
"Kak Sasya."
Jeni yang baru masuk rumah bersama Irene melihat Sasya sedang duduk di teras bersama Mamanya.
"Jen, baru pulang les? Eh, ada Irene juga." Tanya Sasya.
"Iya, Kak Sya kok di rumah?" Tanya Jeni yang langsung duduk di samping Sasya diikuti dengan Irene.
"Kakak kamu lagi sakit, makanya dia pulang." Kata Mama Sasya.
"Kak Sya sakit apa?" Tanya Jeni yang langsung mengecek dahi Sasya.
"Kak Sya cuma nggak enak badan, pengen makan masakan Mama." Jawab Sasya sambil cengengesan.
"Jen kira Kak Sya sakit apa." Kata Jeni yang langsung melepas tangannya dari dahi Sasya. "Oya, Mah, Jeni sama Irene mau ijin keluar ya habis ini." Kata Jeni pada Mamanya.
"Mau kemana?" Tanya Juna yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang mereka.
"Kita mau nonton sama teman-teman." Jawab Jeni.
"Kenapa malam-malam, besok kan sekolah." Kata Juna, Irene yang mendengar Juna bicara langsung menundukkan kepalanya karena takut.
"Abang, minggu ini kita tuh libur, minggu tenang karena minggu depan kita kan ujian sekolah. Makanya tadi pulang les, kita janjian sama teman-teman mau nonton, kita ketemuan langsung di bioskop jam 7 malam." Kata Jeni.
"Biarin lah, Bang. Mereka juga kan capek belajar terus, biar lah dulu mereka refreshing." Kata Mama Sasya.
Juna tampak berpikir sejenak.
"Oke." Jawab Juna. Jeni dan Irene langsung tersenyum. "Tapi Abang antar." Kata Juna lagi. Dengan cepat senyum Jeni dan Irene hilang dari wajah mereka.
"Abang. Masak mau main aja diantar sih." Kata Jeni merajuk.
"Kalau nggak mau nggak usah pergi." Kata Juna lalu berjalan ke dapur.
Jeni menatap Mamanya dengan tatapan memohon. Mama Jeni tersenyum melihat Jeni yang sedang merajuk.
"Mama nggak bisa tolongin. Kalau kalian mau nonton ya harus mau diantar Abang." Kata Mama Sasya, lalu tertawa.
"Ih, Mama. Kok malah belain Abang sih." Jeni cemberut.
"Nggak papa, Jen. Daripada nggak jadi, nggak enak kan udah janji sama anak-anak." Kata Irene menenangkan Jeni.
"Kak Sya ikut juga boleh nggak?" Goda Sasya.
"Kak Sya!" Teriak Jeni kesal.
__ADS_1
"Hahaha..." Sasya dan Mamanya tertawa bersama.
Pukul 6.30 malam, Juna sudah duduk di ruang tamu dengan celana jins dan kaos yang ditutupi jaket. Jeni dan Irene menghampiri Juna yang sedang memainkan ponselnya.
"Bang." Panggil Jeni.
"Hm. Jadi mau pergi?" Tanya Juna tanpa rasa bersalah.
"Jadilah, udah janji sama teman-teman." Jawab Jeni masih cemberut.
Juna berdiri, lalu mencubit pipi Jeni sambil tersenyum puas.
"Pintar." Kata Juna.
Jeni menepis tangan Juna karena kesakitan pipinya dicubit oleh Abangnya itu.
"Sakit Abang!" Teriak Jeni. "Ayo berangkat." Kata Jeni kesal.
"Tunggu Sasya dulu." Kata Juna. Tak lama Sasya menghampiri mereka dengan tampilan yang sudah siap untuk pergi.
"Kak Sya ikut juga? Nggak sekalian Mama sama Papa ikut juga?" Kata Jeni dengan nada sedikit meninggi.
"Maaf, Kak Sya cuma disuruh Abang." Kata Sasya sambil menahan tawa.
"Sudah, Jen. Ayo berangkat." Kata Irene sambil mengusap punggung Jeni agar tenang.
"Kak Riki." Kata Jeni yang sudah duduk di dalam mobil yang juga terkejut melihat kedatangan Riki.
Juna menghampiri Riki. Jeni, Irene dan Sasya menunggu di dalam mobil dan melihat Juna yang sedang berbicara pada Riki, tapi mereka tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu Juna kembali ke mobil dan masuk ke kursi kemudi.
"Sya, pindah belakang ya, Riki mau ikut juga." Kata Juna. Sasya melihat ke arah luar dan benar Riki sudah berdiri di depan pintunya.
"Kak Riki ikut juga?" Tanya Jeni, kali ini Jeni malah terlihat senang.
Juna tidak menjawab, Sasya keluar dari pintu depan dan masuk ke kursi belakang, lalu duduk di sebelah Irene. Riki duduk di samping Juna yang sudah melajukan mobilnya.
Setelah drama panjang keluarga mereka, akhirnya mereka sampai di bioskop. Dimana teman-teman Jeni dan Irene yang berjumlah 4 orang sudah menunggu di ruang tunggu bioskop.
Jeni dan Irene menghampiri teman-temannya. Juna, Riki dan Sasya berjalan di belakang mereka.
Salah satu teman Jeni memberi 1 tiket pada jeni, lalu berjalan mendekati Irene dan duduk di sebelah Irene, lalu dia memberi 1 tiket pada Irene sambil tersenyum manis.
"Ini tiket buat kamu, nanti kamu duduk sebelah aku ya." Kata teman Jeni yang berjenis kelamin laki-laki itu.
"Cie... Aldo, udah terang-terangan nih deketin Irene." Kata teman Jeni 1 lagi yang juga laki-laki.
__ADS_1
"Namanya juga usaha. Boleh kan, Jen?" Kata Aldo yang lalu melirik pada jeni.
"Kok tanya gue? Tanya anaknya lah." Kata Jeni.
"Irene terserah duduk dimana aja, sama aja kok." Kata Irene.
Aldo tersenyum penuh kemenangan.
Juna melihat mereka dari jauh dengan tatapan tidak suka. Lalu dia berjalan membeli tiket karena dia memutuskan untuk ikut nonton bersama Jeni dan teman-temannya.
Juna membagi tiket dan popcorn pada Riki dan Sasya.
"Kita ikut nonton? Katanya mau nunggu di Cafe bawah aja?" Tanya Riki.
"Hm, udah ikut nonton dulu aja, kayaknya filnya juga seru." Kata Juna.
Riki heran melihat Juna, dia tahu betul kalau Juna tidak suka nonton bioskop. Dia menatap Sasya yang senyum-senyum sendiri melihat Juna yang kesal karena melihat Irene didekati laki-laki lain. Dia tahu Abangnya sedang cemburu.
Riki menyenggol lengan Sasya.
"Kamu kenapa senyum-senyum?" Tanya Riki pada Sasya.
"Hm? Nggak papa." Jawab Sasya.
"Seumur-umur kenal Juna, baru ini lihat Juna masuk bioskop, biasanya dia paling nggak mau kalau diajak nonton bioskop." Kata Riki pelan, tapi masih bisa di dengar Sasya.
"Kalau lagi jatuh cinta, apa aja pasti dilakukan." Kata Sasya.
"Jatuh cinta? Siapa?" Tanya Riki penasaran. Tapi Sasya tidak menjawab. Dia lalu berdiri dan berjalan masuk ke bisokop mengikuti Abangnya yang sudah lebih dulu masuk. Riki pun mengikuti mereka.
Juna, Riki dan Sasya duduk bersebelahan di kursi bagian tengah, beberapa kursi dibelakang Jeni dan teman-temannya. Juna duduk di tengah-tengah Riki dan Sasya.
Sasya nonton sambil memakan popcorn yang ada ditangannya. Sedangkan Juna duduk tapi pandangannya ke arah Irene yang duduk di beberpa kursi di depannya. Dia melihat Irene duduk di sebelah Aldo. Aldo beberapa kali terlihat membisikkan sesuatu pada Irene, lalu Irene tertawa kecil mendengar bisikan Aldo. Sesekali juga Irene gantian membisikkan sesuatu pada Aldo.
Dada Juna sesak melihat kedekatan Irene dan Aldo. Dia mengambil popcorn yang yang terletak di antara dia dan Riki, dan tanpa sadar dia memegang tangan Riki yang sudah terlebih dahulu masuk ke wadah popcorn.
"Apaan sih lo, Jun. Gantian kalik." Kata Riki.
Juna buru-buru mengeluarkan tangannya dari wadah popcorn.
"Sory, gue nggak tahu kalau lo juga lagi ambil." Jawab Juna.
Sasya melirik kedua laki-laki disebelahnya sambil menggelengkan kepala.
Tak lama, film yang mereka tonton memperlihatkan adegan hantu yang datang dengan tiba-tiba, membuat semua penonton berteriak karena terkejut.
__ADS_1
"Aaaaaaa!!!"
Tanpa sadar lagi Juna berteriak dan memeluk Riki karena dia juga terkejut. Riki yang juga terkejut dan ketakutan memeluk balik Juna. Tanpa sadar kedua laki-laki itu saling berpelukan.