
Beberapa hari kemudian, Hana mengikuti saran Silva untuk mencari teman kencan lewat aplikasi ‘LOVE ME’. Bukan hanya itu Silva lah yang mengatur semua nya, baik foto, deskripsi yang dicantumkan nya di aplikasi, ataupun dengan siapa Hana harus berkencan.
“Hana seperti nya pria ini cocok jadi teman kencan mu, coba lihat. Dia juga merupakan manajer perusahaan besar,
kalau dari fotonya pun cukup oke. Baik ayo kita pilih dia untuk jadi teman kencan mu.”
“Ehh.. tunggu dulu, kau yakin dia cocok dengan ku? Bisa saja dia berbohong lewat aplikasi, mengaku sebagai manajer padahal bukan? Lalu bisa jadi itu bukan fotonya, dan diapun berfoto membelakangi kamera bahkan hanya mendongakkan kepala sedikit, aku ragu dia berbohong.”
Pikiran Hana saat itu hanya tertuju bahwa pria yang disarankan teman nya, mungkin saja berbohong akan deskripsi dan foto yang pria itu tampilkan.
“Demi susu kedelai, yang di campur susu keledai. Hana teman ku termanis, dan tersayang apa kau benar-benar polos atau hanya sedikit memiliki penyakit? Aku tidak habis pikir akan jalan pikiranmu, jelas-jelas pria ini tidak berbohong. Aku kan sudah memberitahu mu sebelum nya, aplikasi ini tidak seperti aplikasi kencan lainnya. Bahkan untuk mengisi formulir profilnya pun harus melampirkan kartu tanda pengenal. Mana mungkin dia berbohong.”
“Iya, iya aku mengerti. Maaf kalau aku banyak tanya dan ragu” Jawab Hana sembari menundukkan kepala.
Setelah hal itu Silva memaklumi sifat Hana tersebut, dia tahu bahwa ini akan menjadi kencan pertama Hana. Pastinya dia akan melakukan usaha terbaik demi teman nya yang baru akan mencoba dunia percintaan.
****
Tidak jauh dari kencan Hana sendiri, di lain tempat Aron juga akan mempersiakan pertemuan nya dengan seorang wanita pilihan keluarga nya. Tampak terlihat wajah bahagia dari keluarga Aron terutama Ibu nya sendiri.
“Aron, ibu sangat senang kamu setuju untuk mengenal Sena lebih dalam, bahkan kamu sebentar lagi akan bertemu dengan nya. Dan, ibu harap saat sudah bertemu nanti kalian cocok satu sama lain,” Ucap ibu Aron dan tersenyum lebar.
“Sayang ku, tidak perlu dikatakan lagi mereka berdua sudah terlihat cocok. Sena itu wanita yang luar biasa dia bahkan sudah melanjutkan pendidikan gelar Master nya di universitas ternama luar negeri dan dia juga wanita yang terkenal sangat cantik di kalangan para gadis negeri ini. Dan Aron pun juga begitu jadi apalagi yang harus diragukan oleh nya? Haha.”
Ayah Aron dengan berbangga nya memuji Sena wanita yang dikatakan akan di jodohkan dengan Aron. Dia juga tidak segan-segan memberi isyarat pada Aron bahwa inilah keputusan yang benar untuk menikahkan Sena dengan Aron.
Ayah ternyata kamu belum menyerah juga, iya aku akan melanjutkan permainanmu. Memang seberapa hebat nya wanita bernama Sena itu, jika benar ucapan mu mengenai nya aku akan mengalah demi mu.
“Jika dipikir-pikir ucapan ayah memang benar aku sudah seharus nya menikah dan memilih wanita yang tepat, dan kurasa Sena pilihan yang tepat. Aku yang banyak di kagumi dan kata orang luar biasa ini, sudah pasti nya harus memiliki pasangan yang luar biasa juga.”
Huh! akan aku tunjukkan kemampuan ku sebagai Aron kepada kalian.
“Akhirnya ibu bisa bernapas lega mengetahui bahwa anak lelaki ku satu-satunya akan segera menikah, dan ibu sudah tidak sabar menimang cucu.”
Hal ini membuat Aron terenyuh akan kebahagiaan ibu nya terlihat dari raut wajah nya, dia tahu bukan saat nya memutuskan hal tersebut. Dia ingat bahwa hanya mau mengenal terlebih dahulu wanita yang akan di jodohkan dengan nya, tapi demi kebaikan ibu nya hal itu hanya diketahui oleh Aron sendiri dan ayah nya.
“Maaf mengganggu tuan dan nyonya, tapi ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada tuan muda. Bahwa sebentar lagi akan diadakan rapat penting dengan perusahaan dari Cina, sebaik nya tuan muda segera bergegas mendatangi rapat tersebut,” Ucap seseorang yaitu bawahan Aron.
“Oh iya. Ayah, ibu, aku rasa sampai disini dulu perbincangan kita karena ada urusan mendadak di kantor. Aku harus segera pergi.”
__ADS_1
Seketika itu Aron pergi dari ruangan tersebut dengan tersenyum tipis pada kedua orang tua nya. Yang bahkan belum sempat membalas ucapan Aron.
“Anak itu masih saja cepat pergi kalau masalah urusan bisnis, padahal kan kita orang tuanya. Belum sempat juga membalas ucapan nya, dia sudah pergi.”
“Sudahlah istriku tidak apa-apa, mungkin ini bisnis yang sangat penting. Kau tahu sendirikan perusahaan kita saat ini sangat berkembang, wajar jika Aron anak kita itu terlihat sibuk dengan bisnis nya.”
Aron anakku kau mulai terima permainan ku? Baiklah ayah akan tunjukkan permainan ini, hmm.
Sedangkan di dalam mobil menuju perjalanan ke kantor, Aron memikirkan sesuatu.
“Kevin sepertinya aku membutuhkan bantuan mu,” Aron berbicara pada Kevin bawahan nya sekaligus sekretaris nya.
“Memang nya bantuan seperti apa yang tuan inginkan dariku? Aku rasa aku bisa membantu.”
“Baguslah kalau begitu, aku hanya perlu bantuan mu untuk mencari tahu tentang Sena gadis yang akan dijodohkan dengan ku. Cari tahu tentang dia entah itu kehidupan nya, sifat nya, atau teman-teman nya. Inti nya segala tentang dia harus kau cari tahu, jika ada kebaikan ceritakan tentang kebaikan dia, dan jika itu keburukan jangan segan-segan kau ceritakan juga. Ingat, jangan sampai ada yang terlewatkan.”
“Baiklah tuan itu adalah hal yang mudah, Kevin bawahanmu yang setia ini akan benar-benar terperinci mencari info
tersebut. Hehe.” Sahut Kevin mengangguk.
“Oke, aku percayakan padamu. Oh iya sebelum sampai ke kantor kita berhenti sejenak untuk membeli kopi dikedai yang biasa aku kunjungi.” Perintah Aron.
“Tuan tunggu saja didalam mobil sejenak, biar aku yang akan memesan kopinya.”
“Kevin, jangan lupa beli tiga untuk aku, kau, dan pak supir,” Ucap Aron tesenyum.
Bisa dikatakan Aron mungkin terlihat dingin dan menjaga sikap nya, tapi jika dengan orang yang sudah dekat dengan nya ataupun sudah bekerja lama dengan dia, akan tahu bahwa Aron memiliki sifat yang hangat dan manis. Ya, bagi mereka yang beruntung.
Sedangkan di dalam kedai kopi.
“Kopi disini memang terjamin kualitas nya. Aroma nya saja sudah tercium wangi, jadi ayo Hana kita minum kopi nya.” ucap seorang wanita dalam kedai tersebut.
BRAKKKKK…
Belum sempat diminum, dan menikmati rasa kopi nya. Kopi Hana dan Silva sudah jatuh akibat seseorang menabrak mereka tidak sengaja.
“Haduh, sungguh aku meminta maaf nona, aku tidak sengaja menabrak kalian,” Dan itu ternyata Kevin yang tidak sengaja menabrak mereka.
“Uang Seratus ribu ku, kopi ku, kenikmatan yang belum aku cicip. Huaaaaaaa ... mereka sudah lenyap,” terdengar
__ADS_1
teriakan histeris dari Silva.
Hana hanya terdiam dan menunjukkan ekspresi terkejut berbeda dari Silva yang terlihat histeris. Bayangkan saja uang seratus ribu untuk membeli kopi yang sudah di pesan, lenyap begitu saja.
“Eh..eh, nona jangan teriak lagi, aku akan ganti rugi dengan membeli kembali kopi kalian yang telah jatuh itu,” ucap kevin membujuk.
“Ya sudah kalau begitu sekarang cepat ganti rugi, tunggu dulu ..., wah kau tampan sekali,” Silva yang semula cemberut tiba-tiba menunjukkan wajah kagum nya.
“Huss kau ini aku kira akan marah, malah bilang dia tampan.” Celetus Hana.
Dasar teman satu ini, hanya melihat pria tampan sifat nya cepat berubah. Dasar maniak pria tampan.
Setelah beberapa saat Kevin datang membawa kopi.
“Ini nona kopi nya, jadi sekali lagi aku mohon maaf. Jika berjumpa lagi, aku akan membeli kopi untuk kalian lagi. Sampai jumpa,” Kevin pun melenggang pergi.
“Hana lihat dia bilang kita akan berjumpa lagi. Wah, aku menunggu hal itu, tapi sayang nya aku lupa menanyakan nama nya.”
Kevin pun kembali masuk ke mobil dan memberikan kopi pada Aron.
“Kenapa lama sekali?”
“Maaf tuan tadi ada sedikit masalah didalam, tapi telah aku selesaikan.”
Tanpa pikir panjang Aron hanya mengangguk, dan menyuruh sang supir untuk segara melajukan mobil nya.
“Itu dia Hana, dia naik mobil itu. Aku rasa pria tampan itu bekerja dengan seseorang, mungkin didalam ada bos nya.”
“Entahlah aku ingin pulang, hari ini letih sekali. Aku ingin cepat pulang, Ibu ku pasti sudah menyiapkan makanan enak,” Ucap Hana.
Aron sedikit membuka kaca mobilnya.
Benarkah itu Bos nya? Seperti nya iya, tatapan mata nya tajam mengingatkan ku pada gambaran salah satu tokoh novel yang aku buat. Entah jika keseluruhan wajah nya, apalagi aku hanya bisa melihat mata nya karena terhalang kaca mobil. Sudahlah Hana untuk apa kamu memikirkan nya, kenal saja tidak, apalagi menatap langsung, lebih baik saat ini memikirkan kehidupan ku sendiri kedepan nya. Lagi pula karena mata nya mana mungkin aku harus penasaran?
******
Bersambung..
Mohon kritik dan saran nya ya.
__ADS_1