
Pagi nya mata Hana terlihat seperti panda. Dia tidak tidur semalaman, setelah kejadian kencan nya yang berujung sebuah kesalahan. Bagaimana tidak Hana yang mengira lelaki tadi malam adalah teman kencan nya, ternyata bukan sama sekali orang tersebut.
“Sungguh memalukan, aku seperti orang jahat. Bisa-bisanya aku langsung mengira orang itu adalah teman kencan ku, argghhhhhh … Oh tuhan aku harap tidak lagi bertemu dengan nya,” ucap Hana sembari kesalakan perbuatan nya tadi malam.
Belum lama setelah itu, terdengar ibu Hana memanggil nya dari luar.
“Hana cepat bangun, ibu sudah menyiapkan sarapan pagi ini.”
“Ehh, iya bu aku sudah bangun, aku akan segera kesana,” jawab Hana kepada ibu nya, dia dengan sigap bangkit dari ranjang nya dan merapihkan rambut nya yang berantakkan.
Di ruang meja makan, ayah dan ibu Hana tampak memasang wajah sumringah mereka kepada anak gadis nya tersebut. Sampai Hana dibuat heran akan sikap kedua orang tuanya.
“Ehemm ...,” suara serak ayah Hana yang langsung membuka pembicaraan mereka.
“Hana anakku sayang, ibu dengar dari teman mu Silva malam tadi kau pergi berkencan? Kenapa kamu tidak bilang kepada kami, ibu pasti akan menyiapkan baju terbaik, jika ibu tahu kamu pergi kencan semalam,” ujar ibu Hana seraya memasang wajah menyesal nya.
Dasar anak itu kenapa dia mengatakan kepada kedua orang tuaku jika aku pergi berkencan, bagaimana bisa aku menjelaskan hal tersebut kepada mereka. Apalagi kencan tersebut telah terjadi kesalah pahaman, ini semua sudah gila.
Hana hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari ibunya, bahkan tidak menjelaskan kejadian yang terjadi tadi malam. Dia hanya melanjutkan makan nya, tanpa menghiraukan kedua orang tua nya.
“Aisss anak ini, bukan nya menjelaskan malah diam saja. Hal itu merupakan berita baik, sebaiknya kau memceritakan nya kepada kami,” ucap ayah Hana yang terlihat sedikit kesal.
“Ayah, ibu untuk apa aku menceritakan nya? Kalian sudah tahu aku pergi berkencan, jadi apalagi yang harus diceritakan?”
“Pasti banyak, kau bisa ceritakan seperti apa dia, apa pekerjaan nya, dimana dia tinggal, atau berasal dari latar belakang keluarga seperti apa lelaki tersebut,” ucap ibu Hana panjang lebar mempertanyakan.
“Baik akan aku jelaskan, dia tampan bentuk badan nya juga bagus, kulihat pekerjaan nya cukup baik, bahkan dia mengantarku dengan mobil mewah, kalau masalah keluarga tidak perlu ditanyakan lagi sudah pasti dari keluarga kaya raya. Bagaimana apa ayah dan ibu sudah puas dengan penjelasan ku?” ucap Hana yang menjawab penuh dengan penekanan setiap kata-katanya.
Ayah dan ibu Hana yang mendengar hal tersebut sempat terdiam. Sampai …,
Prokkk..
__ADS_1
Prokkk..
Prokkk..
Terdengar tepuk tangan dari kedua orang tuanya, entah apa maksud tepuk tangan tersebut.
“Anakku Hana sungguh luar biasa, ayah bangga padamu nak. Istriku kurasa saat ini kita tidak perlu meragukan lagi anak gadis kita yang satu ini, mungkin selama ini dia terlihat menyedihkan sampai-sampai tidak ada lelaki yang mendekati nya. Tapi lihat sekarang baru sekali tangkap sudah dapat ikan terbesar, wah kau memang menuruni gen ayah Hana. Ayo, mari kita rayakan. Hahahaha.”
Apa? Ucapan macam apa itu. Lalu kenapa aku malah mendeskripsikan lelaki tersebut, aku telah berbohong kepada orang tuaku. Lihat ekspresi mereka seperti baru saja dapat lotre, ini diluar nalar padahal aku tahu sendiri keluargaku sedikit konyol. Apalagi hal seperti ini mungkin mereka akan sangat bersemangat. Ayah, ibu maafkan aku.
Hana yang mendengar hal tersebut langsung pergi dari meja, dia tidak berselera lagi dengan makanan nya.
“Hana kamu mau kemana? Kitakan belum selesai bicara nya, bahkan kau tidak menghabiskan makanan mu,” tanya ibu Hana.
“Aku sudah tidak nafsu lagi, aku mau madi dulu lalu mau pergi keluar sebentar,” Hana hanya menjawab acuh kepada orang tuanya dan berlalu pergi.
“Anak itu sungguh aneh, berita bagus seperti itu malah dia cuek dan kesal,” ucap ayah Hana, setelah Hana meninggalkan mereka.
******
Terdengar suara meja yang dipukul keras di suatu ruangan, dimana terlihat tampak keluarga Aron sedang berkumpul.
“Dasar anak tidak tahu di untung, bisa-bisanya kau melakukan hal seperti itu. Kau membuat keluarga Athalla malu dengan sikap mu terhadap Sena yang tadi malam tidak kau temui sama sekali, bagaimana aku bisa menjelaskan hal tersebut kepada ayah Sena? Dia pasti berpikir ini sebuah penghinaan bagi keluarga nya!”
Wajah ayah Aron terlihat memerah, akibat kemarahan nya terhadap anak lelaki satu-satu nya tersebut. Ingin rasanya mungkin dia menghajar Aron tapi itu sungguh tidak bisa dilakukan nya, dia masih menahan amarah sesungguh nya.
“Maafkan aku ayah, tapi sungguh aku sudah datang ingin menemui Sena dan ternyata akulah yang sama sekali melihat nya,” ucap Aron penuh dengan keyakinan.
“Apa? Kau bilang sudah ingin menemui nya? Mana buktinya, malah sebalik nya Sena lah yang sudah lama menunggu mu tapi tidak sedikitpun terlihat batang hidungmu.”
“Maaf tuan jika aku mencelah ucapan tuan, tapi aku Kevin selaku bawahan tuan muda juga membenarkan ucapan tuan muda. Aku sendirilah yang juga ikut mengantar tuan muda sampai ketempat yang dijanjikan. Walaupun hanya mengantar tuan muda, aku bersumpah bahwa yang dikatakan tuan muda itu benar,” Kevin yang dari tadi melihat ikut berbicara.
__ADS_1
“Baiklah jika itu yang kau katakan Kevin, aku akan memegang ucapan mu. Tapi untuk mu Aron, nanti kau harus menjelaskan semua itu dan ayah yang akan berbicara kepada ayah Sena untuk meminta maaf. Kemungkinan
ayah akan kembali mengatur pertemuan kau dan Sena kembali. Kuharap kau tidak melakukan kesalahan lagi.”
“Baik ayah,” ucap Aron singkat.
Untuk menjelaskan kejadian tadi malam maaf ayah, mungkin aku tidak bisa. Aku harus membohongi mu dulu, jika tidak ini akan berakibat fatal. Terutama pada wanita yang aku temui tadi malam, aku tidak tahu jika ayah mengetahui hal tersebut trik kotor apalagi yang akan ayah buat.
Semua orang dalam ruangan tersebutpun bubar, kecuali Aron dan Kevin.
“Tuan muda kau harus menceritakan padaku kejadian tadi malam, aku merasa bersalah karena meninggalkan mu tadi malam.”
“Itu bukan salahmu Kevin, jika kau terus bersamaku tadi malam mungkin aku tidak akan bertemu dengan nya …,”
“Apa maksud tuan muda?” tanya Kevin bingung.
“Hana …”
“Hah? Hana? Siapa lagi itu? Sungguh aku tidak mengerti maksud tuan muda”
Aron hanya tersenyum membalas ucapan Kevin, bisa dikatakan dia sudah mengganggap Kevin adalah adik lelakinya yang polos tapi disuatu waktu juga tegas dan menakutkan. Apalagi saat Kevin memasang wajah penasaran nya yang konyol.
“Sudahlah yang penting saat ini semua sudah membaik, dan untuk hal itu nanti aku akan menceritakan nya padamu tapi bukan saat ini,” ucap Aron yang tersenyum dan memegang kepala Kevin.
Seperti anak anjing Kevin hanya menganggukkan kepalanya dan seolah paham, lagian toh Aron pasti akan menceritakan hal tersebut padanya. Karena saat ini hanya Kevin yang dipercayai Aron.
Aku tidak tahu dengan kejadian seperti ini, apa aku akan bertemu dengan nya lagi? – Aron
******
Bersambung…
__ADS_1
Hei semua nya akhir nya aku update chapter terbaru
nih, yuk jangan lupa tinggalkan jejak dan mohon kritik dan saran nya.