
Nata turun dari taxi online didepan loby gedung Hermawan group, dia berjalan memasuki gedung itu dengan menenteng dua paper bag yang berisi makanan.
"Sore pak." Sapa Nata.
"Sore bu Nata, pak Farel masih didalam bu beliau belum pulang bu." Ucap satpam yang menjaga pintu masuk yang memberitahukan Nata.
"Makasih pak." Jawab Nata tersenyum manis.
Nata langsung masuk kedalam tanpa menemui resepsionis untuk menanyakan apa Farel ada atau gak. Nata langsung naik lift dan menuju ruangan Farel.
"Sore." Sapa Nata.
"Sore bu Nata." Jawab Tedy Sekretris Farel.
"Bapak ada di dalam ruangan nya?." Tanya Nata.
"Ada bu beliau ada didalam dengan pak Rico." Jawab Tedy sopan.
"Ya makasih, aku langsung masuk ya." Ucap Nata.
"Iya bu silahkan." Ucap Tedy.
Nata pun langsung berjalan kearah ruangan Farel.
"Tok....tok..." Suara pintu diketuk.
"Iya masuk." Jawab Farel dari dalam ruangan.
Nata membuka pintu. "Assalamualaikum." Ucap salam Nata.
"Waalaikumsalam." Jawab Farel dan Rico bersamaan.
Nata langsung berjalan menghampiri Farel dan duduk disebelahnya.
"Hey Ric gimana kabar?." Tanya Nata.
"Alhamdulillah baik Nat." Jawab Rico.
__ADS_1
"Kok kelihatan sibuk baget sih mas?." Tanya Nata yang melihat Farel dan Rico dengan beberapa dokumennya diatas meja.
"Ada sedikit masalah Nat...." Ucap Farel lalu menjelaskan sedikit tentang masalah itu.
"Oh...." Ucap Nata berdiri dan berjalan menuju tempat kerja Farel dan langsung duduk di kursi wakil direktur milik suaminya.
"Setiap line atau divisi perusahaan kan ada SOP atau atuan sendiri dalam kontrak kerja, kalau ada line atau divisi, direktur atau pemegang saham kan gak berhak untuk mengatur kontrak kerja, yang berhak kan line atau divisi kita sendiri. Coba cari ada gak SOP atau aturan itu jadi ada kita bisa memberitahu kepada pak Anton kalau dia gak boleh asal-asalan membuat kontrak tampa sepengetahuan mas Billy." Ucap Nata santai.
Farel dan Rico saling menatap dan tersenyum lebar setelah mendengar ucapan Nata.
"Kenapa gak kepikiran oleh ku." Ucap Farel langsung berjalan menghampiri Nata dan mencium pipi Nata tanpa menghiraukan Rico yang masih ada di sana.
"Makasih ya istri ku."
"Mas ini, gak malu ada Rico disitu." Ucap Nata sambil memukul lengan Farel.
"Aduh, biarin aja." Ucap Farel santai dan langsung mengangkat gagang telepon dan menghubungi Tedy sekretasisnya.
Tak lama Tedy masuk kedalam ruangan Farel.
"Ted aku minta kamu cari SOP tentang kontrak kerja sama perusahaan kita, setelah itu kamu print dan copy dua kali, setelah selesai kamu boleh pulang." Ucap Farel.
"Gak itu saja." Jawab Farel.
Tedy pun keluar ruangan dan mengerjakan apa yang diperintah.
**********
Setelah selesai sholat magrib Farel, Nata dan Rico masuk ke dalam ruang kerja Billy. Suasana kantor sudah mulai sepi tetapi ada beberapa pegawai yang masih berada disana untuk menyelesaikan pekerjaannya. Di dalam ruang kerja Billy, Ayana dan Nata menyiapkan makan malam untuk mereka di meja tamu yang ada di ruangan itu. Sedangkan Billy, Farel dan Rico berada di meja kerja membahas pekerjaannya yang belum selesai.
"Ya sudah besok aku akan meminta untuk mengadakan rapat dengan dewan direksi, direktur setiap line atau devisi serta pemegang saham biar tidak seenaknya sendiri membuat kontrak." Ucap Billy yang kesal.
"Besok aku akan menemui pak Andreas untuk mejelaskan semuanya." Ucap Farel.
"Dan Ric, tolong kamu urus kerjaan yang berhubungan dengan Maudi, kalau dia gak mau syarat yang aku berikan, langsung kita hentikan kontrak dengan dia. Dan kamu urus semua kompensai keruginya." Ucap Billy dengan tegas dan memberikan sebuah map kepada Rico.
"Siap pak." Ucap Rico.
__ADS_1
"Sudah selesai kan urusan kerjaannya, kasihan ni bumil dari tadi ngiler ngeliat makanan di meja apa kalian gak kasihan dan merasa lapar." Ucap Nata.
"Apaan sih kamu Nat, gak kok kalian lanjut saja kalau belum selesai." Ucap Ayana.
"Maaf sayang mas lupa. Ayuk makan dulu." Ucap Billy mengajak mereka semua makan.
"Gimana masakan istri ku?." Tanya Farel sambil menaik turunkan alisnya.
"Ehm enak...." Ucap Billy datar.
Rico yang melihat Billy dan Farel memiliki istri memuat dia iri dan membuatnya gak bernafsu makan.
"Kenapa Ric kamu sakit, dari tadi kok cuma diaduk-aduk makananya." Tanya Billy.
"Gak apa pak, cuma aku merasa jadi obat nyamuk saja." Ucap Rico tersenyum garing.
Mereka berempat pun tertawa mendengar ucapan Rico.
"Maka nya buruan cari istri." Ucap Farel sambil memasukkan sendok yang berisi makanan kedalam mulutnya.
"Gak segampang itu Rel." Ucap Rico.
"Dah gampang tar aku minta Nata sama Ayana cariin calon istri buat kamu stoknya banyak kok di rumah sakit, benarkan Nat." Ucap Farel bercanda.
Nata mencubit lengan Farel
"Aduh sakit." Ucap Farel meringis.
"Makanya jangan bicara rembarangan." Ucap Nata.
"Sudah makan dulu, nanti saja bercanda." Ucap Billy.
Farel pun mengangguk kan kepala nya.
(Maaf kalau ada kesalahan tentang kontrak kerja dalam cerita ini)
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA