
Hari pertemuan kencan pun telah tiba, Hana mempersiapkan diri untuk memulai kencan nya malam ini.
“Silva kamu yakin, aku harus berpakaian dengan dandanan seperti ini? Apa tidak terlalu terbuka.”
Raut wajah Hana sedikit mengkerut dan aneh akan rencana Silva. Karena memang sejatinya Hana tidak pernah dandan berlebihan, jikapun dia berdandan itu hanya ala kadar nya saat ingin pergi ke suatu acara saja.
“Haduh, Sudahlah Hana turuti saja apa kata ku, kau saja yang sedikit polos. Pakaian seperti ini saja di bilang terbuka, padahalkan untuk wanita zaman sekarang ini nama nya modis.”
“Hmm, begitu ya? Ya sudahlah aku turuti kata mu saja,” ucap Hana.
“Nah ini baru Hana, lagi pula dengan kau yang seperti ini. Membuat mu terlihat lebih menarik, sangat dewasa dan tentu nya Hana ku sangat sexy kali ini, hahahahahaha,” Ucap Silva sambil tertawa.
“Hah, Silva jangan begitu. Jujur apa ini bagus? Bagaimana jika teman kencan ku nanti berpikir bahwa aku bukan wanita baik-baik.”
Silva yang mendengar ucapan Hana terlihat sangat kesal dengan hal itu, dia tidak habis pikir sudah berulang kali dia katakan bahwa pakaian yang digunakan Hana itu sudah sesuai porsi nya. Jikapun itu terlihat sedikit sexy itu wajar, nama nya juga perempuan.
“Dari pada kau banyak bicara, lebih baik cepat lah pergi teman kencan mu pasti sudah menunggu mu,” Ucap Silva agar Hana tidak banyak tanya lagi.
Setelah itu Hana benar-benar pergi. Dia pergi dengan taxi yang sudah dia pesan sebelum nya.
******
Tok….
Tok….
Tokk….
Terdengar suara seseorang mengetuk pintu suatu ruangan.
“Tuan muda, bolehkah saya masuk. Ini saya Kevin, ingin memberi informasi yang tuan inginkan beberapa hari yang lalu mengenai nona Sena,” Terdengar suara Kevin di balik pintu tersebut.
“Iya, silahkan masuk Kevin.” jawab Aron pada Kevin.
“Selamat malam tuan, ini beberapa informasi yang saya dapatkan mengenai nona Sena. Silahkan tuan baca sendiri.”
Terlihat Aron menganggukkan kepala nya, apalagi setelah dia mulai membaca seberkas informasi mengenai Sena didalam nya. Tidak sedikitpun Aron juga memasang senyum khas nya yang terkadang terlihat licik dan nakal, atau sebuah senyuman sinis. Tapi tetap saja senyuman itu akan di anggap manis oleh banyak orang, ya itu memang ciri khas Aron.
__ADS_1
“Sena gadis yang keras kepala, segala sesuatu yang dia inginkan harus didapat nya. Meskipun harus menggunakan cara yang licik, wow begitukah cara mu Sena? Hal kedua suka menghabiskan uang, berbelanja kapan pun dan dimana pun. Bahkan dia juga suka pergi ke klub malam dengan teman nya? Bagiku itu terlihat menjijikkan. Haha.”
Belum selesai membaca Aron sudah membuang berkas tersebut ke sembarang tempat, bagi nya melihat hal itu membuat nya muak.
“Sungguh Kevin apa tidak ada satupun hal baik tentang dia? Bahkan baru membaca informasi yang kau berikan itu, yang ku tangkap banyak hal buruk nya. Aku sungguh malas membaca nya kembali,” Aron terlihat menunjukkan raut muka yang menyelidik.
“Sebelum nya saya berpikir sama dengan tuan, tapi jika hanya melihat sikap nya itu memang terlihat buruk. Yang kutahu ada beberapa kebaikan dari nona Sena sendiri, ya saya dengar dia sangat ahli menguasai pasar bisnis apalagi dia juga sudah menempuh pendidikan Master di Amerika, tidak diragukan lagi jika mengenai hal tersebut nona Sena ahli nya.”
“Kevin, Kevin jika hal tersebut aku juga bisa, bahkan lebih baik dari nya. Itu nama nya bukan kebaikan.”
“Maaf tuan jika saya salah bicara, karena hanya informasi tersebutlah yang saya dapatkan mengenai nona Sena.”
Kevin hanya menunduk dan meminta maaf pada Tuan nya Aron.
