Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Eps 99...


__ADS_3

Farel dan Nata berjalan menuju rumah sakit tempat Ayana di rawat. Sesampai nya di sana Farel langsung menemui Billy yang duduk dengan gelisah di depan ruang oprasi.


"Mas, gimana keadaan Ayana?." Tanya Nata.


"Masih di dalam Nat." Jawab Billy.


"Mas ganti baju mu dulu dan bersihkan badan mu, biar aku dan Nata yang menunggunya." Ucap Farel sambil memberikan baju ganti kepada Billy dan menunjuk toilet yang tak jauh dari ruang Oprasi.


Billy menggangguk dan langsung berjalan cepak menuju kamar mandi.


Tak jauh dari ruangan oprasi, Farel melihat Maudi duduk dan ikut menunggi Ayana yang sedang di oprasi, dengan tatapan marah Farel pun langsung menghampiri nya.


"Apa yang Kamu lakukan di sini?." Tanya Farel marah.


"Aku sini cuma mengantar Billy dan Ayana ke rumah sakit karena saat aku mau pulang aku melihat Billy dan Ayana sepertinya habis tertabrak." Jawab Maudi santai.


"Cih.....jangan alasan dasar tukang akting, kamu kan yang merencanakan semua ini dengan Radit untuk mencelakai mas Billy dan Ayana." Ucap Farel kesal.


"Maksud mu? aku dan Radit yang melakukan? hey Rel untuk apa aku menolong mereka kalau aku ingin melenyapkan Billy dan Ayana, sejahat-jahatnya aku, aku gak akan mau berbuat seperti ini." Ucap Maudi gak kalah kesal nya.


"Jangan banyak alasan......." Ucap Farel terpotong oleh Billy yang memegang lengan Farel.


"Sudah Rel gak usah ribut ini rumah sakit." Ucap Billy.


"Dan kamu Maudi makasih banyak sebaiknya kamu pulang saja dan terima kasih banyak sudah menolong ku, nanti aku akan menghubungi mu." Ucap Billy.

__ADS_1


Maudi pun mengangguk mengiyakan ucapan Billy dan langsung pergi meninggalkan mereka bertiga yang berada di sana. Setelah Maudi pergi Billy meminta Farel untuk menghubungi Anton untuk menyelidiki apa Maudi terlibat masalah ini.


Tak lama Pak Hermawan, Om Edo dan Ibu Tika datang ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan menantu dan cucunya yang sekarang sedang didalam ruang oprasi.


Tak lama ruangan oprasi dibuka tetapi yang keluar adalah seorang perawat yang meminta Billy untuk mengambil dua kantong darah untuk Ayana di bank darah. Farel langsung menawarkan diri untuk membantu Billy mengambilkannya.


"Mas biar aku saja yang mengambil mas di sini saja." Ucap Farel mengambil kertas yang dipegang Billy dan langsung pergi mengambil darah.


"Makasih." Jawab Billy singkat.


Tak lama kemudian Farel datang membawa box dan langsung memberikan kepala Billy, Billy pun langsung berjalan masuk keruang dan memberikannya kepada perawat yang sudah menunggu disana. Billy pun kembali keruang tunggu.


"Sabar ya nak, doakan istri dan anak mu biar mereka selamat." Ucap Ibu Tika sambil memeluk Billy.


"Kenapa bukan Billy saja yang tertabrak kenapa harus Ayana mas?." Tanya Billy.


"Sudah kamu jangan berucap seperti itu, ini sudah takdir dari Alloh dan kita harus menerima, kamu banyak berdoa saja." Ucap Pak Hermawan menguatkan Billy.


Om Edo berjalan menghampiri Billy dan berdiri dihadapan Billy untuk meminta maaf.


"Om minta maaf ya Bill....." Ucap Om Edo yang terpotong karena langsung dijawab oleh Billy.


"Maaf Om, Billy belum mau membahas masalah dengan Radit." Ucap Billy dengan tegas dan langsung berdiri meninggalkan Om Edo.


Farel yang melihat Om Edo diam langsung menghampiri nya memegang bahu dan lengannnya lalu memintanya untuk duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Maaf ya Om untuk sikap mas Billy yang tadi dan saat ini jangan ganggu mas Billy pikirannya masih kacau." Ucap Farel.


"Iya aku tahu, maafin Om ya Rel atas semua apa yang dilakukan oleh Radit." Ucap Om Edo.


Farel menganggukkan kepalanya dan saat itu hp berbunyi Farel pun meminta ijin Om Edo untuk mengangkat telepon nya. Farel berjalan menjauh dari ruang tunggu. Farel pun langsung mengangkat telepon dari Anton.


Telepon


"Assalamualaikum." Ucap Anton.


"Waalaikumsalam, ya Ton sudah ada kabar?." Tanya Farel.


"Radit sudah kami tangkap dan apa sebaiknya kita serahkan kekantor polisi?." Tanya balik Anton.


"Jangan, kamu tahan saja dulu, aku akan membicarakan kepada Papa dan Om Edo dulu dan tolong kamu selidiki apa Maudi juga terlibat dengan hal ini." Ucap Farel.


"Ok Rel. Nanti aku kabari kalau sudah mendapat kabarnya, ya sudah kalau gitu salam untuk pak Billy, kabari kalau ada apa-apa, Assalamualaikum." Ucap Anton lagi.


"Iya terima kasih banyak. Waalaikumsalam." Ucap Farel.


Setelah Farel menerima telepon dari Anton, tak lama Nata memanggil Farel karena Ayana telah melhirkan Farel pun langsung berlari menuju ke ruang tunggu untuk melihatnya.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2