan menjaga kesehatan mu,” Jawab Aron.
Sepertinya mobil yang dia digunakan pernah aku lihat, tapi dimana ya?
******
Hana berjalan menuju pintu depan rumah nya sampai ponsel nya bergetar, menunjukkan adanya notifikasi.
“Hah, apa? Baru saja berpisah sebentar dia sudah mengirim pesan, wah aku fikir dia mulai tertarik dengan ku.”
Sampai…
Baron :
‘Hana maaf sebelum nya aku tidak bisa menemui mu di kencan malam ini, karena pekerjaan ku belum selesai. Akupun lupa mengirim pesan pada mu tadi, karena ponsel ku habis baterai nya. Sekali lagi maaf Hana, lain kali kita atur waktu kencan kembali.’
Apa-apaan ini? Bukankah itu tadi dia, jelas-jelas dia seperti sudah mengenalku.
TIDAK, SIAPA PRIA ITU? ARON? YA TUHAN..
Aku salah orang.
\=\=\=
Tidak lama setelah itu Aron yang juga baru sampai di rumah nya, juga mendapatkan sebuah pesan.
Ayah:
‘Aron apa yang kamu lakukan? Kenapa tega-tega nya kamu tidak jadi menemui Sena. Jelas-jelas dia sudah lama menunggu mu tapi tidak terlihat batang hidung mu. DIMANA KAU ARON?’
Lalu pesan dari siapa lagi ini? Nomor tidak di kenal.
086744****:
08.30
‘Aron kamu dimana? Ini aku Sena aku sudah lama menunggu. Kenapa kau tidak datang?’
10.00
‘Aron apa-apaan ini? Kau ingin mempermainkan ku. Aku lama menunggu tapi tidak juga kau datang. Aku sedih Aron.'
Masih banyak pesan lain nya berdatangan.
Jadi jika bukan Sena siapa wanita itu? Hana? Astaga…
YA TUHAN….
Aku salah orang.
******
__ADS_1
Bersambung….
Bijimana panjang loh buat BAB ini mumpung lagi mau nulis, jadi panjang cerita nya. Jangan lupa silahkan kasih kritik dan saran ya para pembaca terzeyeng ku. Hehe.