
Disebuah restoran Maudi duduk sendiri dan sedang menunggu seseorang. Tak lama Radit datang menghampiri Maudi dan duduk didepannya yang sedang mengaduk-aduk minumannya.
"Untuk apa kamu menyuruh ku untuk menemui mu?." Tanya Maudi.
"Em......aku cuma ingin mengajak mu bekerja sama saja." Jawab Radit santai.
"Kerja sama? maksud mu?." Tanya Maudi yang tidak mengerti maksud dari Radit.
"Aku ingin kita sama-sama menghancurkan keluarga Billy." Jawab Radit dengan menekan nada suaranya.
Maudi tersenyum. "Memang kamu yakin kalau aku mau." Ucap Maudi.
"Ya, aku yakin kalau kamu akan menerima tawaran ku." Ucap Radit yang langsung menyambar minuman milik Maudi dan langsung meminumnya.
"Kalau aku membantu mu apa yang akan aku dapat?." Tanya Maudi.
"Aku akan membantu mu untuk mendapatkan kontrak acara TV dan Film yang ingin kamu bintangi. Gimana?." Ucap Radit meyakinkan Maudi.
"Ok." Ucap Maudi.
Mereka berdua saling menyetujui dan langsung merjabat tangan.
__ADS_1
**********
Muka Billy sedikit terkejut melihat hasil dari laporan rapat dari pemegang saham, setiap direktur di masing-masing line dan dewan direksi bulan ini, karena hasil laporannya tidak sesuai dengan laporan audit yang dilakukan oleh line yang dia pimpin.
Billy mengangkat gagang telepon dan langsung menghubungi Rico.
"Ric ke ruangan ku sekarang." Ucap Billy.
Tak lama Rico pun langsung masuk kedalam ruangan Billy tanpa mengetuk pintu.
"Ada yang bisa saya bantu pak?." Tanya Rico.
"Kenapa laporan rapat dari dewan direksi dengan laporan dari audit kita jauh beda? biasanya kalau beda pun gak segini jauhnya." Ucap Billy marah dan langsung melempar dua hasil laporan di atas meja.
"Kok bisa seperti ini pak?." Tanya Rico heran sambil memeriksa berulang-ulang.
"Aku juga terkejut Ric. Perusahaan bisa rugi besar kalau seperti ini. Coba kamu periksa lagi semua dan kamu hubungi asisten papa, kami suruh Santi untuk menghubungi asisten pak Burhan, sebelum aku menemuinya aku ingin menemui asistennya dulu dan untuk pekerjaan yang kamu kerjakan sekarang kamu alihkan semua ke Farel, kamu hendel urusan ini." Ucap Billy dengan tegas.
"Baik pak, saya permisi dulu mengerjakan ini." Ucap Rico dan langsung keluar meninggalkan ruangan Billy.
Setelah Rico keluar Billy langsung menghubungi Pak Hermawan yaitu Papa nya dan menjelaskan semua yang terjadi.
__ADS_1
"Baik Pa, akan aku tunggu Papa pulang, Assalamualaikum." Ucap Billy megakhiri panggilan telepon nya.
**********
Setelah pulang kerja Billy langsung masuk kedalam kamar, seperti biasa Ayana menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya, setelah mandi Billy pun memakai pakaian yang sudah disiapkan Ayana.
"Sayang ya nanti setelah kita sholat magrib aku langsung keruang kerja ku ya, ada kerjaan yang harus aku selesaikan. Kamu makan saja dulu kasihan anak kita." Ucap Billy.
"Iya mas, tapi nanti kalau sudah selesai kerjaannya langsung bilang ke aku, nanti aku siapkan makannya untuk mas." Ucap Ayana sambil membawakan segelas kopi.
"Iya sayang, Nata di rumah?." Tanya Billy.
"Gak mas, Nata hari ini menemani mas Farel lembur di kantor, memang ada masalah di kantor?." Tanya Ayana.
"Iya, sebelum semakin membuat perusahaan rugi banyak jadi aku akan menyelesaikannya." Ucap Billy sambil menyandarkan badannya ke sofa.
"Maaf ya mas aku gak bisa bantu banyak, aku doain semoga cepat selesai masalah nya." Ucap Ayana sambil memeluk Billy.
"Iya makasih banyak. Kamu doain aja supaya masalah ini cepat selesai." Jawab Billy sambil membalas pelukan Ayana.
Suara adzan pun terdengar menandakan sholat magrib, mereka pun langsung melaksanakan sholat berjamaah bersama.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA