
Setelah kekacauan itu perusahaan kembali membaik, kerugian yang diakibatkan oleh Radit sudah dapat terselesaikan dan ulah yang dilakukan Maudi pun juga terselesaikan dengan baik.
Di kediaman keluarga Pak Hermawan semua keluarga berkumpul menikmati teh, kopi dan camilan yang disiapkan oleh Ayana dan Nata.
"Alhamdulillah ya Pa, semua masalah sudah diselesaikan mudah-mudahan gak ada masalah lagi." Ucap Ibu Tika.
"Amin....." Ucap Pak Hermawan sambil menikmati secangkir tehnya.
"Oh iya, Papa dan Mama tinggal di sini kan sampai Ayana melahirkan?." Tanya Billy.
"Iya Bill kita tetap disini." Ucap Pak Hermawan.
"Memang kapan perkiraan Ayana akan melahirkan?." Tanya Ibu Tika.
"Insyaalloh pertengahan bulan depan ma." Jawab Ayana yang berjalan dari dapur sambil membawa sepiring pisang goreng.
"Sayang kenapa kamu gak memanggilku, buat membantu membawa ini." Ucap Billy yang menghampiri Ayana yang sedang membawa piring berisi pisang goreng.
"Lebay, kalau Ayana bawa kopor atau barang yang berat mas Billy baru bantu Ayana cuma bawa piring saja kawatir nya sampai segitunya." Ucap Farel yang langsung mengambil pisang goreng dari piring yang dibawa Billy.
Nata yang mendengar ucapan Farel langsung mencubit perut suaminya.
"Aduh sayang sakit." Ucap Farel sambil memegang perut nya.
__ADS_1
"Kalo bercanda disaring dulu jangan langsung ngomong seperti itu. Ingat aku juga lagi hamil mas." Ucap Nata mengingatkan Farel.
"Iya maaf Nat." Jawab Farel.
"Oh iya gimana keadaan keadaan kandungan mu Nat?." Tanya Ibu Tika.
"Alhamdulillah baik ma, tetapi......" Ucap Nata yang tidak diteruskan membuat Farel langsung bertanya.
"Memang ada apa Nat dengan anak kita?." Tanya Farel kawatir dan langsung memegang perut Nata.
"Kandungan dan anak kita baik-baik saja....." Ucap Nata yang terputus oleh pertanyaan Farel yang kawatir.
"Lantas kenapa?." Tanya Farel.
"Mas Farel diam dulu dong Nata kan juga mau menjelaskan kalau mas sela terus kapan dia mau menjelaskan." Ucap Ayana tenang karena dia sudah tahu apa yang ingin di sampaikan oleh Nata.
Nata melihat Farel dengan tatapan kesal dan langsung menghembuskan nafas nya.
"Tenang saja mas aku dan anak kita baik-baik saja cuma, kita gak akan dapat satu anak juga melainkan dua anak." Ucap Nata dengan tersenyum manis.
Pak Hermawan, Ibu Tika, Billy dan Farel terkejut, senang dan tak menduga mendengar ucapan Nata.
"Maksud nya?." Tanya Farel terkejut.
__ADS_1
"Ya ampun anak ini benar-benar bikin orang kesal, kamu akan punya anak kembar Rel." Jawab Ibu Tika yang menjelaskan ke Farel.
Dengan mata yang mulai meneteskan air mata, Farel pun langsung memeluk Nata dengan erat. Dia tidak menyangka akan mendapatkan rezeki dari Alloh seorang anak kembar.
"Makasih ya sayang." Ucap Farel.
"Lihat Ma mulai lagi lebaynya tadi bilangnya aku yang lebay sekarang lihat siapa?." Tanya Billy menggoda Farel.
"Sama." Ucap Ayana dan Nata bersamaan.
Mereka yang mendengar ucapan Ayana dan Nata itu pun tertawa bersamaan.
**********
Seperti biasa Ayana bangun untuk menjalankan sholat tahajut. Waktu akan bangun Billy pun terangun karena merasakan tangannya yang sedang memeluk Ayana di pegang.
"Em..... sayang kan masih malam memang kamu mau kemana?." Tanya Billy dengan suara khas bangun tidur dan langsung memeluk erat tubuh Ayana lagi.
"Mas aku mau sholat tahajut, kamu mau ikut?." Tanya Ayana.
"Ayo aku juga sudah lama gak pernah sholat sunnah." Jawab Billy dan langsung bangun dari tempat tidur.
Mereka pun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badan, berwudhu dan langsung menjalankan sholat tahajud bersama.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA.