Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Eps 66...


__ADS_3

Setelah tahu kalau suaminya ada di kantor Ayana langsung naik lift menuju kantor Billy yang berada di lantai tujuh Gedung Hermawan Group. Ayana sampai dan langsung menuju sebuah ruangan luar sebelum menuju keruang kerja Billy dilihatnya mbak Shanti yang sedang sibuk dengan beberapa pekerjaannya.


"Assalamualaikum, sore mbak." Ucap Ayana dengan sopan.


"Waalaikumsalam. Eh bu Ayana ada yang bisa saya bantu." Ucap Shanti yang kaget melihat istri bosnya berada didepannya.


"Bapak ada?." Tanya Ayana.


"Ada bu, tetapi beliau ada di ruangan pak Farel, apa perlu saya telepon ke ruangan pak Farel dan menyampaikan ibu ada di sini?." Ucap Shanti.


"Gak perlu biar saya tunggu di dalam ruangannya saja, oh iya bisa minta tolong bilangin OB untuk membelikan aku minuman di coffee shop bawah, cappuccino satu dan chocolate satu. Maaf ya mbak merepotkan." Ucap Ayana dan memberikan uang kepada Shanti.


"Iya bu tidak apa. Saya akan meminta OB untuk membelikan pesanan ibu." Ucap Shanti dan langsung meminta OB untuk membelikan nya.


Ayana langsung masuk di ruang kerja Billy, ini pertama kalinya setelah menikah Ayana masuk kedalam ruangan kerja suaminya. Biasanya Ayana lebih memilih menunggu Billy di coffee shop bawah. Dilihatnya setiap sudut ruang kerja itu, terdapat sebuah foto pernikahan Ayana dan Billy yang cukup besar terpasang didinding.


Tak lama kemudian Shanti mengetuk pintu. Ayana mempersilahkan masuk, Shanti masuk membawakan dua gelas pesanan Ayana lalu kembali keluar. Setelah menerimanya Ayana duduk disofa dan menikmati chocolate dan kue yang dia beli.


Saat Ayana sedang menikmati minumannya, Billy masuk kedalam ruangan yang diikuti Maudi. Ayana melihat muka Billy yang terlihat kesal dan marah.


"Ada urusan apa kamu kesini? kalau kamu ada urusan kerja kamu bisa langsung hubungi Rico." Bentak Billy.


"Billy maaf, apa kita gak bisa mulai dari awal, aku masih sayang sama kamu." Ucap Maudi.

__ADS_1


"Kalau aku gak bisa mendapatkan kamu, Ayana juga gak bisa mendapatkan kamu dan gak akan aku biarkan kalian hidup bahagia." Bathin Maudi.


"Gila kamu, memang kamu gak ingat perlakuan mu saat orang tua ku datang kerumah dan memohon kepada mu untuk menikah dengan ku. Kamu lupa!! kamu menghinaku seperti apa. Dan ingat kata-kata ku aku sudah gak suka sama kamu lagi, aku muak lihat kamu, seperti wanita murahan yang menggoda suami orang dimana harga diri mu." Ucap Billy dengan nada tinggi.


Maudi mulai memegang lengan Billy. "Aku gak peduli yang aku mau kau Bill." Ucap Maudi.


Ayana yang dari tadi melihat mulai marah dan kesal melihat tingkah Maudi.


"Ehm...." Ayana berdehem.


Billy dan Maudi yang mendengar suara terkejut melihat Ayana yang sedang duduk dengan santai melihat mereka berdua.


Billy melepas tangan Maudi dari lengan Billy dan berjalan kearah Ayana yang sedang duduk.


"Niatnya tadi mau bikin kejutan mas, eh...aku yang dapat kejutan." Ucap Ayana santai.


"Maaf Ayana......." Ucap Billy terputus.


"shut......, Mas Billy diam dulu." Ucap Ayana berdiri dan langsung berjalan menghampiri Maudi.


Billy yang melihat ikut berdiri dan berjalan dibelakang Ayana takut terjadi sesuatu.


"Apa benar mbak Maudi sudah gak peduli dengan karir dan popularitas yang mbak rintis." Ucap Ayana penuh penekanan.

__ADS_1


"Memang apa urusannya dengan kamu. Ini urusan ku dengan Billy." Ucap Maudi keras.


"Ya jelas ada mbak karena mas Billy itu suami ku." Ucap Ayana penuh penekanan.


"Terus memang kenapa?." Ucap Maudi santai.


Ayana mulai kesal melihat tingkah Maudi.


"Karena mas Billy adalah suami ku dan salah satu pimpinan dari Hermawan Group. Jadi aku punya hak untuk meminta suami ku membatalkan semua kontrak kerja dengan mbak Maudi." Ucap Ayana.


Billy dan Maudi terkejut mendengar ucapan Ayana itu.


"Sial." Bathin Maudi.


"Kamu dengar kan Maudi apa yang dikatakan Ayana, kalau memang kamu gak peduli, tunggu surat pembatalan semua kontrak kerja itu, sebenarnya aku gak mau kerja sama dengan kamu, karena dari pihak sponsor dan produser yang meminta, jadi aku menerimanya. Karena sikap mu seperti ini mengganggu keluarga ku, aku akan memutuskan semua kontrak kerja dengan mu aku akan membayar semua kompensasi dan ganti rudu karena pembatalan kontrak dan ingat kata-kata ku sampai kamu mengganggu Ayana aku akan membuat perhitungan dengan mu." Ucap Billy.


Maudi yang mendengar mulai marah tanpa mengucapkan sesuatu Maudi pun langsung pergi keluar dari ruangan Billy.


Maaf baru up kemari lagi repot


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2