Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Demi Tuan Muda


__ADS_3

Seberkas cahaya yang datang menembus jendela, membuat seorang pria yang sedang tertidur pulas itu sedikit menggeliat kan tubuhnya. Matanya sedikit terbuka, seakan belum siap untuk bangun dari tidurnya.


Tangan nya terlihat masih menggenggam sebuah buku. Tidak tahu jam berapa dia tidur semalam, karena yang dia ingat semalam dia sibuk membaca buku tersebut, hingga tidak melihat jam lagi. Sampai akhirnya dia benar-benar bangkit dari tidurnya, kebiasaan pria itu jika sedang tidur pasti kancing piyama nya di buka. Hingga ketika saat ini dia bangun, nampak dada bidangnya.


"Untungnya hari ini libur, jadi aku tidak perlu terburu-buru ke kantor, dasar kau Aron," pria itu tampak memarahi dirinya sendiri, ya. Pria itu adalah Aron.


Sesaat kemudian setelah dia mandi, dan mengganti bajunya. Aron kembali duduk di atas kasur nya sembari memeriksa ponselnya, hari ini dia memutuskan untuk tidak pulang kerumah orang tuanya, bisa saja nanti dia melihat Sena kembali berkunjung.


"Sebaiknya hari ini, aku melepas penak dari mereka yang membuat ku kesal."


Ketika itu dia terlihat menelepon seseorang.


"Halo, Kevin. Kau dimana?" tanya Aron pada Kevin lewat ponsel nya.


"Oh, Tuan Muda. Saya sedang di rumah, kebetulan hari ini libur jadi saya lebih memilih berberes-beres," jawab Kevin.


"Setelah selesai, nanti kau bawa banyak makanan dan jangan lupa bawa juga bir ke apartemen ku. Kebetulan aku sedang di sini, cepat. Aku tunggu sampai 30 menit!" Perintah Aron dengan nada bicara sedikit meninggi.


"Tapi tuan ..." ucap Kevin terputus.


"Tidak ada tapi-tapi, aku sedang ingin melepas penak. Jangan melanggar perintah ku."


Panggilan itu akhirnya terputus, orang yang di telepon dan ternyata itu Kevin. Hanya bisa mematuhi perintah atasannya tersebut, dia pikir Tuan nya itu mungkin sedang dalam suasana hati yang sedikit kurang baik.


Tepat sebelum 30 menit, Kevin benar telah sampai di apartemen milik Aron. Kedua tangan nya terlihat menenteng sesuatu, dan ternyata itu adalah makanan dan bir yang Aron suruh bawakan.


"Haaahhh, Tuan ini semua yang anda inginkan," napas Kevin terlihat tidak beraturan, akibat dia harus terburu-buru menuju apartemen Tuan nya tersebut.


"Karena kau sudah disini ayo kita makan semua nya."


Wajah Kevin sedikit aneh melihat Tuan mudanya. Tidak biasanya dia banyak memesan makanan, bahkan minum bir di pagi hari. Atau Tuan nya sedang sakit?


"Duduklah, kenapa berdiri dan bengong saja," Aron yang memicingkan matanya pada Kevin.


"Baik, Tuan."


Sudah banyak makanan yang di habiskan Aron, bahkan beberapa kaleng bir sudah dia minum. Kevin tidak khawatir jika masalah Tuan muda nya banyak minum, karena Aron tipe pria yang tidak mudah mabuk walaupun banyak minum bir. Yang dia khawatirkan kenapa hari ini Aron sedikit aneh.

__ADS_1


"Tuan, boleh aku bertanya? Apa hari ini anda tidak sehat?" tanya Kevin yang sedikit memiringkan kepala nya.


"Apa aku tidak terlihat sehat? Kau mungkin yang tidak sehat Kevin."


Bukan nya mendapatkan jawaban yang pasti, Kevin hanya bisa mengangguk akan jawaban Aron.


"Kevin aku menyuruh mu kesini, hanya ingin berbagi cerita. Kau tahu sudah banyak yang aku tanggung, tapi kenapa orang tua ku tidak paham akan diriku ..." Aron menghela napasnya, lalu melanjutkan ucapannya, "Sudah aku bilang, aku tidak mau di jodohkan. Tapi mereka masih saja mengenalkan ku pada wanita semacam Sena."


Seakan mengerti, Kevin akhirnya paham kenapa Tuan nya kali ini sedikit aneh. Jikalau dia sedang banyak pikiran pasti ada sesuatu yang ingin dia cerita kan, dan itu pasti sudah di luar batas nya.


"Apa aku harus menyerah saja pada mereka? Menuruti kemauan mereka?" Aron sedikit memijat pelipisnya.


"Tuan, aku rasa seharusnya anda tidak menyerah. Karena sesuatu yang di paksakan juga tidak baik, jika anda tidak menginginkan hal itu katakan pada orangtua anda." Kevin sedikit memberi saran.


"Kau pikir semudah itu mengatakan hal tersebut? Aku juga masih memikirkan perasaan kedua orang tua, terutama ibuku," Aron yang menjawab hal tersebut, terlihat sayu saat mengucapkan ibuku.


"Saya juga tahu, tapi jika saja Tuan mencintai seseorang hal itu bisa jadi alasan untuk menghindari perjodohan tersebut. Apa Tuan tidak pernah jatuh cinta?" Kevin mengatakan hal tersebut dengan hati-hati, agar tidak menyinggung Aron.


"A-Aku, tidak bisa mengatakan hal itu jatuh cinta, hanya sekedar penasaran saja ..."


Bukan menerima sebuah pujian, Kevin yang mengatakan hal tersebut malah mendapatkan sebuah tatapan tajam dari Aron.


"Maaf Tuan muda, aku tidak bermaksud mengatakan hal tersebut, soalnya Tuan bilang begitu jadi seakan Tuan sedang mengagumi seseorang" ucap Kevin yang tertunduk.


"Aku sudah bilang, aku hanya penasaran pada wanita itu bukan berarti jatuh cinta padanya. Nanti juga aku pasti melupakannya."


"Memangnya siapa wanita itu Tuan, apa dia seorang aktris, atau seorang model, atau juga seorang wanita dari kalangan bisnis?" tanya Kevin yang penasaran.


Entah apa isi otak Kevin, belum lama mendapatkan tatapan tajam dia dengan berani nya bertanya tentang hal tersebut.


"Kau benar-benar mau mati?" Aron terlihat mengancam meskipun itu hanya ucapan saja, itu membuat Kevin bergidik ngeri, "Hana ..."


Ketakutan Kevin tadi sedikit membuat nya terkejut, bagaimana tidak setelah ucapan Aron yang sedikit mengancam. Pria itu malah mengucapkan nama seorang wanita, yang pastinya Kevin juga kenal.


"Maksud Tuan, wanita itu nona Hana."


Tidak lagi menunjukkan tatapan tajam nya, atau menuturkan kalimat ancaman. Aron hanya menyandarkan badan nya di sofa, tanpa memberikan jawaban pada Kevin.

__ADS_1


"Pergilah, aku kira dengan mengundang mu kesini akan jauh lebih baik ..." seru Aron pada Kevin.


Sama seperti tadi, Kevin hanya menuruti ucapan Tuan nya tersebut. Dia mulai melangkahkan kakinya pergi, berharap agar tuan nya lebih tenang daripada sebelumnya.


"Baik Tuan, aku pergi dulu."


"Kevin, jangan sampai kau ceritakan ke siapapun. Awas kau ya!"


Kevin mengangguk dan mengiyakan ucapan Aron.


Setelah Keluar dari apartemen milik Tuan nya tersebut, Kevin memikirkan sesuatu.


"Sebagai bawahan nya yang setia, aku pasti akan membantu mu Tuan muda. Demi kebahagiaan mu, dan demi masa depan mu,"


Gumam Kevin sendiri.


Diraih ponsel milik nya, dia mengetik pesan untuk seseorang. Entah untuk siapa, yang pasti saat ini raut wajah nya sangat bersemangat.


"Nona Hana, maafkan aku. Aku rasa ini satu-satunya cara terbaik demi tuan Muda."


******


Sebuah pesan masuk ke ponsel Hana.


Kevin :


Nona Hana, bisakah dirimu mengantar naskah yang kemarin tidak sempat kau berikan pada perusahaan. Aku dengar saat itu naskah asli mu belum kau berikan, ini demi kelancaran kerjasama kita. Sebaiknya antarkan sekarang, nanti aku kirim alamatnya.


Hana sedikit mengernyitkan dahinya, dia tahu kemarin saat di lokasi shooting lupa memberi naskah asli miliknya. Sedangkan yang diberikan merupakan naskah yang sudah disusun untuk kebutuhan film, dia pikir naskah nya tersebut sudah tidak diperlukan lagi. Tapi akhirnya dia berpikir mungkin saja benar kata Kevin.


"Lagipula hanya mengantar naskah, tidak apalah. Tapi kenapa tidak ke lokasi shooting langsung ya?" ucap Hana, "Ahh, tidak perlu di pikirkan Kevin mana mungkin berbohong


.."


******


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2