“Tidak apa-apa Kevin, justru aku senang kau dengan cepat memberi informasi ini pada ku agar aku tahu seberapa besar kekuatan Sena hingga keluargaku menjodohkan aku dengan nya.”
Melihat hal tersebut Kevin pun tersenyum dan mengerti akan hal yang di ucapkan oleh Tuan nya itu.
“Berhubung malam ini juga aku akan bertemu dengan nya, aku rasa aku harus segera pergi dan menemui nya. Kita
“Baik tuan, saya akan segera mempersiapkan mobil untuk tuan pergi kesana”
******
Di lain tempat Hana sedang berkutik dengan pikiran nya, dia bahkan selalu memeriksa ponsel nya hanya untuk memeriksa notifikasi chatting aplikasi kencan nya.
“Hmm, dia bilang dia akan datang setelah menyelesaikan pekerjaan di kantor nya. Apa masih lama ya? Mungkin aku saja yang datang terlalu cepat. Lagipula masih ada 15 menit lagi waktu yang dia janjikan untuk bertemu,” Ucap Hana berbicara sendiri seraya menghilangkan kegundahan hati nya.
Apa yang harus aku katakan saat bertemu dengan nya nanti, apa harus menyapa terlebih dahulu? Apa tunggu dia dulu yang mulai pembicaraan? Aduh aku sangat gugup, bagaimana ini. Tuhan tolong aku ini kencan pertama ku.
Belum beberapa lama setelah dia berkutik dengan pekiran nya, dia tampak melihat seorang pria yang mungkin saja itu teman kencan nya.
Hana, tidak mungkin apa itu dia? Tunggu dulu aku harus memeriksa pesan nya tadi, dia bilang dia menggunakan setelan jas hitam. potongan rambut yang rapi disisir kebelakang, dan dari deskripsi nya juga dia memiliki tubuh yang tinggi tegap. Hah …, Sudah kupastikan itu pasti benar dia.
\=\=\=
Sebelum nya di luar restoran tersebut.
__ADS_1
“Kevin kamu pergilah pulang ke rumah dan beristirahat lah. Untuk pertemuan ini cukup aku dan nona Sena saja, kamu tidak perlu ikut denganku. Lagi pula ini nama nya kencan bukan?” Aron mengucapkan hal tersebut dengan sedikit memberi kode pada Kevin.
“Iya jika itu keinginan tuan, aku akan menuruti nya.”
Kevin pergi atas perintah Aron, tapi ada sesuatu yang mengganjal di pikiran nya.
Tunggu apa tuan Aron mengenal nona Sena? Dia bahkan belum mengetahui bentuk wajah dan tubuh nya, foto nona Sena yang dilampirkan pada informasi pun tuan muda belum sempat mengecek nya, dia bahkan tidak menyimpan nomor nona Sena jikapun ada pesan masuk dari nomor tak dikenal pasti tidak akan di buka oleh tuan. Huh! Aku
harap semua berjalan dengan baik, tenanglah Kevin tuanmu adalah orang pintar tidak mungkin akan terjadi sesuatu.
\=\=\=
“Hahhh, kenapa aku ceroboh sekali aku tidak sempat bertanya pada Kevin seperti apa Sena. Dia memakai pakaian apapun aku juga tidak tahu, lebih baik aku menggunakan insting ku saja pasti dengan mudah aku mengenali nya.”
Aron pun berjalan dengan elegant sembari mencari keberadaan Sena, bak pangeran yang siap menjemput tuan putri. Bahkan tak jarang banyak orang di restoran yang memperhatikan nya sambil berdecak kagum sampai dalam hatipun berkata.
‘Pangeran darimana pria ini’
“Dimana kamu Sena? Tunggu dulu, apa itu dia? Dia juga memperhatikan ku dan duduk sendirian. Ya itu pasti dia.”
Aron pun menghampiri wanita tersebut yang dia perkirakan Sena, padahal …
Apa-apaan ini pria itu benar mendekat, jadi benar itu dia. Tapi tunggu dulu, kurasa teman kencanku di aplikasi tidak setampan ini? Wahh ini sungguhhh…,
SEMPURNA AYAH, IBU ANAKMUU DAPAT JACKPOTT.
******
Bersambung…
Halo pembaca sekalian BAB kali
ini udah rilis nih, yuk mari beri kritik dan saran nya agar saya menulis dengan
lebih baik lagi, jangan lupa like + Favorit + Vote demi kesuksesan bersama.
Saya harap karya saya dapat disukai banyak orang. CMIWW.
__ADS_1