
Malam itu Ayana yang telah selesai dengan urusan rumah lalu dia masuk kedalam kamar, seperti biasa dia membawakan segelas susu hangat untuk suaminya. Sedangkan Billy didalam kamar sedang duduk santai sambil melihat acara di TV.
"Jegrek." Suara pintu di buka.
Ayana masuk kedalam membawakan dan menaruh susu hangat di atas meja lalu duduk di sebelah Billy. "Diminum dulu mas mumpung masih hangat." Ucap Ayana.
"Makasih sayang." Ucap Billy sambil mengambil susu di atas meja lalu meminumnya.
"Yoga sudah tidur sayang?." Tanya Billy sambil memeluk tubuh Ayana.
"Sudah mas." Jawab Ayana.
Billy mencium pipi Ayana dengan lembut, mulai melepaskan kerudung yang di pakai oleh Ayana mengusap lembut rambut serta pipinya. Ayana yang tahu ke inginan suaminya mulai mengikuti permainan Billy, Ayana pun dengan mesra melingkarkan tangan nya keleher Billy.
"Sayang boleh ya malam ini aku membuat mu lelah?." Bisik Billy yang membuat Ayana malu.
Ayana hanya terdiam dan membenamkan wajahnya ke dada Billy karena merasa malu. Billy yang sudah mendapatkan lampu hijau dari istrinya langsung melancarkan aksinya. Billy memulainya dengan mencium kening, hidung, kedua pipi dan lanjut ke bibir Ayana. Cium mereka berdua sangat panas membuat keduanya terengah - enah kehabisan nafas. Billy dengan cepat melepas semua pakaiannya, serasa dia sudah tidak tahan untuk menyantap Ayana. Tangan Billy mulai bermain di tubuh Ayana, melepas semua pakaian Ayana tanpa berhenti mencium bibir Ayana. Posisi mereka masih berada di atas sofa ada sensasi berbeda saat mereka berada di sana.
"Mas apa sebaiknya kita ke tempat tidur saja?." Tanya Ayana
__ADS_1
"Di sini saja sayang aku sudah gak tahan mau memakan mu." Jawab Billy.
Ayana yang melihat wajah Billy yang sudah tidak tahan akhirnya menuruti permintaan suaminya. Billy pun melancarkan aksinya sebelum memasukkan miliknya, tak lupa Billy berdoa terlebih dahulu sebelum melakukannya, setelah masuk Billy pun memulai permainannya dengan Ayana, malam itu Billy terlihat sedikit kasar sehingga meja yang di dekat sofa tendang sehingga beberapa barang yang ada di atasnya jatuh ke bawah. Permainan pun memasuki puncak yang membuat kedua pasangan itu mengerang bersamaan. Billy yang merasa lelah langsung menindih tubuh Ayana yang berada di bawahnya. Tubuh mereka penuh dengan keringat. Billy yang melihat istrinya kelelahan langsung menggendongnya dan membawanya ke atas tempat tidur, Billy pun ikut berbaring di sebelah nya, menutup tubuh polos mereka dengan selimut.
"Terima kasih ya sayang, maafkan aku hari ini aku kasar dan membuat mu lelah." Ucap Billy sambil memeluk tubuh Ayana.
Ayana yang mendengar ucapan Billy hanya menganggukkan kepalanya. Mereka berdua pun akhirnya tertidur nyenyak setelah permainan yang melelahkan malam itu.
Alaram pun berbunyi menunjukkan pukul setengah lima pagi, Ayana yang mendengar bunyi itu langsung membuka matanya. Badan terasa sakit semua, padahal apa yang dia lakukan ini bukanlah yang pertama. Saat akan bangun Billy menarik tubuh Ayana dan memeluknya lagi.
"Sebentar sayang." Ucap Billy sambil mencium bahu Ayana.
"Kamu jangan bergerak, sebentar saja." Pinta Billy.
"Ayo dong sayang keburu subuh nya habis." Ucap Ayana yang melepaskan pelukan Billy dari tubuhnya dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak menggunakan pakaian dan pergi menuju kamar mandi.
"Sayang." Panggil Billy.
"Apa lagi." Ucap Ayana yang berbalik melihat Billy.
__ADS_1
"Masa' kamu tega sama suami seperti ini." Ucap Billy yang berbaring terlentang tanpa pakaian yang menutupi tubuhnya.
"Gak tahu ah." Ucap Ayana yang buru - buru masuk kedalam kamar mandi.
Billy pun dengan cepat langsung ikut masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi mereka langsung melaksanakan sholat subuh bersama.
Saat akan membereskan kamarnya Ayana terdiam melihat kamar nya yang seperti kapal pecah akibat perbuatan mereka berdua, meja sudah tidak di tempat semestinya, gelas kosong tergeletak di karpet untungnya tidak pecah, bantal sofa dan pakaian yang mereka pakai semalam sudah tergeletak di mana - mana.
Billy yang baru saja keluar dari walk in closet melihat Ayana hanya terdiam langsung menghampiri dan memeluknya.
"Sayang kenapa kamu diam saja?." Tanya Billy.
"Coba lihat mas perbuatan mu semalam membuat kamar kita jadi berantakan." Jawab Ayana.
"Bukan perbuatan ku." Ucap Billy.
"Terus?."
"Perbuatan kita berdua sayang." Ucap Billy sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
TERIMA KASIH