Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Eps 97...


__ADS_3

Di dalam ruangan Om Edo, Radit hanya diam menahan amarahnya kerena ayahnya tidak mau membela atau mendukung dirinya pada saat meeting tadi.


Om Edo yang melihat Radit dengan tatapan seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Kenapa kamu marah sama ayah? seharusnya kamu bersyukur karena mereka tidak menuntut atau melaporkan diri mu ke polisi akibat kesalahan mu yang mengakibatkan kerugian besar. " Ucap Om Edo kesal.


"Kenapa dari dulu ayah gak pernah mendukung Radit." Ucap Radit kesal.


"Ayah selalu mendukung mu, kalau apa yang kamu lakukan itu benar dan tidak merugikan seperti ini. Ayah sudah bosan Dit." Ucap Om Edo keras.


"Aku heran kepada ayah kenapa ayah selalu mengalah dan selalu bermain aman, padahal ayah bisa menggantikan pakdhe menjadi CEO dan kalau kita berkuasa kita akan lebih dihormati dan dihargai yah." Ucap Radit yang tak kalah keras nya.


"Untuk apa kalau kita dihormati atau dihargai kalau kita tidak mampu atau tambah merugikan seperti apa yang sering kamu lakuin, ayah tahu akan kemampuan ayah dan ayah tahu kemampuan mu seperti apa. Ayah tahu kamu ingin lebih dari sekarang tetapi kamu harus tahu tentang kemampuan mu, kamu masih harus belajar Dit, ayah gak mau kamu asal jalan dan lihat apa yang kamu lakuin sekarang. Sudah ayah capek dan gak mau berdebat dengan mu. Sekarang pulang dan pikirkan apa yang telah kamu perbuat." Ucap Om Edo dengan menunjuk pintu agar Radit keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


Radit yang kesal dan marah langsung berjalan keluar ruangan ayahnya, ditutupnya pintu ruangan itu dengan kasar yang membuat beberapa orang pegawai yang ada di sana terkejut.


Radit berjalan sangat cepat menuju tempat parkiran mobil. Pikirannya kacau sehingga dia tidak bisa berfikir jernih dan dipikirannya hanya ada bagaimana cara untuk menghancurkan orang yang menghalangi keinginan nya.


Radit membuka pintu mobil nya duduk dan langsung menutup pintu dengan kencang, dipukul-pukul nya setir mobil. Tak lama dia didalam mobil diilihatnya Billy dan Ayana sedang berjalan menuju arah parkiran mobil, terbesit dipikirannya untuk menabrak Billy.


"Awas kamu Bill." Ucap Radit.


**********


Billy dan Ayana berjalan keluar kantor menuju tempat parkiran, Billy menggandeng tangan Ayana tanpa mau melepas seperti orang yang takut kehilangan.

__ADS_1


"Maaf ya sayang tempat parkirnya jauh." Ucap Billy.


"Gak apa mas, anggap saja kita jalan-jalan, sebagai pengganti jalan-jalan kita yang gak jadi." Ucap Ayana sambil mengandeng mesra lengan Billy.


Billy dan Ayana langsung berjalan ke tempat mobil mereka diparkirkan. Billy meminta Ayana untuk menunggu di tempat yang tidak jauh dari mobil mereka parkir dan lebih teduh karena sore itu matahari masih sangat terik dan panas. Saat Billy sedang berjalan Ayana melihat sebuah mobil melaju kencang yang hendak menabrak Billy, Ayana pun langsung berterikan memanggil suaminya, dia langsung berlari menghampiri Billy dan langsung mendorong Billy agar tidak tertabrak mobil, dan akibatnya Ayana yang terserempet mobil hingga dia terjatuh tengkurap.


Billy yang terjatuh pun langsung bangun berjalan menghampiri Ayana, Billy langsung memeluk dan memeriksa keadaan Ayana. Ayana hanya terdiam dan memegan perutnya. Billy terkejut melihat darah yang keluar membasahi celana panjang milik Ayana.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2