Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Mengikuti


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 12.00, sudah saatnya para karyawan untuk istirahat makan siang. Aron masih saja berkutik dihadapan komputer.


"Sudah siang ternyata, kurasa Sena akan segera datang," ujar Aron bergumam.


Tidak lama setelah mengatakan hal tersebut, tampak Sena sudah ada di depan Aron.


"Aron ayo kita pergi, katanya kamu mau makan siang dengan ku," ucap Sena riang.


"Iya, tunggu sebentar."


Selang beberapa saat kemudian akhirnya Aron selesai dengan pekerjaannya.


"Aron ini pertemuan pertama kita, bagaimana bisa kamu masih fokus dengan pekerjaan disaat aku mau mengajak makan siang," ucap Sena sedikit kesal.


"Sena kamu tahu aku Presdir disini, jika sampai pekerjaan ku tidak selesai bagaimana bisa aku dengan santainya mengabaikan pekerjaan tersebut. Kau wanita yang paham akan bisnis, jadi jangan banyak celoteh," jawab Aron menegaskan.


Melihat Aron menjawab hal tersebut Sena hanya terdiam, dia baru tahu bahwa Aron satu-satunya lelaki yang berani bicara dengan intonasi seperti itu.


"Baiklah, karena kau sudah datang. Kau mau kita makan siang direstoran mana?" tanya Aron mengalihkan pembicaraan.


"Aku tahu dekat kantor mu ini ada sebuah restoran yang lumayan enak, lebih baik kita pergi kesana saja. Agar kamu bisa lebih cepat kembali ke kantor nanti," ucap Sena seraya ingin melunakkan hati Aron.


"Baik," jawab Aron singkat.


Sesampainya di restoran tersebut, Sena terlihat mulai merangkul tangan Aron sejak keluar dari mobil. Bagi Sena dengan melakukan hal tersebut secara perlahan, akan menunjukkan bahwa Aron adalah pria nya dan dengan ini pula dia menganggap Aron akan bertekuk lutut dihadapan nya.


Aron yang dalam hatinya menolak, hanya bisa mengikuti alur dari serangkaian drama yang ingin Sena lakukan. Sampai dia akan tahu cara melepaskan diri dari wanita licik itu, yaitu Sena.


******

__ADS_1


Hana menelusuri jalan trotoar sendirian, raut wajahnya terlihat memikirkan sesuatu.


"Hmm ... setidaknya dengan keluar sejenak dari rumah, aku tidak akan mendapatkan pertanyaan aneh dari orang tuaku. Sebaiknya aku jalan-jalan saja, daripada memikirkan hal tersebut," ucap Hana yang terlihat ceria melepaskan beban pikirannya.


Wajah Hana yang ceria, menunjukkan bahwa hari ini dia ingin melakukan sesuatu yang bisa mengurangi beban pikirannya.


Hana yang sedari tadi berjalan, melewati sebuah restoran dimana Aron dan Sena sedang makan siang. Entah apa yang terjadi bukan nya ingin bersenang-senang melepaskan penak, Hana menemukan sesuatu yang membuat nya terkejut.


Kretttt ....


Terdengar suara pintu dari restoran tersebut terbuka.


"Aron ayo aku hantar lagi kamu ke kantor, mungkin aku akan menunggu mu sampai jam pulang kerja," ucap Sena sembari menyandarkan kepalanya di pundak Aron.


Hana yang hanya lewat saja tiba-tiba melihat Aron dan Sena keluar dari restoran tersebut tepat dihadapan nya.


Hana hanya menggerutu dalam hatinya, rasanya dia ingin cepat pergi saja sebelum diketahui oleh Aron.


Tanpa Hana sadari, Aron telah mengetahui bahwa Hana ada di hadapannya. Sampai dia melepaskan rangkulan Sena.


"Sena kau segera pulang saja. Lagipula kau tidak perlu menunggu ku, ada banyak pekerjaan dan aku paling tidak suka di ganggu," ucap Aron.


"Tapi kan aku tidak akan menggangu mu Aron, aku ingin lebih lama dengan mu," ucap Sena memelas.


"Pekerjaan adalah pekerjaan, dan kantor ku bukan tempat untuk bersenang-senang," ucap Aron yang memberikan sebuah teguran kepada Sena.


"Aku akan menelepon supir ku untuk menjemput mu, kau tunggu saja." ucap Aron lagi.


Sena hanya bisa menahan kekesalannya.

__ADS_1


Hana yang sedari tadi memperhatikan kedua orang tersebut. Hanya menundukkan kepalanya sambil berjalan melewati Aron yang dia pikir Aron tidak mungkin mengetahui keberadaan nya.


Wanita ini, dia kira aku tidak tahu bahwa itu dia. Aku rasa dia mau pergi ke suatu tempat.


Hana oh Hana, bukan berarti dengan menundukkan kepala kau bisa lepas dari sorotan mata ku. Baiklah ayo mau kemana kau pergi.


Tak lama kemudian supir yang menjemput Sena pun tiba, dan dengan segera Aron menginstruksikan untuk Sena segera pulang. Dan Aron juga menelepon Kevin.


"Kevin hari ini apa masih ada pekerjaan? Dan apakah ada rapat hari ini?" tanya Aron dari telepon.


"Tuan muda aku rasa tidak ada pekerjaan lagi, lagipula seluruh dokumen sudah anda tabda tangani, dan untuk rapat hari ini juga tidak ada," jawab Kevin di seberang telepon.


"Oke Kevin, jika semua sudah selesai. Aku rasa tidak perlu ke kantor lagi, soalnya aku ingin pergi ke suatu tempat. Hubungi aku lagi jika ada suatu keadaan mendesak," Sahut Aron terhadap Kevin.


Ditutup nya telepon tersebut oleh Aron, dia segera bergegas menuju mobilnya dan segera pergi. Aron terlihat memperhatikan jalan sampai matanya menangkap apa yang dia cari.


"Dia berjalan sedikit lambat, untungnya aku bisa mengejar nya. Baiklah, aku akan ikuti kemana kau pergi nona Hana," gumam Aron sembari tersenyum.


Sepanjang jalan Hana tidak mengetahui bahwa Aron sedang mengikuti nya, dari jarak beberapa meter dengan mobil nya tersebut. Dia bahkan hanya fokus dengan tempat yang akan dia singgahi.


"Akhirnya sampai juga, wah ... lama sudah tidak ke taman ini, sudah banyak yang direnovasi bahkan bunga yang di tanam disini sudah banyak jenisnya. Inilah yang aku tunggu-tunggu, ayo Hana kita nikmati kesenangan ini," ucap Hana yang kegirangan setelah sampai di taman tersebut.


Aron melihat dari kejauhan.


"Taman? Wanita ini memilih ke taman, bahkan wajah nya sangat ceria tidak seperti saat kemarin di lokasi shooting, wajah inilah yang ingin aku lihat. Penuh dengan kebahagiaan," ucap Aron.


******


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2