Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Tambahan


__ADS_3

Siang itu Ayana menyempatkan ke kantor Billy setelah menjemput Yoga dan Rafi dari sekolah. Mereka bertiga ingin memberi kejutan kepada Billy dan Farel untuk mengajak makan siang bersama karena hari itu Yoga dan Farel mendapatkan juara pertama dalam mengikuti lomba yang di adakah di sekolah mereka.


"Bun apa kita gak telepon dulu ayah takutnya ayah dan Om Farel sibuk?." Tanya Yoga.


"Gak perlu namanya juga kejutan, kalau kita memberitahukan ayah namanya bukan kejutan lagi benar gak Raf." Tanya Ayana.


"Benar itu Yog apa yang di katakan sama budhe." Jawab Rafi.


"Ya sudah aku ngikut saja apa kata bunda saja." Ucap Yoga.


"Gitu dong dukung rencana bunda." Ucap Ayana.


Tak lama mereka sampai di kantor Billy bekerja sebagai CEO Hermawan Group. Ayana memarkirkan mobilnya di parkiran khusus, setelah memarkirkan mobilnya mereka langsung masuk kedalam gedung Hermawan. Saat masuk kedalam lift Ayana tidak sengaja bertemu dengan Rico yang baru saja selesai meeting.


"Lho Om Rico." Ucap Rafi.


Rico yang akan masuk kedalam lift pun terkejut melihat nyonya bos beserta anak dan keponakan nya berada di sana.


"Siang bu Ayana." Ucap Rico dengan sopan.


"Siang Ric, apa pak Billy ada di ruangannya?." Tanya Ayana.


"Setahu saya jadwal pak Billy hari ini kosong tidak terlalu sibuk hanya ada rapat pagi tadi. Apa perlu saya hubungi untuk menanyakan keberadaan beliau?." Tanya Rico sambil mengambil hpnya di dalam saku untuk menghubungi Billy.


"Gak perlu kami ingin memberi kejutan kepada mas Billy dan mas Farel." Ucap Ayana.


"Oh iya budhe aku mau ke ruangan papa dulu sebelum ke ruangan pakdhe boleh?." Tanya Rafi.


"Iya bun Yoga juga mau keruangannya Om juga." Ucap Yoga.


"Ya sudah kalau kalian mau ke sana. Tolong ya Ric nitip dan antar anak - anak ke ruangan mas Farel." Ucap Ayana.


"Baik bu." Ucap Rico.


Setelah lift sampai ke lantai tujuh Rico, Yoga dan Rafi keluarga dari lift, sedangkan Ayana tetap di dalam lanjut menuju lantai dua puluh ke ruangan suaminya Billy.


Pintu lift terbuka Ayana sudah sampai lantai dua puluh. Ayana langsung keluar dari lift. Saat di berjalan menuju ruanga Billy dia bertemu beberapa staf yang bekerja di sana. Ayana tanpa ragu menyapa mereka sebelum mereka menyapa duluan. Ayana dari dulu memang terkenal ramah diantara istri pimpinan yang ada di Hermawan Group.


Ayana sampai di kantor CEO dia berjalan menghampiri Adi untuk menanyakan apa Billy ada di ruangannya sebelum masuk dan memberikan kejutan kepada Billy. Adi 36 adalah sekretaris Billy yang baru setelah dia menjadi CEO.


"Siang Adi, Bapak ada di dalam?." Tanya Ayana dengan ramah.


"Siang bu, Bapak ada di dalam, sekarang masih ada tamu." Jawab Adi.


"Ooo, kalau boleh tahu siapa tamunya?." Tanya Ayana lagi.


"Itu tamu...." Jawab Adi ragu dan takut karena Adi tahu kalau yang menemui Billy adalah Maudy bila Ayana tahu dia takutnya akan terjadi sesuatu.


"Kenapa gak menjawab apa tamu pak Billy sangat penting sampai aku gak boleh tahu?." Ucap Ayana.


"Tidak terlalu penting bu, cuma yang bertemu dengan pak Billy itu bu Maudy." Jawab Adi sambil menundukkan kepada nya.


"Maaf bu."

__ADS_1


Ayana yang mendengarkan nama Maudy langsung terkejut. "Kamu gak salah dan gak perlu minta maaf, ya sudah aku masuk kedalam kamu gak perlu khawatir." Ucap Ayana.


