Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Baru Dimulai


__ADS_3

Nama nya Hana Sephia, panggil saja dia Hana. Dan dia adalah seorang penulis novel yang bekerja disalah satu bagian media percetakan. Dia sudah sering menulis sejak menginjak usia remaja, diawali dengan menulis cerpen, mading, puisi, dan beberapa tulisan lainnya. Hingga dia memutuskan untuk fokus menulis novel. Beberapa karya novel nya sudah banyak dicetak dan dibaca banyak orang, sungguh ini pekerjaan yang menyenangkan bagi Hana. Hanya bermodalkan daya imajinasi, kemampuan menulis yang baik dia sudah bisa menghasilkan sesuatu untuk orang lain dan untuk dirinyasendiri, bisa dibilang Hana sudah lumayan beruntung.


Hana biasanya menulis novel berdasarkan genre yang kebanyakan orang sukai saat ini, seperti genre romantis, komedi, ataupun fantasi. Dia pikir kebanyakan orang memang menyukai itu. Buktinya hanya dengan jalan cerita romansa laki-laki yang kaya jatuh cinta pada wanita miskin, atau pertemuan sepasang insan tanpa sengaja


yang jatuh cinta pada pandangan pertama banyak menyita mata para pembaca, benar kata orang kisah Cinderella akan tetap selalu di ingat meskipun sudah banyak diceritakan. Alasan nya ya karena sebagian orang berharap hidup nya seperti Cinderella, dari wanita yang diabaikan menjadi yang di istimewakan. Hana sudah bisa menebak


nya, itu semua imajinasi yang sedikit konyol tapi memang menarik. Wajar saja para pembaca novelnya rata-rata para wanita.


******


Hari ini Hana pergi ke kantor media percetakan untuk menyerahkan naskah novel baru nya yang akan segera rilis. Sampai dia mendengar suara dari lantai bawah.


“Lidia, cerita macam apa iniiii??”


Terdengar suara menggelegar seseorang.


Huh, sudah kupastikan itu paman Joe siapa lagi yang dimarahi nya?


Hana bergumam dalam hati.


Paman Joe sendiri salah satu senior ditempat kerja Hana, dia juga merupakan bagian dari ketua tim penyunting sekaligus editor disana. Disebut juga ‘Si Mata Elang’ karena ketelitian nya terhadap naskah novel yang dia periksa tidak akan luput dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan yang fatal baginya, maka naskah tersebut bisa saja langsung di buang nya atau ya seperti yang saat ini Hana dengar.


“Maaf paman Joe, sebelum nya aku sudah benar-benar memeriksa dengan baik naskah yang


aku berikan padamu. Tapi …,” Belum selesai Lidia bicara, paman Joe memotong ucapan nya.


“Apa? kau katakan cerita macam ini baik? Ahhh pikiran macam apa itu, ini bahkan jauh lebih buruk dari anak-anak yang baru pandai mengarang.”


Lidia bahkan hampir meneteskan air mata karena perkataan paman Joe, sampai Hana pun mendekati nya.


“Sudahlah paman Joe inikan hanya kesalahan kecil, lagipula kau bisa menyuruh Lidia untuk merevisi ulang naskah novel nya tersebut,” Ucap Hana menenangkan paman Joe dan menolong Lidia.


“Huh! Kalau bukan karena Hana mungkin naskahmu kini sudah aku sobek Lidia, kan sudah ku bilang jika ingin membuat cerita itu harus dari jalan pikiran mu yang sesungguh nya, bukan hanya asal-asalan. Kalau seperti ini terus sampai dunia berakhir pun tak akan pernah novel mu terbit,” Ucap nya sembari menghela napas, dan berujar lagi.


“Kau harus contoh Hana, setiap karya nya selalu menarik perhatian publik. Karena apa? Ya karena dia  selalu menunjukan sisi cerita berdasarkan kehidupan nya sendiri atau orang lain, dan bahkan aku pikir orang semacam Hana menulis cerita dari pengalaman nya. Misalnya saja setiap karya novel romansa Hana menunjukkan


jati diri penulis nya.”


Eh, apa maksud paman Joe? Pengalaman ku sendiri? Jati diri penulis?, jadi selama ini dia berpikir novel ku itu berdasarkan pengalaman ku. Wah ini gila, pantas saja selama ini jika dia membaca naskah novel ku, dia akan mengejek dan berkata


‘Memang pengalaman mu luar biasa Hana’ dan yang lebih gila lagi novelku semua menceritakan masalah percintaan bahkan tak jarang ada bagian novel ku yang sedikit liar.


“Hana kamu sungguh nakal, bahkan sangat nakal seluruh karakter pria mu menunjukkan sisi dirimu yang sungguh liar, arghhh, arghhh”


Tidak,


tidak.


Itulah Bayangan Hana terhadap pikiran paman  Joe, sembari menggelengkan kepala nya.


“Hana? Benarkan kataku tadi?” Ucap paman Joe membuyarkan Hana dari lamunan nya.

__ADS_1


“Eh…paman, i-iya paman Joe,” jawab Hana gagap.


“Nahkan benar kataku, jadi Lidia lebih baik kau banyak belajar dari Hana. Ya sudah aku pergi, dan jangan lupa revisi kembali naskahmu jangan lakukan kesalahan lagi.”


“Baik paman Joe, aku akan revisi ulang,” Balas Lidia.


Sungguh aku sudah gila kenapa aku jawab iya tadi? Arrrrrrr, matilah kau Hana.


Setelah kejadian itu Hana hanya terlihat diam dan berpikir, sampai dia bertanya pada teman nya Silva mengenai dirinya.


“Silva boleh aku bertanya padamu?”


“Boleh, memang nya mau tanya tentang apa?”


“Apa kamu pikir aku sama seperti novelku?” tanya Hana ragu dan sedikit membuat Silva mengangkat alis nya, atas pertanyaan Hana.


“Tunggu, Tunggu aku tidak paham akan ucapanmu Hana,” Ucap Silva.


“Soal nya tadi paman Joe bilang bahwa novel ku itu berdasarkan pengalaman dan jati diriku sendiri sebagai penulis, padahal kamu sendiri tahu seluruh novel ku mengenai percintaan bahkan ada yang sedikit liar. Jika paman Joe beranggapan itu seperti aku, sungguh aku saja belum pernah berpacaran ataupun berkencan, malah dia berkata seperti itu. Ini sungguh gila Silva.”


Hana pun sedikit kesal bahkan malu setelah mengatakan hal tersebut di hadapan teman nya.


“Hahahahahaha…, akurasa, aku sepemikiran dengan paman Joe,” Ledek Silva.


“APA? Dasar kau ya teman yang hanya bisa terkutuk.”


Hana yang tadi nya sedikit kesal, malah tambah kesal karena ledekan Silva teman nya. Bahkan dia memasang wajah yang cemberut.


“Hana, Hana wajar paman Joe berkata seperti itu aku saja sebagai temanmu juga merasakan hal itu. Bagaimana tidak selama ini kau selalu hanya fokus pada tulisanmu saja dan urusan pribadi seperti cinta kamu melupakan nya, sedangkan percintaan pada novel mu kamu sangat handal memikirkan nya.”


Seketika Hana tertegun atas ucapan Silva, dia juga berpikir benar yang dikatakan Silva. Dia lupa akan kehidupan pribadi nya, bahkan wanita seumuran nya sudah harus berpikir akan tentang siapa pasangan nya.


“Hmmm, kamu sudah memikirkan nya Hana? Jujur aku sebagai teman mu merasa harus menolong mu, apalagi kasus mu sangat besar yaitu pemegang rekor sebagai perempuan lajang bertahan yang tidak pernah bersentuhan dengan lelaki. Haha.”


“Maka dari itu sebaik nya mari kita mengatur jadwal kencan mu, bagaimana?” Ucapan Silva sembari tersenyum penuh arti.


“Hmm..aku ingin saja berkencan tapi dengan siapa? Tidak mungkin dapat teman kencan secepat itu,” Jawab Hana sambil tertunduk.


“Aku heran kamu ini lahir dari abad berapa Hana? Antara polos dan kolot dirimu itubeda-beda tipis. Apa  benar semua penulis seperti mu? Aku harap tidak.”


“Begini ya Hana dunia semakin canggih, segala sesuatu sekarang dapat di kerjakan dengan mudah.  Masalah teman kencan itu gampang, kamu tahu pasangan pengantin tetangga baru di samping rumah ku? Mereka dapat bertemu dan menikah itu lewat aplikasi kencan yang terkenal saat ini,” Silva sangat bersemangat mengatakan hal itu pada Hana.


“Wah, bernarkah? Kenapa bisa begitu”


Silva pun menjelaskan segala sesuatu mengenai aplikasi kencan tersebut, sampai kegunaan nya yang membuat Hana terkagum-kagum dan berpikir.


Aku harus mencoba nya walaupun agak konyol siapa tahu benar kata Silva, aku akan


menemukan jodoh ku disini. Ayo berjuang Hana.


******

__ADS_1


Dilain tempat terdapat lelaki separuh baya, yang sedang berdiri di dekat balkon sambil melipat kedua tangan nya. Dan tak lama kemudian datanglah seorang pria muda berperawakan tinggi, tubuh yang atletis, dan wajah yang tegas tapi tak di pungkiri sangat tampan.


“Ehem Ayah, ada apa Ayah memanggil ku?” Ucap pria itu terhadap lelaki yang dia panggil ayah tersebut.


“Aron kamu sudah disini? Tidak apa-apa hanya ada sesuatu yang ingin ayah sampaikan kepadamu.”


Dan pria muda itu ternyata Aron penerus perusahaan milik keluarga Atalla.


“Kalau boleh tahu sesuatu seperti apa yang ayah ingin sampaikan kepadaku? Apa itu masalah bisnis? Karena aku heran saja, soalnya ayah jarang memanggilku jika sedang di kantor kalau bukan hal itu adalah hal penting. Iyakan?”


“Aron kamu sungguh memang anakku, bahkan hal seperti itu kamu paham. Ya, itu bisa di bilang mengenai bisnis dan masa depanmu. Kamu tahukan anak ku bahwa perusahaan kita sudah berkembang dengan pesat, apalagi saat ini kita akan membuka cabang perusahaan lagi di beberapa negara. Itu artinya tanggung jawabmu sebagai penerus perusahaan akan jauh lebih besar.”


“Iya aku tahu ayah? Tapi langsung saja ke intinya apa yang ayah inginkan.” Aron menatap ayah nya tajam.


“Aron anakku sungguh tidak sabaran. Baiklah, umur mu sebentar lagi menginjak usia 29 tahun, ayah pikir sudah saat nya kamu menikah, dan memberikan cucu pada kami …”


Belum selesai bicara Aron langsung memotong ucapan ayah nya.


“Jadi inti nya ayah menyuruh ku menikah? Kan sudah aku katakana untuk saat ini belum ada wanita yang cocok dengan ku, kebanyakan dari mereka hanya memandang fisik dan harta ku. Dan mana mungkin saat ini untuk mendapatkan wanita pendamping hidup ku dengan cepat,” Ucap Aron yang sangat tegas terhadap ayah nya.


“Kamu ini belum selesai ayah bicara sudah memotong perkataan ayah, untuk masalah wanita kamu tidak perlu memikirkan nya karena aku dan ibu mu, bahkan kakek dan nenek mu sudah memutuskan untuk menjodohkan mu dengan wanita pilihan kami.”


“Yang pastinya dia adalah wanita yang berpendidikan tinggi, dari keluarga terhormat, dan yang lebih penting dia sangat cocok dengan mu. Kamu dan dia pasti nya akan menjadi pasangan yang sangat mengagumkan, apalagi dengan perjodohan ini perusahaan kita akan sangat beruntung memiliki nyonya sepertia di masa depan.”


Terlihat senyum merekah pada wajah ayah Aron, Memastikan bahwa keputusan ini merupakan keputusan yang tepat. Sehingga Aron memang harus menyetujui nya.


“Baiklah jika itu keinginan keluarga, maka aku akan menyetujui nya. Tapi ada satu syarat, aku mungkin menyetujui hal ini bukan berarti aku menerima wanita itu sekarang dengan sepenuh hati maka tolong jangan bahas dulu pertunangan ataupun pernikahan. Biarkan aku mengenal nya terlebih dahulu, sampai aku merasa dekat dan nyaman dengan nya.”


“Baik ayah menyetujui nya.”


Aron anakku, aku yakin dan sangat yakin meski harus menyetujui hal ini kamu memang


harus menikah dengan wanita pilihan kami. Apalagi dia wanita yang ideal, kamu


pasti akan jatuh cinta saat melihat nya pertama kali.


Setelah itu Aron beranjak pergi meninggalkan ayah


nya, sampai di depan pintu dia terdiam.


Ayah aku tahu tujuan mu baik, tapi aku Aron bukan berarti akan dengan mudah mencintai wanita pilihan kalian. Siapapun wanita itu jika benar dia jodoh ku dan akan menemani ku seumur hidup, aku harap kamu memberikan kesan baik di awal pertemuan kita nanti.


******


Bersambung...


Kira-kira apa yang terjadi nanti?Bagaimanakah kelanjutan kencan Hana akan berlangsung? Siapa wanita yang di jodohkan dengan Aron? Atau adakah pertemuan yang akan mengejutkan para pembaca? Saksikan di episode selanjut nya. Hehe.


Hei, hei nih Bab 1 udah keluar. Dan ini bab isi nya


panjang bangetss gaess, soal nya untuk bab-bab selanjut nya bakal aku agak

__ADS_1


pendekin. Jadi silahkan menikmati dan hayati mohon kritik dan saran nya. Aku


ada karena kalian ada.


__ADS_2