
Di rumah utama Billy, Farel, Rico dan Anton sedang berkumpul untuk membicarakan rencana mereka selanjutnya, rumah utama merupakan rumah milik Pak Hermawan dan Ibu Tika yang sekarang di tempati oleh Billy dan Farel beserta istrinya, bukan mereka tidak memiliki rumah sendiri tetapi mereka lebih nyaman tinggal di sana. Sedangkan Pak Hermawan dan Ibu Tika lebih melihat tinggal di Malang kota kelahiran Pak Hermawan setelah mereka berdua pensiun karena ingin beristirahat dari kesibukan yang ada di kota.
"Gimana keadaan Nata Rel?." Tanya Rico.
"Alhamdulillah, Nata dan anak ku baik-baik saja. Cuma dia sedikit scok setelah kejadian itu" Ucap Farel.
"Sebaiknya kamu dan Nata tinggal di sini saja dulu jangan kembali ke apartement." Ucap Billy.
"Benar apa yang dikatakan pak Billy, karena dari rekaman CCTV ada hal yang ganjil dan sedikit mencurigakan sekarang ini aku masih menyelidikinya." Ucap Anton.
Tak lama Ayana membawa minum dan beberapa camilan yang di bantu oleh bibik, Billy yang melihat istrinya membawa nampan berisi cemilan langsung menghampiri dan membantunya.
"Sini sayang biar mas yang bawa." Ucap Billy yang langsung mengambil nampan dari tangan Ayana.
"Makasih mas." Ucap Ayana yang ikut berjalan dibelakang Billy.
Billy menaruh nampan berisi camilan diatas meja dan minuman yang di bawakan oleh bibik. Billy dan Ayana pun langsung duduk di satu sofa yang sama.
"Makasih bik." Ucap Ayana kepada bibik
__ADS_1
Setelah itu mereka pun melanjutkan pembicaraannya. Ayana yang merasa bosan mendengar pembicaraan itu langsung meminta ijin kepada Billy untuk pergi menemani Nata yang sedang berada di kamar. Billy pun mengijinkan dan mengantarkan Ayana kelantai atas. Setelah mengantar Ayana Billy kembali ke ruang tengah.
"Apa kamu membuat masalah sehingga ada orang ingin menyelakai mu?." Tanya Anton.
"Sebentar aku ingat-ingat dulu...... dua hari yang lalu aku sempat bersetegang dengan Radit dalam rapat." Ucap Farel.
"Memang masalah apa?." Tanya Billy.
"Tentang pengajuan fee dengan perusahaan Avian. Karena biaya yang di ajukan oleh Radit tidak sesuai dengan sepakatan awal makanya aku marah mas." Ucap Farel.
"Bisa jadi yang mencelakai Nata adalah perbuatan yang di lakukan oleh Radit. Coba kamu cari tahu semuanya Ton. Setelah semua bukti terkumpul kita akan bertindak." Ucap Billy.
"Untuk laporan keuangan gimana Ric?." Tanya Farel.
"Semua sudah siap tinggal kita buka semua di rapat."
"Sebelum itu aku akan meminta Papa untuk menemui om Edo dan memberitahukan apa yang di lakukan oleh Radit." Ucap Billy.
Mereka semua pun mengiyakan apa yang disampaikan oleh Billy. Setelah selesi Billy memesan makanan untuk makan siang mereka karena waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
__ADS_1
"Kalian mau makan apa, biar aku pesankan?." Tanya Billy.
"Aku ngikut aja mas, yang penting enak."Ucap Farel.
"Kita tanya para ibu-ibu hamil saja mau makan apa." Ucap Rico.
"Kamu gak lagi mual-mualkan?." Tanya Billy.
"Tenang saja sudah lama aku gak mual sama muntah kok." Jawab Farel.
"Ya sudah kamu panggil Nata dan Ayana suruh mereka turun." Ucap Billy.
"OK." Jawab Farel singkat dan langsung berjalan keatas memanggil Nata dan Ayana.
Setelah Farel keatas dan memanggil mereka berdua. Tak lama mereka pun langsung turun kebawah menuju ruang tengah. Setelah memutuskan keinginan Ayana dan Nata ingin makan apa akhirnya Billy langsung memesan makanan itu.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1