Dengan perasaan yang gak menentu Ayana langsung masuk kedalam ruangan Billy tanpa mengetuk pintu. Ayana terkejut melihat Billy dan Maudy tertawa bersama. Saat Ayana masuk Maudy sedang bersandar di meja kerja Billy sedangkan Billy duduk di kursi kerjanya, mereka saling berhadapan saat berbicara dan tertawa membuat Ayana semakin kesal dengan perasaan tak menentu.


Sedangkan Billy dan Maudy yang sedang berbicara pun terkejut melihat kedatangan Ayana. Maudy pun yang gak mengetahui kekesalan Ayana hanya tersenyum dan sedikit menggoda pasangan suami istri tersebut.


"Ya sudah Bill aku balik dulu, nyonya bos sudah datang. Ingat jangan lupa datang." Ucap Maudy yang berpamitan kepada Billy.


"Iya aku pasti datang." Jawab Billy.


"Oh iya seperti kamu bakal kena masalah deh." Ucap Maudy.


"Tenang saja aku bisa menanganinya." Jawab Billy santai.


"OK aku balik dulu. Assalamualaikum." Ucap Maudy.


"Iya Waalaikumsalam." Jawab Billy.


Maudy pun berjalan keluar ruangan, saat akan keluar dia berjalan menghampiri Ayana yang sedang berdiri di dekat pintu.


"Hey Aya gimana kabar?." Tanya Maudy.


"Alhamdulillah baik mbak, mbak sendiri gimana kabar?." Tanya Ayana balik.


Ayana pandai menyembunyikan ekspresi marah, kesal atau pun sedih terhadap lawan bicara nya sehingga orang akan salah mengartikan perasaan nya, hanya beberapa orang yang tahu sikap dan ekspresi yang dimiliki oleh Ayana.


"Aku baik." Jawab Maudy.


"Oooo, terus ada urusan apa dengan suamiku." Ucap Ayana datar.


"Aku gak punya banyak waktu untuk menjelaskan. Kalau gitu aku pamit dulu ya Aya. Selamat mencari penjelasan kepada suami mu, aku tinggal dulu. Assalamualaikum." Ucap Maudy dan langsung berjalan keluar ruangan Billy.


"Waalaikumsalam." Ucap Ayana sambil melihat kepergian Maudy.


Setelah kepergian Maudy, Billy berjalan menghampiri Ayana. Ayana yang melihat Billy menghampiri nya langsung menyalimi dan mencium tangan Billy seperti biasa apa yang dia lakukan. Sebelum Billy mengajak Ayana duduk Billy mengunci pintu ruangannya terlebih dulu, lalu menggandeng tangannya menuju ruang tamu yang ada di ruangannya.


"Tumben datang ke sini gak kasih kabar dulu?." Tanya Billy.


"Memang gak boleh aku mengunjungi mu." Jawab Ayana dengan nada datar.


"Ya tentu saja boleh dong ini juga kantor mu juga." Ucap Billy pelan agar Ayana tidak marah.


"Kalau sudah tahu ini kantor ku juga kenapa masih tanya juga! Apa mas Billy merasa terganggu dengan kedatangan ku saat berduaan dengan mbak Maudy tadi?." Tanya Ayana yang mulai terlihat kesal.


Billy menggenggam tangan Ayana di ciumnya kening Ayana dengan lembut. Ayana yang menerima perlakuan Billy hanya diam.


"Sayang kamu jangan marah, Maudy ke sini cuma mau memberikan sesuatu kepada kita." Ucap Billy.


"Aku gak peduli dengan apa yang dia memberi, yang jelas aku gak suka." Ucap Ayana.


"Cieh.... Istri ku bisa cemburu juga nih." Ucap Billy menggoda Ayana.


"Sudah deh mas gak usah menggoda, aku lagi kesal dengan mu." Ucap Ayana yang melepaskan tangan nya dari genggaman Billy dan menjauh.

__ADS_1


Billy yang melihat tingkah Ayana langsung bernafas panjang berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya untuk mengambil sebuah amplop lalu berjalan kembali dan duduk di sebelah Ayana.


"Kamu jangan salah sangka dulu sayang, aku dan Maudy sudah tidak ada hubungan lagi, Dia kesini hanya memberikan ini untuk kita. Apa yang dia ucapkan tadi hanya ingin menggoda mu saja." Ucap Billy sambil memberikan sebuah undangan pernikahan.


"Ini undangan?." Tanya Ayana.


"Iya kamu buka saja." Jawab Billy.


Ayana langsung membuka undangan yang diberikan oleh Billy, dia pun membacanya ternyata undangan itu adalah undangan pernikahan Maudy.


"Maaf ya, tadi aku dan Maudy sengaja seperti itu karena ingin menggoda mu saja." Ucap Billy.


"Aku masih kesal sama mas Billy." Ucap Ayana memalingkan wajah nya.


"Sayang maaf ya, aku janji ini terakhir aku menggoda mu seperti tadi." Ucap Billy sambil memeluk Ayana dari belakang.


Ayana hanya menganggukkan kepalanya.


Billy mulai membalikkan badan Ayana kehadapannya dipandangnya wajah cantik istrinya. Tanpa aba - aba Billy langsung mencium kening, pipi dan terakhir bibir Ayana dengan lembut. Ayana pun langsung melingkarkan tangannya ke leher Billy, sedangkan Billy memeluk tubuh Ayana dengan erat. Mereka berciuman cukup lama yang membuat mereka kehabisan nafas, Billy yang begitu bernafsu mengulangi nya lagi. Saat kejadian panas terjadi tiba-tiba pintu ruangan Billy diketuk dengan kencang.


"Tok... Tok... Tok...." Suara ketukaan pintu.


"Aduh siapa sih ganggu aja." Ucap Billy kesal tetapi masih tetap mencium Ayana.


Pintu pun kembali diketuk dengan keras yang membuat mereka berdua menyudahi kegiatan mereka. Ayana langsung merapikan penampilannya yang berantakan akibat ulah suaminya, sedangkan Billy berjalan menuju pintu dengan perasaan yang kesal.


Pintu pun langsung dibuka dilihat nya di depan pintu ruangan ada Farel, Yoga dan Rafi dengan tersenyum lebar tanpa bersalah.


"Assalamualaikum, Yah."


"Assalamualaikum, pakdhe." Ucap salam Yoga dan Rafi bersama.


Setelah memberi salam mereka langsung masuk kedalam menemui Ayana yang sedang duduk di ruang tamu. Sedangkan Billy yang masih di depan pintu menatap tajam kearah Farel karena telah mengganggu dirinya. Farel yang tahu kalau Billy sedang kesal hanya bisa tersenyum.


"Maaf mas, itu tadi yang ketuk pintu bukan aku tapi Yoga. Benar deh sumpah." Ucap Farel sambil menunjukkan jarinya dengan huruf v✌️.


"Tapi seenggaknya kamu bisa kan jagain anak - anak dulu." Ucap Billy.


"Tapi mereka ingin menemui mas dan Ayana, makanya aku ajak kesini. Kalau mas kasih tahu aku dulu, aku kan gak ajak mereka kesini. Seharusnya aku yang marah ke mas Billy, seenggaknya mas Billy harus tahu perasaan seorang dudu." Ucap Farel yang langsung masuk ke dalam ruangan Billy.


Billy yang mendengarkan ucapan Farel merasa bersalah dengan ucapannya. Dia pun langsung merangkul adiknya dan mengucapkan kata maaf. Mereka masuk bersama kedalam ruang kerja Billy. Di dalam mereka di berbicara, bercanda dan saling bercerita. Karena sudah memasuki jam makan siang Billy akhirnya mengajak mereka semua untuk makan siang di sebuah restoran untuk merayakan kemenangan Yoga dan Rafi.


"Kalau gitu kita makan siang sekarang saja." Ucap Billy.


"Siap." Ucap Yoga dan Rafi bersamaan.


"Kalau gitu ayo berangkat sekarang, Rel tolong reservasi tempat biar kita bisa langsung makan." Ucap Billy menyuruh Farel.


"Siap bos." Ucap Farel yang langsung mengambil Hpnya untuk melakukan reservasi di sebuah restoran.


"Ayo kita berangkat." Ucap Rafi yang langsung menggandeng tangan Ayana dan Yoga.


Farel dan Billy pun berjalan di belakang mereka. Mereka berjalan bersama sebelum keluar ruangan Farel sempat berkata. "Sebelum mas keluar dan ikut makan sebaiknya mas rapikan penampilan mas terlebih dahulu, gak mungkin kan seorang CEO menggunakan lipstik, coba mas Billy bercermin dulu, ada bekas lipstik menempel di bibir mas."

__ADS_1


Billy yang mendengarkan langsung melihat wajah nya di cermin, dilihatnya bibir nya terdapat bekas lipstik akibat perbuatan nya tadi. Farel yang melihat tingkah Billy langsung tertawa keras karena merasa senang menggoda Billy.


End


__ADS_2