Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Ayo Panggil Aku Aron


__ADS_3

Tidak lama setelah itu. Hana masih terdiam membeku, melihat Aron tiba-tiba mengelap sisa es krim yang ada dibibir nya tanpa persetujuan Hana.


Bagi Hana sifat Aron yang begini sedikit tidak masuk akal, karena yang dia tahu Aron adalah seorang pria yang memiliki sifat dingin terhadap siapapun. Meskipun Hana tidak menyangkal bahwa Aron banyak didekati oleh para wanita.


"Ehem ... tuan ku rasa, aku harus segera pergi masih ada sesuatu yang ingin aku kerjakan," ucap Hana.


Ya, aku harus segera pergi dari taman ini. Niat hati ingin bersenang-senang di taman, malah ketemu pria ini. Oh Tuhan, bisa tidak sehari jangan melihat wajah nya.


"Aku pikir nona Hana kesini ingin bersenang-senang, apakah karena ada aku?" tanya Aron ke intinya.


"Tidak kok, rencana nya aku memang ingin sekedar melepas penak ke taman ini. Tapi aku baru ingat masih ada pekerjaan yang belum aku selesaikan, ada beberapa naskah novel yang harus revisi dirumah," ucap Hana seraya mengelak.


"Begitu ya, aku rasa nona Hana sangat menyukai dunia sastra. Pantas saja adikku mengagumi mu," ucap Aron.


"Adik? Tuan Aron punya adik yang menyukai karya ku?" tanya Hana pada Aron seraya memiringkan kepalanya.


"Benar, adik perempuan ku sangat menyukai karya novel nona Hana. Bahkan dia ingin sekali bertemu dengan mu," jawab Aron yang terlihat mengiyakan ucapan Hana.


Hana hanya tersenyum, dia sangat senang bahwa adik Aron salah satu bagian keluarga konglomerat yaitu keluarga Atalla ternyata menyukai karya nya. Baginya ini suatu penghargaan. Sampai dia lupa niatan dia untuk segera pergi dari taman tersebut.


"Kalau begitu kapan-kapan aku juga ingin bertemu adik tuan muda Aron, aku rasa sangat senang bisa bertemu dengan nya," ucap Hana bersemangat.


Aron yang melihat reaksi Hana juga merasa senang, karena ini kedua kalinya dia bisa melihat Hana tersenyum langsung dihadapan nya.


"Iya nanti kalian akan bertemu," ucap Aron yang juga tersenyum.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang pikiran Hana kembali terbuyar, lantas dia langsung berdiri mendadak untuk segera pergi.


"Baiklah tuan muda Aron, sebaiknya aku segera pergi. Terimakasih atas es krim gratis nya, jika ada waktu nanti aku akan mentraktir tuan es krim rasa Vanila. Sampai jumpa," Hana langsung melangkah kan kakinya.


"Tunggu!!" Sahut Aron.


Hana langsung membalikkan badannya kembali mengarah Aron.


"Ada apa?" Tanya Hana.


"Aku dengar nona Hana memanggil bawahan ku Kevin dengan sebutan nama nya saja, kalau begitu aku ingin nona Hana juga memanggil nama ku saja tanpa embel-embel tuan muda," ucap Aron yang sedikit kaku.


Aron juga berpikir ini aneh, baru kali ini dia meminta seorang wanita untuk memanggil dia dengan sebutan nama nya saja. Padahal selama ini biasanya, wanita lainlah yang langsung menyebut nama nya tanpa permintaan Aron. Meski terlihat biasa, ini bagaikan sebuah permintaan yang membuat pria itu bukan seperti jati dirinya yang banyak di kenal orang.


"Maksud nya aku panggil nama saja begitu?" ucap Hana.


"Apa tidak apa-apa? Aku merasa menghormati tuan, makanya aku tidak langsung menyebut nama tuan," ucap Hana ragu.


"Tidak apa-apa, aku merasa jika selalu di panggil tuan terlihat sangat tua. Padahal kan dari segi fisik dan umur, aku masih sangat terlihat lebih muda dan tampan," jawab Aron yang percaya diri demi menghilangkan rasa malu nya tadi.


Aku kira ada apa, sampai-sampai dia bilang harus menyebut nama nya saja. Ternyata hanya alasan klasik seorang pria yang merasa dirinya tampan. Huh!


Ekspresi Hana seketika langsung memasang wajah kesal nya.


"Apa tidak mau memanggil ku seperti itu? Aku lihat wajah mu sedikit kesal, padahalkan seluruh wanita memanggil ku dengan sebutan 'Aron' saja bahkan ada yang memanggil ku dengan sebutan sayang. Hmm ...," ucap Aron yang terlihat menyombongkan diri nya.

__ADS_1


Apakah pria ini masih normal? Seberapa tinggi tingkat kepercayaan diri nya. Apa semua orang kaya dan memiliki wajah tampan sama seperti dia? Tunggu aku baru ingat, karakter ini sama persis dengan cerita dalam novel ku. Ya, karakter Bos yang sombong dan terlalu percaya diri, bahkan banyak memiliki simpanan wanita. Jika itu benar, aku rasa sekarang benar melihat wujud asli karakter tersebut.


Hana membayangkan akan Aron, yang terlihat mirip dengan karakter tokoh pada novel nya.


Aron yang melihat Hana tidak menjawab pertanyaan nya langsung saja berujar.


"Jika diam berarti kau setuju akan hal itu, mulai sekarang mari kita saling menyebut nama saja. Oke Hana," ucap Aron yang juga mengedipkan matanya.


"Ehh ... a----akukan belum menjawab," Hana hanya terkejut ketika Aron langsung berkata seperti itu.


"Ya sudah, kalau begitu apa perlu aku hantar Hana pulang lagi ke rumah, kebetulan aku membawa mobil," ucap Aron tanpa aba-aba.


"Kali ini tidak usah, aku naik bis saja. Sampai jumpa tuan ... Eh, maksudku Aron," Hana menjawab dengan gelagapan.


"Baik, sampai jumpa Hana," Aron hanya menahan tawa nya melihat ekspresi Hana, saat menyebut nama nya saja. Dia terlihat berhasil membuat wanita itu kesal.


Ketika itu Aron merasa sangat senang, walaupun Hana kali ini menolak untuk di hantar pulang, tapi saat nama nya disebut Hana dia merasa itu sangat menggemaskan.


Hana pergi dan langsung menuju halte bis, ketika bis sampai dia langsung naik.


Hana apa yang kau lakukan, kenapa kau langsung memanggil nama nya seperti itu. Itu terlihat memalukan.


Semua orang dalam bis heran melihat Hana, memukul-mukul kepalanya tanpa sebab. Padahal wanita itu sedang bergelut dengan pikirannya akan kejadian di taman tadi, dimulai saat mendadak bertemu dengan Aron, makan es krim bersama Aron, bahkan sampai harus memanggil dengan sebutan nama saja. Dunia ini terlihat begitu kejam bagi Hana, dia tidak habis pikir apa maksud Tuhan mempertemukan nya dengan pria seperti Aron.


******

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2