Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Kerja Sama


__ADS_3

Pikiran Hana masih dipenuhi dengan kejadian yang dia alami atas kebodohan nya itu. Mengapa bisa dia dengan mudahnya mempercayai bahwa lelaki itu adalah teman kencan nya, apalagi sampai ayah dan ibunya sangat bersemangat akan kencan Hana tersebut.


Belum sampai disitu, teman nya Silva yang juga ikut andil dalam kekacaun tersebut bahkan dengan gamblang nya mengatakan itu hanya hal biasa tidak perlu dipikirkan. Dia berpikir juga itu keberuntungan Hana, bahwa lelaki tersebut mungkin lebih wow ketimbang teman kencan nya di aplikasi.


“Jadi bagaimana kau masih ingin melanjutkan kencan ini Hana? Dan lagipula teman kencan mu yang sesungguh nya juga tidak tahu apa-apa, jadi tidak masalah jika mengatur ulang kencan-mu kembali,” ucap Silva menyarankan hal tersebut kepada Hana.


“Dasar ya, teman macam apa kau ini Silva? Aku terlihat bodoh seperti ini, kau masih saja mengatakan hal tersebut,” ucap Hana yang terlihat kesal.


“Iya, iya aku tidak akan banyak bicara lagi. Kalau begitu tenangkanlah dirimu dulu, aku pergi dulu soalnya masih banyak urusan kantor yang belum aku kerjakan,” ujar Silva seraya meninggalkan Hana.


Setelah teman nya pergi Hana tetap diam dan merenungkan atas kesalahan nya. Sampai terdengar bunyi ponsel pertanda ada yang menelepon nya.


Drttttt


Drttttt


Drttttt


“Disaat seperti ini siapa lagi yang menelepon-ku sih?” ucap Hana bicara sendiri.


Terdengar suara diseberang sana, ada seseorang yang menyuruh Hana agar segera pergi ke kantor media percetakan mengingat ada janji yang mungkin Hana lupakan.


“Aduh aku hampir lupa, kalau hari ini ada janji dikantor. Sebentar lagikan akan ada proyek salah satu novel-ku yang akan dijadikan sebuah film. Bagaimana mungkin aku bisa lupa. Dasar Hana,” ucap Hana yang menggerutu akan dirinya sendiri.


Ditempat yang berbeda, terlihat orang-orang sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Ada yang sibuk mengetik, memindahkan berkas, bahkan sampai ada yang sibuk rapat.


“Baiklah untuk rapat kali ini sampai disini saja, jika ada keluhan atau kesalahan kita akan lanjutkan dirapat berikutnya.”


Beberapa orang tersebut keluar dari ruang rapat, Aron yang memimpin rapat itupun terlihat memasang wajah dingin dan tegas nya sembari ikut keluar dari ruangan tersebut.


“Tuan Aron, tunggu dulu,” terdengar seseorang memberhentikan Aron.


“Tuan maaf mengganggu, tapi ini saya membawa beberapa berkas terkait proyek film dari cabang perusahaan kita. Veteran Entertaiment.”

__ADS_1


“Oh, iya aku baru ingat kita ada proyek film ya? Ya sudah segera selesaikan, apalagi yang diperlukan? Apa dana nya masih kurang, jika mengenai hal tersebut akan aku beri cek kosong tinggal kau isi berapa yang diperlukan,” ucap Aron dengan santai nya.


“Eh … bukan masalah kekurangan dana tuan kalau masalah itu sudah sangat cukup bahkan lebih.”


“Lalu ada apalagi, bukan nya semua urusan sudah diselesaikan baik berkas dan kontrak yang diajukan sudah sesuai prosedur,” ucap Aron sambil mengangkat alis nya.


“Begini tuan, andakan selaku bos nya disini jadi pihak sana juga ingin anda memantau proyek tersebut. Apalagi proyek film ini juga banyak mendapat dukungan masyarakat, bagaimana tidak karena film ini di angkat dari salah satu novel ternama. Jadi jika ada kesalahan fatal ini akan berimbas pada kita tuan,” penjelasan dari salah satu karyawan Aron tersebut.


“Jadi itu masalah nya, tapi untuk hari ini aku tidak bisa pergi. Sebaiknya kalian yang akan pergi dan akan ditemani Kevin. Nanti dia akan melaporkan nya padaku, lain hari aku yang akan pergi,” ucap Aron memberikan jawaban kepada mereka.


“Baik tuan kalau begitu kami pergi dulu.” Sahut mereka bersamaan termasuk Kevin.


******


Sedangkan di kantor media percetakan, sudah banyak orang berkumpul untuk membahas proyek tersebut. Termasuk Hana sendiri yang menjadi salah satu, pemegang peran penting dalam proyek film ini. Tidak sengaja mata Hana tertuju pada seseorang yaitu Kevin, yang menjadi utusan perusahaan nya.


