Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Pergi Ke Mal


__ADS_3

Hana tetap diam tidak bersuara, dia ingin segera keluar dari apartemen Aron. Pria itu hanya menatap Hana yang sedang ada di hadapannya.


"Bagaimana apa aku bisa pulang sekarang?" tanya Hana pelan.


"Iya, kau boleh pulang sekarang," jawab Aron singkat, "Tapi ikut aku keluar sebentar, kebetulan ada sesuatu yang ingin aku beli diluar."


"Jadi maksud mu, sebelum aku pulang harus ikut denganmu dulu? Kemana?" Hana penasaran.


"Rahasia... " Aron mengedipkan matanya pada Hana.


Mau apalagi pria ini? Dan mau kemana dia mau mengajakku pergi? Jangan-jangan... Tidak, tidak Hana berpikir positif, pasti semua akan baik-baik saja.


Batin Hana sedikit berkecamuk, melihat Aron mengajaknya pergi ke suatu tempat.


"Ayo... kenapa diam saja," ucap Aron.


Akhirnya mereka berdua meninggalkan apartemen milik Aron, meski sudah lepas dari kandang singa, tetapi bagi Hana mungkin sebentar lagi dia akan masuk ke kandang hewan yang lebih buas.


Mereka menuju parkiran tampak mobil Aron berada disana.


"Masuk." perintah Aron pada Hana.


Hana menuruti perintah pria tersebut, dia hanya mengerucutkan bibirnya pertanda saat ini dia sedang kesal.


Selama perjalanan Hana hanya memandang jalan yang sedang mereka telusuri dari mobil, sebuah musik mengiringi perjalanan itu. Entah akan dibawa kemana, Hana hanya pasrah menerima keadaan nya saat ini.


Tidak sadar tiba-tiba mobil telah berhenti, ketika mereka keluar dari mobil tampak suasana di tempat tersebut sangat ramai. Diantara orang-orang tersebut terlihat banyak membawa belanjaan.


"Mal?" Kedua alis Hana terangkat.


"Iya, kita ke mal." ucap Aron.


Langsung saja Aron berjalan masuk ke mal tersebut, Hana hanya mengikuti nya dari belakang.


"Apa ada yang mau kau beli?" tanya Hana.


"Aku pikir sudah lama tidak belanja pakaian, jadi sudah saatnya untuk membeli yang baru," jawab Aron singkat, "Kebetulan isi kulkas di apartemen ku sudah habis, jadi sekalian saja belanja di supermarket."


"Lalu kenapa aku harus ikut?"

__ADS_1


"Hana, kau harus membantu ku..." Aron menganggukkan kepalanya.


Tidak mengerti maksud perkataan pria itu, Hana hanya memasang wajah heran nya.


"Nah, ayo kesana." ucap Aron yang mulai berjalan dengan cepat.


Disisi lain Hana tetap bingung maksud dari perkataan Aron, jika hanya untuk belanja bukankah pria itu bisa sendiri atau mengajak orang lain semisal para wanita yang dekat dengannya. Tapi kenapa Hana harus ikut.


"Tuan Aron, sudah lama anda tidak kesini. Saya sudah menyediakan barang yang anda inginkan, mari ikuti saya." ucap seseorang.


Orang tersebut ternyata salah satu pelayan di toko pakaian. Toko tersebut sangat lah mewah, dilihat dari pakaian yang di jual saja sudah menunjukkan kualitas tinggi. Sebagian barang yang dijual juga karya perancang terkenal.


"Ini adalah kemeja yang sudah jauh hari anda pesan, jika ada yang tidak sesuai kami akan mengganti nya Tuan," ucap pelayan tersebut.


"Tidak, ini sudah sesuai yang aku harapkan. Aku beli yang ini," Aron yang melihat barang yang dia beli.


"Tuan ini kemejanya, sudah kami kemas," pelayan tersebut barang tersebut.


"Berikan padanya, biar dia saja yang pegang."


Hana yang tidak tahu apa-apa, langsung saja memegang bungkusan berisi kemeja Aron.


"Kau ini pria atau wanita sih! Kenapa beli barang sebanyak ini? Aku juga yang memegang nya, kau tidak satupun bantu memegang barang yang kau beli," ucap Hana yang kesal sekaligus terlihat banyak menenteng barang yang Aron beli.


