Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Eps 67


__ADS_3

Billy dan Ayana hanya diam melihat Maudi keluar dari ruang kerja Billy. Ayana menghembuskan nafasnya lalu duduk dikursi yang berada disebelahnya sambil memegang perutnya yang sedikit kram.


Billy yang melihat Ayana langsung duduk bersimpuh didepan Ayana memegang tangan dan mengelus perutnya.


"Sayang maafin mas ya, kamu gak apakan? maafin ayah ya nak." Ucap Billy sambil mengelus dan mencium perut Ayana yang masih datar.


"Iya mas aku gak apa kok, cuma kaget." Ucap Ayana yang mengatur nafanya.


"Kita kerumah sakit saja ya." Ucap Billy kawatir.


Ayana hanya menggelengkan kepala nya. Dengan tatapan yang tajam Ayana mulai bertanya kepada Billy.


"Apa yang dilakukan mbak Maudi disini, apa dia sering menemui mu seperti ini. Jawab mas?." Tanya Ayana.


Billy menarik nafas panjang.


"Aku gak tahu apa yang dilakukan Maudi di sini, memang dia sering ke sini untuk masalah kerjaan tapi aku gak pernah menemui nya karena kerjaan yang berhubungan dengan dia semua dihendel oleh Rico." Ucap Billy


"Terus kenapa dia ada di sini?." Tanya Ayana.


"Aku juga gak tahu tadi setelah aku keluar dari ruangan Farel tiba-tiba dia menyapa ku dan mengejar ku sampai sini dan selanjutnya kamu tahu kan apa yang terjadi." Ucap Billy menjelaskan kepada Ayana.


"Bener mas gak bohong?." Tanya Ayana.

__ADS_1


"Sumpah Aya sayang, mas gak bohong demi Alloh." Jawab Billy.


Ayana menatap muka dan mata Billy dilihatnya apa Billy berbohong, tetapi Ayana tidak melihat kebohongan di mata Billy.


"Maafin mas ya sayang." Ucap Billy sambil memeluk Ayana dan kepalanya berada di paha Ayana.


"Iya aku maafin, tapi memang gak apa mas kamu memutuskan kontrak kerja dengan Maudi seperti apa yang kamu katakan ke dia tadi?." Tanya Ayana.


"Gak masalah aku bosnya, dari awal aku sudah bilang pada produser kalau aku tidak setuju. Sudah kamu gak usah mikirin hal itu, ingat kamu lagi hamil." Jawab Billy sambil mengelus perut Ayana.


Billy pun berdiri dan menggandeng Ayana untuk pindah duduk di sofa yang lebih nyaman.


"Mas sudah makan?." Tanya Ayana memberikan gelas yang berisi coffeelate kepada Billy.


Billy langsung menerimanya. "Makasih sayang, mas belum sempat makan, kerjaan menumpuk karena ada beberapa kontrak kerja yang tidak sesuai dengan aturan, mungkin mas hari ini pulang agak malam, kamu pulang duluan saja disini gak nyaman lho." Ucap Billy duduk bersandar.


"Memang gak apa kalau lama nanti kamu bosan lho." Tanya Billy.


"Gak apa, aku disini saja menunggu mas, aku lebih nyaman dekat sama kamu takut kalau tiba-tiba ada perempuan ganjen menggoda suami ku." Ucap Ayana dengan penekanan dikalimat terakhir.


"Hehehehe, kamu bisa aja sayang." Ucap Billy dan langsung mencium pipi dan bibir Ayana.


Tiba-tiba pintu dibuka langsung oleh Farel seperti biasa tanpa mengetuk pintu. Dilihatnya kakaknya sedang berciuman dengan Ayana.

__ADS_1


"Ya Alloh." Teriak Farel terkejut melihat kejadian itu.


Billy dan Ayana yang melihat Farel pun terkejut. Ayana menunduk malu sedangkan Billy menunjukkan muka kesal dan marah karena kebiasaan Farel.


"Maaf mas, gak tahu aku. He..he..." Ucap Farel tertawa lebar.


"Kamu itu kebiasaan gak di rumah gak di kantor sama saja. Ada apa kamu ke sini?." Tanya Billy.


"Ini laporan yang mas minta tadi." Ucap Farel menyerahkan beberapa laporan yang sudah diprint dan duduk di kursi kebesaran Billy.


"Oh iya, apa sudah ada tanggapan dari pak Andreas?." Tanya Billy sambil memeriksa laporan yang diberikan oleh Farel.


"Belum mas, nanti aku hubungi lagi beliau." Jawab Farel.


"Oh iya sayang kalau kamu capek istirahat di dalam kamar itu saja." Ucap Billy menunjuk sebuah kamar yang ada di dalam ruangan nya.


"Iya mas, tapi aku masih mau di sini, oh iya apa mas Farel sudah makan, tadi aku sempat membeli gado-gado di kantin rumah sakit." Ucap Ayana lalu mengeluarkan dua bukus dari kantong kresek.


"Wah kebetulan Aya, aku lapar banget." Ucap Farel langsung menyambar gado-gado yang disiapkan Ayana.


Ayana yang melihat tingkah adik iparnya hanya tersenyum. "Mas Billy makan dulu." Ucap Ayana.


Billy langsung merapikan laporan yang ada di meja dan langsung makan bersama Farel.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2