
Didalam mobil sendiri Sisil terlihat mengotak-atik audio mobil milik kakak nya, demi memutar musik kesukaan nya. Yaitu, music KPOP dari negeri gingseng. Aron yang meihat hal tersebut hanya memasang wajah datar nya saja. Sampai adik nya yang menyenandungkan lagu mulai berbicara.
“Kak Aron, aku dengar kakak akan dijodohkan ya. Hmm, kalau tidak salah nama nya Sena bukan? Yang aku tahu dia juga sangat terkenal sih dikalangan banyak orang,” tanya Sisil pada Aron.
“Iya,” jawab Aron singkat dan padat.
“Aiss, adikmu bertanya serius malah dijawab seperti itu. Pantas saja para wanita mudah tertekan untuk mendapatkan kakak, kakak sendiri saja sedingin Es melebihi kutub utara dan selatan. Mungkin es seperti kakak harus ditambah sirup dulu baru terlihat enak. Ckckckck,” ujar Sisil yang kesal.
“Sisil bagi kakak kau ini masih kecil, jadi tidak perlu mengurusi urusan orang dewasa. Dan lagi apa maksudmu dengan istilah Es dan sirup tersebut?”
“Aku ini sudah dewasa wajar aku bertanya, malah seperti nya kakak yang belum dewasa istilah seperti itu saja tidak tahu. Kakak itu ibaratkan es yang dingin jadi aku rasa perlu wanita yang seperti sirup, manis, lembut, dan disukai banyak orang. Agar es pada diri kakak itu cair makanya butuh sirup. Huweeekkk,” Penjelasan Sisil pada kakak nya yang kembali mengejek.
Setelah beberapa saat Aron telah sampai didepan rumah orang tua nya, dan mengabaikan ucapan adiknya tadi.
“Sudah sampai, ayo turun cepatlah masuk”
“Lalu kakak bagaimana, jangan bilang kak Aron tidak bermalam di rumah ayah, ibu? Ayolah aku baru saja pulang, masa kakak langsung pergi. Nanti aku adukan pada ayah dan ibu,” Ucap Sisil memelas.
“Huh! Dasar pengadu, baiklah kakak akan tinggal beberapa hari disini. Tapi kau jangan cari ulah dengan kakak apalagi didepan ayah dan ibu”
“Baiklah aku setuju” Sisil tersenyum ceriah.
\=\=\=
“Jadi anda dari perusahaan Atalla, milik keluarga Atalla sendiri. Itukan perusahaan besar anda sangat beruntung tuan Kevin.” ucap Hana.
“Iya nona, saya dari perusahaan milik keluarga Atalla. Sedangkan Veteran Entertaiment juga merupakan cabang perusahaan Atalla dibidang seni dan hiburan,” sahut Kevin.
“Jangan merendah tuan Kevin, tidak diragukan lagi siapapun yang masuk kedalam perusahaan tersebut kata nya orang-orang pilihan pasti nya tuan Kevin salah satu orang tersebut.”
Belum sempat membalas perkataan Hana kepada nya. Kevin sudah di panggil, buru-buru untuk kembali ke perusahaan.
“Maaf nona Hana, sepertinya percakapan kita sampai disini saja dulu. Lain kali kita sambung lagi dan jangan lupa ajak teman nona jika ada waktu senggang. Aku pergi dulu,” ujar Kevin sembari memberi salam pada Hana sebelum pergi.
__ADS_1
\=\=\=
Malam itu kediaman keluarga Atalla.
“Aron ayah sudah mendengar penjelasan dari ayah Sena, bahwa ini sebenarnya kesalahan Sena. Saat itu dialah yang mendapatkan informasi yang salah mengenai tempat pertemuan kalian, dia malah pergi ketempat yang salah. Jadi sebelum nya maafkan ayah Aron jika sebelum nya menuduh kau yang tidak-tidak” Ucap ayah Aron menyesal.
“Aku mengerti ayah, lagipula Sena kan baru pulang dari luar negeri jadi bisa saja dia salah mendapatkan informasi. Tapi satu hal yang harus aku ingatkan, aku harap jangan lakukan kesalahan itu lagi. Hal itu menunjukkan Sena wanita yang terlalu gegabah, jika dia benar-benar pintar seharus nya hal sekecil itu tidak akan terjadi,” ucap Aron menyeringai.
Wajah ayah Aron tiba-tiba memerah atas ucapan anak lelaki nya tersebut.
“Sudah-sudah, suamiku tahan amarahmu perkataan Aron tidak sepenuhnya salah,” bisik ibu Aron pada suaminya tersebut.
“Iya benar kata kak Aron, bagaimanapun seharus nya kak Sena tidak gegabah. Bagaimana mungkin wanita seperti itu disandingkan dengan kakak ku yang hebat ini,” sahut Sisil tidak mau kalah.
Disaatseperti ini adikku sungguh sangat berguna, sepertinya akan lebih baik saat Sisil dirumah setidak nya dalam hal ini dia pendukungku.
“Hus, Sisil kau ini. Kalian sudah selesai makan, sebaiknya kalian berdua pergilah ke kamar masing-masing,” ucap ibu mereka memberi kode.
Belum sampai di kamar masing-masing Sisil berbicara kepada Aron.
“Sisil sudah kakak katakan, kau ini belum cukup dewasa mengetahui hal seperti ini. Jadi jangan banyak tanya, kakak juga tahu apa yang harus kakak lakukan agar tidak terlihat gegabah,” ucap Aron dengan penuh keyakinan.
“Baiklah kalau seperti itu, daripada aku sibuk dengan dunia kakak lebih baik aku baca novel saja.”
“Sejak kapan kau suka baca novel? Kakak kira kau hanya mengerti membaca gosip dimajalah atau diponsel,” ucap Aron menyindir.
“Huh! Aku sudah lama menyukai novel bahkan semenjak aku mengenal penulis yang menciptakan mahakarya novel terbaik bagiku, dan dialah penulis idolaku. Seluruh novel-nya pun aku punya.”
“Sebegitukah? Kurasa jika itu pendapat mu, mungkin itu buruk,” ucap Aron sinis.
“Kakak boleh saja menghinaku tapi tidak dengan idolaku, jika dia buruk tidak mungkin perusahaan kakak mau bekerjasama dengan nya untuk menggarap film dari novel nya, kalau bukan karena proyek ini aku mungkin tidak akan pulang demi menemui idolaku” ucap Sisil percaya diri.
“Benarkah? Aku tidak tahu, yang kakak tahu semua proyek itu sudah dikerjakan dengan bawahan kantor jadi untuk apa kakak mengurusi hal tersebut. Memang siapa nama penulis yang kau idolakan itu?”
__ADS_1
“Nama nya Hana, sang dewi penggores tinta dalam mahakarya nya. Wah, dia sungguh luar biasa. Kak Hana aku pasti akan bertemu denganmu,” ucap Sisil kegirangan tanpa menyadari keberadaan Aron didepan nya.
Aron yang mendengar ha tersebut terdiam seketika, sampai sebuah ingatan hadir dikepala nya.
*‘Hai, namaku Hana’ *
‘Aku sangat suka menulis, bahkan sampai menulis novel’
Tidak berapa lama Aron langsung menuju kamar nya, dan melepon seseorang.
Tutt..
Tutt..
Tutt..
“Halo, tuan muda ada apa malam-malam begini anda menelepon saya?,” terdengar suara Kevin di telepon.
“Kevin aku ingin bertanya dengan mu, apa saat dipertemuan proyek tadi kau bertemu dengan penulis yang bekerja sama dengan kita itu?” tanya Aron pada Kevin penasaran.
“Iya tuan aku sudah bertemu dengan nya bahkan berbincang dengan nya, dia penulis yang terkenal nama nya Hana. Aku memanggil nya nona Hana,” Jawab Kevin.
“Kalau begitu, aku akhiri telepon nya.” Aron menutup telepon tersebut tanpa aba-aba dari Kevin yang belum sempat
bertanya, mengapa tuan nya menanyakan hal tersebut.
Aku tidak menyangka ternyata itu kau, baiklah aku mendapatkan mu, kau tidak bisa sembunyi. Hana…
\=\=\=
Ditempat Hana.
“Hatchiiiiii. Aduh kenapa aku bersin, apa udara malam ini terlalu dingin ya? Eh, telingaku juga sedikit berdenging. Sepertinya ada yang membicarakan ku,” ucap Hana yang sedang menulis naskah novel di meja tempat biasanya dia menulis.
__ADS_1
******
Bersambung…