Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Eps 77...


__ADS_3

Billy keluar kamar karena mendengar suara Ayana teriak dan ribut di ruang makan. Dia melihat Ayana dan Nata saling memegang perut, Ayana memegang perut Nata begitu juga sebaliknya.


"Kenapa kalian berisik sekali? apa Farel sakitnya lebih parah Nat?." Tanya Billy yang tambah kawatir.


"Mas Farel gak apa kok mas Nanti juga sembuh cuma perlu istirahat dan libur dulu dari kerjaan." Jawab Nata dan tersenyum lebar.


"Terus kenapa kalian teriak seperti itu dan kenapa kamu pegang perut Nata? apa jangan-jangan kamu hamil Nat?." Tanya Ayana dengan suami keras.


"Shuuut." Ayana memberi isarat dengan telunjuknya.


"Iya mas, Nata hamil dan sebentar lagi kita akan punya ponakan dan anak kita akan punya teman." Ucap Ayana senang.


"Oh.....Alhamdulillah, apa kamu sudah beritahu Farel?." Tanya Billy sambil duduk di ruang makan.


"Belum mas aku ingin memberinya kejutan." Ucap Nata.


"Oh....!." Kata Billy membulatkan mulutnya.


"Oh iya mas, mas Farel hari ini gak kerja dulu ya, nanti siang mau aku ajak ke rumah sakit untuk berobat sekalian mau memberikan kejutan buat dia." Ucap Nata.


"Iya suruh dia cepat sembuh karena aku gak ada yang membantu, sekarang ini Rico belum kembali dari singapur mengurus pekerjaan yang ada di sana." Ucap Billy sambil menggaruk kepalanya.


"Siap mas." Ucap Nata.


Setelah pembicaraan itu Billy dan Ayana kembali kedalam kamarnya untuk membersika diri dan bersiap berangkat bekerja, Nata pun masuk kedalam kamarnya membawakan sarapan untuk Farel, karena sejak kemarin Farel selalu muntah dan perut nya belum terisi.


"Mas bangun, makan dulu ya ini aku sudah buatkan kamu bubur di makan dulu selagi masih hangat." Ucap Nata pelan.


Farel membuka matanya, lalu menggelengkan kepalanya. "Aku gak mau Nat perut ku gak enak kalau di isi rasa nya mau muntah." Jawab Farel.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gak mau makan aku infus saja ya." Ucap Nata yang megancam Farel lalu berjalan kearah laci meja yang ada di kamarnya.


"Nat aku gak mau di infus, ya sudah aku makan saja, tapi kamu suapi ya." Ucap Farel memelas.


Nata yang melihat hanya menggelengkan kepalanya. Nata langsung menyuapi Farel hingga habis makanannya, memberikan obat penghilang mual untuk Farel.


"Sudah." Ucap Farel.


"Iya sudah nanti siang kita ke rumah sakit, aku sudah bikin janji dengan dokter Heru dan kali ini mas gak boleh menolak kalau sampai menolak aku akan infus dan suntik." Ucap Nata mengancam Farel.


Farel hanya mengangguk mengiyakan ucapan Nata.


***********


Siang itu Farel dan Nata sudah sampai di lobi rumah sakit untuk menemui dokter Heru. Mereka pun langsung menuju ruangan dokter Heru.


Seorang perawat membukakan pintu, dilihatnya Farel dan Nata dan langsung mempersilahkan mereka masuk.


"Siang dok, maaf ganggu dokter." Ucap Nata.


"Oh gak apa bu Nata, silahkan duduk." Ucap doktet Heru.


Farel dan Nata pun langsung duduk setelah dipersilahkan duduk oleh dokter Heru.


"Ini siapa yang sakit?." Tanya dokter Heru.


"Suami saya dok." Ucap Nata.


"Oh, yang sakit pak Farel, apa keluhan yang di rasa pak?." Tanya dokter Heru.

__ADS_1


"Saya merasa badan capek semua, kepada saya pusing, perut saya merasa mual, setiap kali saya makan selalu ingin saya muntahin dan cuma makanan tertentu saja perut saya mau menerima." Ucap Farel menjelaskan kan keluhan pada dirinya.


"Oh ya dok semalam juga mas Farel sempat demam." lanjut Nata.


"Oh.....coba saya periksa dulu mari pak berbaring disini." Ucap dokter Heru mempersilahkan Farel untuk menuju ke tempat periksa.


Setelah diperiksa dokter Heru menjelaskan tentang gejala yang di alami Farel.


"Gimana dok apa suami saya tidak apa-apa?." Tanya Nata.


"Pak Farel tidak apa-apa, cuma kecapekan dan gangguan pencernaan, ini saya tuliskan resep obat dan obat ini harus di minum sampai habis ya pak kalau sampai tiga hari belum ada perubahan pak Farel harus kembali lagi kesini." Ucap dokter Heru.


"Iya pak." Jawab Farel.


"Maaf dok kenapa gejala yang di alami suami saya mirip seperti orang hamil?." Tanya Nata.


"Ya mungkin saja bu Nata lagi hamil dan yang morning sickness pak Farel, biasanya ada juga yang mengalami seperti itu." Jawab dokter Heru.


"Kamu hamil Nat?." Tanya Farel heran.


Nata hanya diam tidak menjawab pertanyaan Farel.


"Saya hanya bilang mungkin pak kalau bu Nata lagi hamil belum tentu hamil, iya kan bu." Ucap dokter Heru yang menjawab pertanyaan Farel karena tidak mendapat jawaban dari Nata.


Nata pun hanya tersenyum mendengar jawaban dari dokter.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2