Itukan pria yang menabrak aku dan Silva saat di kedai kopi. Apa dia juga salah satu bagian proyek ini? Wah, setelah pembahasan ini selesai aku akan pergi menuju nya.


Pada akhir nya pembahasan pun selesai, Hana yang masih penasaran dengan pria tersebut mencoba untuk mendekati nya.


“Wah, iya aku ingat anda nona yang tidak sengaja aku tabrak saat itu? Oh, iya teman nona yang saat itu dimana?” ucap Kevin kepada Hana.


Huh! Tidak Silva ataupun dia sama saja, bukannya bertanya nama atau kenapa aku disini malah dia menanyakan orang lain.


“Maksud anda temanku Silva saat dikedai kopi? Dia tidak bekerja disini, soal nya kami beda kantor dan profesi. Hehe.”


“Oh, seperti itu ya. Kalau boleh tahu kenapa nona bisa ada disini?” ucap Kevin tersenyum.


Silva lelaki idaman mu benar-benar polos, masa baru menanyakan hal itu.


“Saya perkenalan dulu, nama saya Hana penulis novel yang akan ikut andil dalam proyek ini. Lalu anda kenapa bisa ada disini juga?”


“Aku lupa sebelum nya saya lupa belum memperkenalkan diri. Nama saya Kevin nona, disini saya utusan dari pihak perusahaan pembuat film yang juga akan memantau proyek ini,” ucap Kevin yang tampak tersenyum saat mengenalkan diri nya.

__ADS_1


Hana juga membalas senyum Kevin atas jawaban nya tersebut, dia tampak senang mengetahui bahwa rekan kerja proyek nya adalah orang yang diidamkan oleh teman nya Silva.


Nama nya Kevin ternyata, aku rasa Silva sangat terkejut jika mengetahui bahwa aku bertemu dengan pria idaman nya. Bahkan Silva sudah kalah telak denganku, aku sudah mengetahui nama pria ini. Pasti akan seru jika aku menjadikan ini sebagai umpan kepada Silva, inilah akibat jika teman yang selalu mengejek dan kadang tidak menolong dengan benar. Silva kali ini maaf saat ini aku yang akan mengerjaimu. Hahahahahaha.


******


Ketika Kevin pergi untuk menggantikan Aron memantau proyek tersebut, berbeda dengan Aron sendiri. Entah mengapa hari ini dia terlihat kurang bersemangat saat di kantor, dan diapun memutuskan untuk pulang lebih cepat daripada biasa nya. Jika sebelum nya dia akan sangat sibuk di kantor berkutik dengan pekerjaan nya, bahkan bisa sampai pulang sudah larut malam. Kali ini dia memutuskan untuk istirahat lebih cepat mengenai pikiran nya yang sedikit kacau.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk di ponsel nya.


“Sisil? Ada apa anak ini mengirim sebuah pesan. Tumben sekali,” ucap Aron setelah melihat pesan siapa yang masuk.


Anak Manja:


11.30


Kakkkk Aron, tolong jemput Sisil dibandara. Cepat tidak pakai lama. Kalau tidak aku adukan pada ayah dan ibu!!


Dasar anak ini bisa-bisanya mengatakan hal seperti itu, aku ini kakak nya. Bukankah dia bisa menyuruh supir untuk menjemput nya. Eh, tunggu dibandara? Berarti anak ini sudah pulang, gawat.


Tidak butuh waktu lama Aron segera menuju ke bandara, untuk menjemput adik perempuan semata wayang nya yang sekarang sedang menempuh pendidikan diluar negeri.


Sesampai nya di bandara, Aron langsung saja mencari Prisila atau sebut saja Sisil panggilan adik nya tersebut. Tidak butuh waktu lama Aron dapat langsung menemukan adik nya yang sedang duduk manis menunggu nya. Bahkan adik nya yang melihat Aron datang langsung saja melambaikan tangan ala Miss Universe.


“Kakak, sini-sini aku disini. Wah kakakku ternyata tambah tampan saja, apa aku saja yang salah lihat atau mataku sedikit gangguan?” ujar Sisil terlihat mengejek Aron.


“Anak ini, kau harus lebih sopan santun terhadap orang yang lebih tua darimu!” ucap Aron tegas.


Tapi tidak dengan Sisil yang mengabaikan ucapan Aron, dia hanya menganggap ucapan kakak nya sebagai angina yang lewat.


“Halah, begitu saja kakak marahapalagi di bully. Bisa-bisa orang yang membuly kakak mati dalam sekejap, errr … membayangkan nya saja mengerikan,” ucap Sisil terlihat memasang wajah pura-pura takut.


“Sudahlah ayo segera pergi ke mobil, kakak akan mengantar mu pulang kerumah.”

__ADS_1


******


Bersambung…


__ADS_2