
Setelah sampai di apartement Nata langsung masuk tanpa membantu Farel.
Farel yang melihat sikap Nata tahu kalau istrinya sedang marah. Farel pun meminta bantuan satpam untuk membawakan belanjaannya naik ke apartementnya.
Nata membuka pintu apartement, masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri, mengganti pakaiannya dengan pakaian santai dan langsung menyiapkan makan malam.
Sedangkan Farel masuk kedalam apartementnya dibantu oleh satpam membawakan barang belanjaannya.
"Makasih ya pak, maaf merepotkan bapak." Ucap Farel sambil memberikan selembar uang seratus ribu kepada satpan itu.
"Sama-sama pak Farel, sering-sering saja minta bantuan saya, saya pamit dulu ya pak, he...he...he." Ucap satpam tersenyum lebar.
"Ok...." Ucap Farel sambil mengacungkan jempolnya.
Setelah satpam itu pergi Farel membawa satu persatu barang belanjaanya pantry dapur miliknya, disana sudah ada Nata yang menyiapkan makan malam untuk mereka.
Malam itu Nata meyiapkan masakan sederhana untuk makan malam, ayam goreng, tahu, tempe serta sambal sebagai pelengkapnya. Karena masakan itu sudah tersedia di kulkas dan siap dipanaskan lalu dihidangkan. Tak lupa Nata menyiapkam minuman kesukaan suaminya susu coklat hangat.
"Nat ini belanjaannya aku taruh sini ya." Ucap Farel pelan.
"He em...." Jawab Nata singkat tanpa melihat Farel.
"Aku mandi dulu ya, baju ku sudah kamu siapkan?." Ucap Farel.
__ADS_1
"He em....." Jawab Nata.
Farel menarik nafas panjang lalu masuk kedalam kamar untuk membersihkan dirinya. Tak lama Farel keluar dengan mengunakan kaos oblong warna putih dan celana pendek sepaha. Nata yang sudah selesai memasak dan menyiapkan makanan sudah duduk di pantry menunggu Farel untuk makan bersama.
"Kamu marah?." Tanya Farel.
Nata hanya diam gak menjawab.
"Nat...." Sapa Farel.
"Ya apa." Jawab Nata datar.
"Kamu marah ya, maaf." Ucap Farel dengan muka sedih nya.
"Aku lapar bisa gak usah bahas itu." Ucap Nata.
Mereka berdua makan tanpa ada yang berbicara. Setelah selesai Nata merapikan meja pantry dan dapur lalu langsung masuk kedalam kamar untuk membersihkan dirinya dan mengganti bajunya dengan pakaian tidur.
Farel yang melihat mengikuti Nata ke kamar. Farel duduk disofa menunggu Nata untuk menjelaskan kejadian yang terjadi saat di supermarket.
Nata keluar dari kamar mandi menggunakan lingerie hitam yang sangat seksi saat Nata pakai, karena setelah menikah Farel ingin Nata selalu memakai pakaian itu saat tidur. Nata berjalan ke meja riasnya duduk dan mulai menggunakan beberapa pelembab muka lalu berjalan kearah tempat tidur.
"Nat kamu marah sini dulu aku kangen kamu Nat." Ucap Farel sambil menepuk dudukan sofa.
Nata langsung berjalan dan duduk disebelah Farel. Farel menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan Nata, lalu memegang tangannya dengan mesra.
__ADS_1
"Nat maafin aku ya, aku benar-benar gak tahu kalo Natali tiba-tiba memeluk ku seperti itu. Jangan marah dan mendiamkan aku seperti ini." Ucap Farel sambil mencium tangan Nat.
"Sekarang aku tanya, kalau aku dipeluk oleh Atal atau Hito di depan mata mu, gimana? mas marah gak?." Ucap Nata kesal.
"Ya jelas aku akan marah." Ucap Farel.
"Kenapa mas gak berusaha untuk melepaskan pelukannya."
"Kalau aku mencoba melepaskan, nanti belanjaan yang aku bawa akan jatuh semua." Ucap Farel.
"Jadi lebih penting belanjaan dari pada aku." Ucap Nata kesal.
"Ya lebih penting kamu lah sayang, ya sudah nanti kalau ada yang seperti itu lagi aku bakal cari cara buat menghindar agar istri ku ini gak marah." Ucap Farel merayu dan langsung memeluk Nata dengan erat.
Nata hanya diam tidak menjawab ucapan Farel.
"Sudah kan marahnya?." Tanya Farel.
Nata menganggukkan kepalanya.
"Nat malam ini boleh ya kita main." Ucap Farel menggandeng tangan Nata untuk ke tempat tidur tanpa menunggu jawaban Nata.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA