
Di ruang tengah Billy dan Farel sedang duduk dan membicarakan masalah kantor. Sedangkan Ayana dan Nata sedang menyiapkan makanan untuk makan siang mereka. Tak beberapa lama Pak Hermawan dan Ibu Tika pulang ke rumah utama.
"Assalamualaikum." Ucap salam Pak Hermawan dan Ibu Tika bersamaan.
"Waalaikumsalam." Jawab Billy dan Farel.
"Papa, Mama gimana kabar?." Tanya Farel.
"Alhamdulillah baik. Gimana kabar kedua mantu dan kedua cucu ku?." Tanya Ibu Tika.
"Yang di tanya menantu dan cucunya mas, lupa sama kita." Jawab Farel.
"Mama kan udah lihat kalian berdua baik-baik saja. Yang lebih penting ya menantu sama cucu lah." Ucap Ibu Tika.
"Alhamdulillah baik semua kok ma." Ucap Billy yang menyenggol siku Farel.
"Lha terus dimana mereka?." Tanya Ibu Tika dengan mata yang mencari keberadaan kedua menantunya.
"Mereka sedang menyiapkan makan siang ma." Jawab Billy.
"Ya sudah Papa dan Mama ke kamar dulu." Ucap Pak Hermawan yang berjalan menuju kamar dan diikuti Ibu Tika.
__ADS_1
Setelah beristirahat sebentar, Pak Hermawan dan Ibu Tika keluar kamar. Ayana dan Nata yang sudah selesai menyiapkan makan siang mempersilahkan mertua mereka untuk menikmati makan siang bersama mereka semua. Setelah selesai makan siang dan sholat dzuhur. Mereka semua duduk di ruang tengah.
"Gimana keadaan perusahaan?." Tanya Pak Hermawan sambil meminum tehnya.
Billy dan Farel pun menceritakan semua yang terjadi di perusahaan.
"Terus menurut kalian gimana?." Tanya Pak Hermawan.
"Kita sudah melakukan penyelidikan Pa tapi belum seluruhnya, dan Billy juga sudah menemui pak Burhan, beliau juga terkejut karena perusahan telah kehilangan beberapa keuntungan dan beberapa pekerjaan yang tidak di laporkan ke kantor pusat." Ucap Billy.
"Oh iya Pa, ingat waktu pekerjaan milik pak Andreas yang membuat mas Billy marah-marah. Pekerjaan itu kita dapat dari Radit apa jangan-jangan....." Ucap Farel yang terpotong karena Pak Hermawan.
"Hus....kamu jangan ngomong kayak gitu, gak mungkin Radit dia kan anak om kalian." Ucap Pak Hermawan.
"Ya sudah gini saja kalian selidiki tentang Radit dan jangan sampai tahu siapapun sebelum ada bukti, karena dia juga termasuk direktur di Hermawan Group, Papa nya juga termasuk salah satu pemegang saham." Ucap Pak Hermawan.
"Papa jadi ketemu pak Burhan besok?." Tanya Farel.
"Iya besok Papa ketemuan sama pak Burhan, dan tadi Papa sudah bikin janji dengan dia. Sebenarnya Papa sudah gak mau ikut campur masalah perusahaan dan ingin menikmati masa tua papa dan mama." Ucap Pak Hermawan.
"Sudah-sudah jangan ngomongin kerjaan terus, ayo mama tadi sudah belikan makanan sukaan kedua mantu ku." Ucap Ibu Tika yang langsung membuka kotak yang berisi martabak dan terang bulan.
__ADS_1
"Mama." Ucap Farel yang melihat dan mencium baunya membuatnya mual.
"Huek...huek...huek." Ucap Farel langsung berlari kearah kamar mandi.
Mereka semua yang melihat Farel hanya tertawa karena melihat tingkah nya.
"Apa Farel masih seperti itu Nat?." Tanya Ibu Tika sambil tertawa.
"Iya ma masih, dan sekarang manjanya gak ketulungan mengalahkan aku dan Ayana yang sedang hamil." Ucap Nata.
"Apaan sih Nat. Memang aku kayak mas Farel ya mas?." Tanya Ayana kepada Billy.
"He he he he..., ya kadang." Ucap Billy.
Ayana yang malu dan langsung mencubit perut Billy.
"Kalian tega sama aku." Ucap Farel kesal yang baru keluar dari kamar mandi dan berdiri jauh dari ruang tengah.
"Ya sudah kamu di ruang makan saja, gak usah ikut kesini dan kamu lihat saja kita lagi makan. He he he...." Ucap Pak Hermawan tertawa keras.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA