
Farel pulang diantarkan oleh Tedy, sebelum sampai ke rumah, Farel meminta Tedy untuk mengantarkan nya membeli rujak pasrah. Tedy yang mendengar permintaan bosnya hanya tersenyum karena keinginan Farel seperti orang yang sedang hamil. Setelah mendapatkan rujak pasrah Tedy langsung melajukan mobilnya untuk mengantarkan Farel ke kediaman Pak Hermawan.
Mobil sudah masuk dalam halaman rumah. Farel pun langsung turun dari dalam mobil.
"Kamu gak masuk dulu? sekarang sudah jam makan siang, nanti aku suruh bibik menyiapkan makan siang buat kamu." Ucap Farel lemas.
"Tidak terima kasih banyak pak, saya langsung kembali kekantor saja, saya juga harus menyiapkan beberapa laporan dan dokumen yang akan di bawa oleh pak Billy untuk menggantikan bapak rapat nanti." Ucap Tedy.
"Ya sudah kalau gitu......" Ucap Farel tidak diteruskan karena mual dan ingin muntah, Farel pun langsung lari masuk kedalam kamar mandi.
Tedy yang melihat Farel langsung menikutinya masuk kedalam, dilihatnya Farel muntah-muntah didalam kamar mandi yang membuat dirinya kawatir.
"Bapak tidak apa? saya antar ke rumah sakit saja ya pak?." Tanya Tedy kawatir.
"Gak perlu, aku baik-baik saja kamu balik saja kekantor kasihan mas Billy nunggu kamu, lumayan kontrak nya besar." Ucap Farel berjalan keluar kamar mandi.
Tedy mengangguk dan langsung berpamitan untuk kembali kekantor. Setelah Tedy pergi, Farel meminta bibik menyiapkan rujak pasrah yang dia beli kedalam mangkok untuk dia makan di ruang tengah. Tak lama kemudian Farel keluar kamar dengan pakaian santainya berjalan menuju ruang tengah untuk beristirahat menikmati rujak pasrah yang dia beli.
__ADS_1
Ibu Tika dan Pak Hermawan masuk kedalam rumah setelah berbelanja. Mereka melihat Farel yang sedang bersantai di ruang tengah.
"Kamu gak kerja?." Tanya Pak Hermawan yang berjalan dan langsung duduk disebelah nya.
"Gak." Jawab Farel santai.
"Terus ngapain kamu di rumah kalau gak kerja?." Tanya Ibu Tika yang berjalan menuju ruang tengah dan membawa somai untuk mereka makan bersama.
Saat Ibu Tika menaruh somai diatas meja, Farel yang mencium baunya merasa mual dan ingin muntah. Farel yang tidak kuat menahan muntahnya pun langsung berlari kedalam kamar mandi, Farel memuntahkan semua rujak pasrah yang baru saja Farel makan.
"Kamu gak apa Rel?." Tanya Pak Hermawan yang berjalan mengikuti Farel ke kamar mandi.
"Bukannya kamu suka somai Rel." Ucap Ibu Tika yang heran melihat Farel.
"Gak tahu ma, rasanya baunya bikin mual, makanya Farel gak kerja, di kantor kepala ku sakit dan rasa nya pingin muntah terus."
"Ya sudah kamu istirahat sana, kamu mau mama masakin apa." Ucap Ibu Tika berjalan menuju dapur.
__ADS_1
"Aku mau makan sayur asem, asem-asem bandeng pokoknya yang asem-asem ma." Ucap Farel berjalan ke ruang tengah.
Pak Hermawan yang ada diruang tengah terkejut mengedar ucapan Farel.
"Kamu gak salah Rel mau makan itu, kayak orang hamil saja." Ucap Pak Hermawan.
"Gak tahu Pa pokoknya aku mau makan itu. Pokoknya Mama harus buatin." Ucap Farel sambil merengek.
Pak Hermawan hanya menggelengkan kepala nya. "Terus ini kamu gak mau?." Tanya Pak Hermawan menunjuk siomai di atad meja.
"Gak pa itu buat papa saja, kalau papa mau makan sana jauh-jauh jangan dekat-dekat aku." Ucap Farel yang mengusir Pak Hermawan dari ruang tengah.
Pak Hermawan hanya menggelengkan kepalanya lagi melihat tingkah Farel. "Oh... dasar semprol beraninya ngusir tuan rumah." Ucap Pak Hermawan berdiri membawa siomainya ke ruang makan.
Farel tersenyum lebar. "Maaf ya pa."
Di ruang makan Pak Hermawan dan Ibu Tika saling menatap heran karena tingkah Farel saat itu.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA