
Ayana sendiri di dalam ruang kerja Billy, dia mulai bosan dan akhirnya memutuskan untuk meminta Santi untuk menemaninya di dalam. Ayana langsung mengangkat gagang telepon dan menghubungi Santi yang ada di luar.
"Tut....tut...tut...." Suara telepon.
"Iya bu bisa saya bantu." Tanya Santai.
"Mbak Santi repot atau ada pekerjaan yang sedang dikerjakan?." Tanya balik Ayana.
"Tidak bu." Jawab Santi.
"Kalau gitu masuk ke ruangan ya mbak."
"Iya bu." Jawab Santi dengan singkat lalu meletakkan gagang telepon nya.
Tak lama pintu ruangan Billy diketuk oleh Santi dan Ayana mempersilahkan masuk kedalam. Karena merasa bosan sendirian akhirnya Ayana mengajak Santi untuk ngobrol di dalam ruangan Billy.
Mereka berdua membicarakan banyak hal tentang keadaan kantor, kehidupan Santi dan masalah kandungan serta tentang kehidupan rumah tangga. Tak terasa mereka ngobrol hampir dua jam di ruangan Billy, Santi pun meminta ijin Ayana untuk kembali ke tempat kerjanya karena ada beberapa pekerjaan yang baru masuk melalui e-mailnya untuk segera diselesaikan. Setelah Santi keluar Ayana pun masuk kedalam kamar yang berada di dalam ruang kerja Billy untuk beristirahat sambil menunggu waktu sholat Ashar.
Suara Adzan terdengar, Ayana pun langsung masuk kedalam kamar mandi, mengambil air wudhu dan langsung melaksanakan sholat.
Setelah selesai meeting Billy dan Farel langsung masuk kedalam ruang kerja, Billy melihat sekeliling ruangan tidak melihat istrinya, Billy pun langsung mencari kedalam kamar dan dilihatnya Ayana sedang menjalankan ibadah sholat. Billy menutup pintu kamarnya kembali dan berjalan menghampiri Farel yang sedang duduk disofa.
__ADS_1
Setelah selesai sholat Ayana pun langsung keluar kamar karena mendengar suara orang yang sedang berbicara didalam ruangan itu.
"Cekrek." Suara pintu dibuka.
Ayana pun langsung keluar kamar dilihatnya suaminya dan adik iparnya sedang duduk disofa, dia pun langsung berjalan menghampiri dan duduk disebelah Billy.
"Sudah selesai meeting nya mas?." Tanya Ayana.
Billy hanya menjawab dengan anggukan.
"Selamat ya Aya, kamu sekarang sudah menjadi istri dari Wakil CEO Hermawan group." Ucap Farel dengan tersenyum lebar.
"Kenapa mas, kok kelihatnya gak senang?." Tanya Ayana heran.
Billy menghembuskan nafas nya. " Bukannya aku gak senang tapi ada rasa kuranh nyaman saja." Jawab Billy.
"Apa gara-gara Radit mas?." Tanya Farel.
"Iya gara-gara itu. Ada rasa gak enak saja aku sama dia." Jawab Billy.
"Memang apa hubungannya? salah dia sendiri melakukan hal yang merugikan. Untung saja dia tidak dituntut atau di laporkan polisi mengingat Om Edo dan Papa sebagai pemegang saham terbesar dan dia cuma dipindahkan ke kantor cabang di Jogja sebagai pegawai biasa agar bisa belajar dari kesalahannya. Seharusnya dia harus tahu itu mas." Ucap Farel yang terlihat kesal.
__ADS_1
"Ya aku tahu Rel, tapi ada rasa yang mengganjal di hati." Ucap Billy.
"Ya sudah kita doakan saja mas Radit nya." Ucap Ayana.
"Oh iya sayang jalan-jalan nya kita batalin saja ya, aku ingin langsung pulang perasaan ku kurang enak hari ini." Ucap Billy sambil memegang keningnya.
"Iya mas kita langsung pulang saja, aku juga capek semuapengen langsung istirahat di rumah." Jawab Ayana.
"Ya sudah aku kembali ke ruangan ku dulu mas." Ucap Farel dan langsung berjalan keluar.
Sebelum pulang tak lupa Billy melaksanakan sholat terlebih dahulu. Setelah selesai sholat Billy menyempatkan untuk memeriksa beberapa laporan pekerjaan dan menyerahkan kepada Santi.
"Ayo sayang kita pulang." Ajak Billy.
"Sudah selesai semua?." Tanya Ayana.
"Sudah." Jawab Billy sambil menggandeng tangan Ayana.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1