
Siang itu Nata dan Farel sedang bersantai di ruang tengah sambil menikmati rujak pasrah yang dibuat oleh Nata.
"Nat." Panggil Farel.
"Iya." Jawab Nata yang fokus menonton drama korea sambil menyandarkan kepalanya di bahu Farel.
"Mas Billy dan Ayana kemana dari tadi pagi kok gak ada?." Tanya Farel.
"Oh....mas Billy dan Ayana pergi ke rumah Ayana yang dulu sekalian mengunjungi keluarga pak Dadang dan mungkin sekalian Ayana melihat restoran nya." Ucap Nata.
"Memang nya Ayana punya restoran?." Tanya Farel yang baru tahu kalau Ayana punya restoran.
"Punya mas, itu usaha keluarga Ayana, sebelum ayah dan ibu Ayana meninggalkan mereka memiliki restoran dan sekarang yang mengelola pak Dadang." Jawab Nata.
"Oh....." Ucap Farel.
Tak lama kemudian Billy dan Ayana datang dan membawa beberapa makanan.
"Assalamualaikum." Ucap salam Billy dan Ayana bersamaan.
"Waalaikumsalam." Jawab Farel dan Nata bersamaan pula.
"Dari mana mas?." Tanya Farel.
"Jalan-jalan." Jawab Billy singkat.
"Apa itu mas?." Tanya Farel yang menunjuk bungkusan yang ada di atas meja.
__ADS_1
"Oh....ini lumpia tadi Ayana lagi pingin makan ini jadi aku beli banyak sekalian, untuk kita makan bersama." Ucap Billy yang langsung membuka bungkusannya.
Farel yang melihat dan mencium bau lompia langsung merasa mual dan ingin muntah.
"Mas jangan di buka disini buang sana aku gak suka baunya." Ucap Farel langsung menutup hidungnya dan memegang perutnya yang mulai mual.
"Enak saja Ayana lagi pengen makan ini belinya juga antri, kalau anak ku ngiler gara-gara gak bisa makan lumpia gimana? memang kamu mau tanggung jawab? mending kamu aja yang pergi sana." Ucap Billy.
"Mas tega sama adik sendiri." Ucap Farel sedih dan cemberut.
"Ya jelas tega ini demi istri dan anak tersayang." Ucap Billy yang gak mau mengalah.
Ayana dan Nata yang berjalan menuju ruang tengah sambil membawa piring dan minum cuma melihat dan menggelengkan kepala mereka melihat tingkah kakak adik yang sedang berengkar.
"Sebenarnya yang hamil itu kamu atau Farel sih Nat?." Ucap Billy kesal
"Aduh gagal deh bikin kejutan." Ucap Nata dalam hati.
"Maksudnya?." Tanya Farel heran.
Karena mual dan ingin muntah Farel pun langsung berlari kearah kamar mandi luar yang ada di dekat ruang tengah. Setelah puas memuntahkan semua isi yang ada di perutnya Farel pun langsung keluar.
"Maksud nya apa?." Tanya Farel yang baru saja keluar kamar mandi dan duduk di sebelah Nata.
"Sudah Nat gak perlu buat kejutan untuk anak itu." Ucap Billy sambil menunjuk Farel.
"Kamu langsung bilang saja ke Farel dari pada semua susah karena tingkah dia yang aneh semenjak kamu....." Ucap Billy terhenti saat tangan Ayana memegang tangan Billy.
__ADS_1
"Semenjak apa mas? kenapa gak dilanjutkan? kamu sakit Nat?." Tanya Farel kepada Nata penuh kekawatiran
Nata tidak langsung menjawab dia hanya diam dan memberikan sebuah amplop coklat dengan logo rumah sakit tempat dia bekerja dengan raut muka yang dibuat sesedih mungkin oleh Nata.
"Apa ini Nat? apa kamu benaran sakit?." Tanya Farel sedih.
"Ini buka, lihat dan bacalah." Ucap Nata pelan.
Farel menerima amplop itu dengan ragu dia membuka amplop itu, saat dia membuka dan mengeluarkan satu persatu yang ada di dalam amplop itu dia hanya diam, Farel memegang hasil testpack dan hasil USG pun langsung meneteskan air matanya dan langsung memeluk Nata.
"Benar kan ini nat? kamu hamil?." Tanya Farel sambil memeluk Nata dan mulai menangis.
Nata hanya mengangguk dan mengelus punggung Farel dengan lembut.
"Kakak adik sama saja cengeng." Ucap Ayana pelan.
"Maksud mu sayang?." Tanya Billy.
"Gak apa." Jawab Ayana.
"Ya sudah kejutannya sudah kan, jadi gak perlu nunggu Mama sama Papa balik ke rumah nanti sore." Ucap Ayana.
Farel sangat senang dan gembira karena mengetahui Nata sedang hamil.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1