"Aku sebenarnya sangat jarang belanja sebanyak ini, tapi sebagai Presdir perusahaan besar penampilan harus diperhatikan toh," Aron yang mengabaikan ucapan Hana, "Kebetulan kau sedang bersama ku, tidak ada salah nya membantu. Dengan membawa barang-barang tersebut."


"Jadi maksud mu aku ini jadi asisten pribadi mu, yang kemana-mana harus menenteng barang mu? Wah, kau sudah keterlaluan Aron!" suara Hana melengking membuat orang disekitar memperhatikan nya, tapi dia tidak peduli dengan orang-orang tersebut.


Aron yang pura-pura tidak dengar, terus berjalan tanpa memperdulikan ucapan Hana yang sedari tadi menggerutu. Dia sebenarnya tidak tega melihat Hana seperti itu, tapi melihat ekspresi Hana yang terlihat kesal seperti anak kecil, membuat Hana menggemaskan bagi Aron.


Terlihat sesekali barang yang Hana tenteng terjatuh, Hana bisa saja meninggalkan barang-barang tersebut dengan Aron. Tapi ketika Aron menatap nya, Hana terlihat takut jika dia melakukan kesalahan pada Pria tersebut.


Sudah lama mereka berkeliling. Hana sempat terhenti di sebuah toko perhiasan, mata nya langsung tertuju pada sebuah kalung yang dijual di toko tersebut.


"Indah sekali, sangat cantik," gumam Hana yang kagum melihat kalung itu, "Wahh... mahal sekali, jika lebih murah pasti langsung ku beli, kalau aku ada uang sebanyak itu lebih baik aku tabung saja."


Aron melihat Hana dari jarak beberapa meter yang sedari tadi memperhatikan kalung tersebut.


Ketika Hana mau mendekat dengan Aron, tiba-tiba ada dua orang wanita mendekati Aron.

__ADS_1


"Aron, kebetulan kau kesini. Apa kau sedang belanja?" ucap salah satu wanita tersebut.


"Iya, ada beberapa barang yang ingin aku beli." jawab Aron.


"Wanita mana lagi ini? Bahkan sekaligus dua wanita, aku heran dengan para wanita tersebut kenapa sangat ingin menempel dengan nya? Padahal sudah tahu dia dekat dengan banyak wanita," ucap Hana yang tidak jadi mendekati Aron.


Kedua wanita tersebut tampak mengajak Aron kedalam toko perhiasan itu, mereka terlihat memilih perhiasan sampai salah satu wanita itu melihat kalung yang tadi Hana lihat.


"Kalung ini sangat bagus, aku ingin beli yang ini. Pelayan berikan kalung ini pada.."


Belum sempat meneruskan ucapan nya, Aron langsung memotong nya.


"TIDAK. Aku rasa kalung itu tidak cocok dengan mu, lebih baik kalian ambil yang lain saja. Biar nanti aku yang bayar," ucap Aron yang mengejutkan kedua wanita itu dan Hana.


Walaupun Aron mengucapkan hal itu sedikit meninggikan suaranya, kedua wanita itu sangat senang mendengar Aron bilang akan membayar perhiasan yang mereka mau asal jangan kalung tersebut.


"Karena kau bilang tidak cocok denganku, maka aku menuruti nya Aron. Oh, iya terimakasih sudah mau membelikan kami perhiasan cuma-cuma."


Kedua wanita itu tersenyum lebar, sangat senang pria yang banyak dikagumi orang ternyata akan membelikan mereka perhiasan.


Wajah Aron yang sedikit menyesal, hanya bisa menahan rasa penyesalan nya. Mengingat dia bilang akan membayar perhiasan yang kedua wanita itu beli, ini pasti akan jadi bahan pamer kedua wanita itu pada banyak wanita lain.


Hana yang sedari tadi memperhatikan hanya bisa diam, tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.


Giliran wanita seperti mereka bersikap baik, sedangkan denganku. Hah... boro-boro barangnya saja aku yang bawa. Hadeh.


Hana hanya menggerutu dalam hati nya.


Setelah dari toko perhiasan dan berpisah dengan kedua wanita tersebut, Aron menyuruh Hana untuk langsung menuju mobil nya terlebih dahulu.


"Hana, pergilah dulu ke mobil. Nanti aku menyusul," perintah Aron pada Hana.


Punggung Hana yang tidak terlihat lagi yang sudah pergi duluan, membuat Aron berbalik kembali ke toko perhiasan.


"Pelayan, aku beli kalung ini. Bungkus dengan tempat yang bagus."


"Baik, Tuan."


******

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2