
Setelah Nata masuk kedalam mobil, mobil pun melaju. Didalam mobil Nata melihat raut muka Farel yang sedang kesal dan marah.
"Kamu kenapa mas, apa ada yang sakit?." Tanya Nata pelan takut membuat Farel marah.
"Gak." Jawab Farel datar.
"Terus kenapa tingkah mu seperti itu?." Ucap Nata heran.
"Ngapain saja kamu dengan Hito?." Tanya Farel dengan nada kesar.
Nata menarik nafas panjang. "Ya ampun mas, tadi kan aku sudah bilang aku cuma berpapasan saja, Hito habis ambil obat untuk ibunya, dan aku cuma menyapa teman ku, gak lebih dari itu. Kamu ini kenapa sih?." Ucap Nata kesal.
"Aku gak suka kalau kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain." Ucap Farel.
"Kamu aneh biasanya gak kayak gini, seharusnya tadi kita gak ke dokter Heru tapi ke dokter lain buat memeriksakan otak mu." Ucap Nata kesal.
"Maksud mu?." Tanya Farel kesal.
"Lihat sendiri tingkah mu aneh banget. Cuma karena aku gak sengaja bertemu Hito kamu marahnya seperti ini, aku gak pernah marah atau melarang mu untuk bertemu dengan klien wanita dan kamu juga pernah cipika cipiki di depan ku aku juga biasa saja." Ucap Nata yang emosi.
"Itu beda." Ucap Farel yang sedikit merendah karena ucapan Nata.
"Apa bedanya? aku cuma berbicara itu pun gak ada kontak fisik. Sudah ah...aku gak mau bicara sama kamu." Ucap Nata sambil melihat jam tangannya.
"Dari pada aku stres mendengarkan mu dan melihat tingkah mu meding aku balik kerumah sakit."
__ADS_1
"Pak tolong berhenti disitu aku mau turun dan tolong antarkan mas Farel pulang ke rumah." Ucap Nata.
Supir yang ada didalam mobil pun hanya diam takut karena kedua majikannya sedang marah.
"Turun disini bu?." Tanya supir.
"Iya, masih pakek tanya. Cepat minggirin mobil disitu." Ucap Nata kesal.
Sopir pun langsung meminggirkan mobil di sebuah troroar. Farel hanya diam melihat Nata. Saat Nata akan membuka pintu mobil, tangan Nata ditarik oleh Farel, pintu mobil langsung dikunci Farel dan meminta supir untuk melajukan mobilnya.
Nata yang melihat Farel hanya heran dan kesal.
"Maaf." Ucap Farel singkat.
Didalam kamar Nata langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya dan melaksanakan sholat. Farel pun masuk kedalam kamar dan hanya melihat Nata tanpa berani berbicara.
Setelah mereka berdua selesai sholat. Nata duduk diatas tempat tidur sambil memeriksa email yang ada di dalam tab nya, sedangkan Farel duduk disofa memikirkan cara untuk meminta maaf kepada Nata.
Farel berjalan kearah tempat tidur lalu duduk dihadapan Nata.
"Nat." Panggil Farel.
"Hem...." Jawab Nata yang sibuk memeriksa laporan rumah sakit.
"Maafim aku ya." Ucap Farel memohon.
__ADS_1
"Hem...." Jawab Nata tanpa melihat dan masih sibuk dengan tabnya.
"Nata sayang kamu dengar aku kan, dosa lho kalau suami memanggil gak ada jawaban." Ucap Farel sambil mengerucutkan mulutnya.
Nata meletakkan tab nya dan langsung menatap Farel yang ada didepannya. "Ada apa sayang?." Ucap Nata datar.
Farel tersenyum lebar mendengar ucapan Nata. "Maafin aku ya, aku juga gak tahu beberapa hari ini mood ku jadi naik turun." Ucap Farel.
"Iya sudah aku maaf kan tapi jangan seperti itu lagi ya. Janji!." Ucap Nata.
"Mungkin kalau mas Farel tahu kalau aku hamil morning sickness atau segala tingkah anehnya akan hilang, tapi lucu juga lihat dia seperti itu." Ucap Nata dalam hati.
"Iya aku janji." Ucap Farel dengan nada manjanya.
"Ya sudah mas Farel lapar kan mau makan apa?." Tanya Nata.
"Aku mau makan rujak pasrah." Ucap Farel dengan senyum lebarnya.
"Apa?." Jawab Nata.
"Ini yang hamil sapa yang nyidam siapa." Ucap Nata dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1