
Pak Hermawan, pak Burhan, Billy dan Farel sudah berada di ruangan Om Edo menjelaskan semua tentang kerugian yang telah terjadi pada perusahaan akibat yang dilakukan oleh Radit anak nya.
"Apa benar ini semua yang melakukan ini Radit mas?." Tanya Om Edo kesal.
"Kamu lihat semua buktinya yang sudah aku kasih." Ucap Pak Hermawan pelan agar suasana tidak tegang.
"Kenapa kamu tidak menasehati adik mu Bill biar dia gak salah langkah." Ucap Om Edo kesal Yang menahan amarahnya.
"Sudah Om, aku dan Farel sudah sering mengingatkan Radit tetapi dia sama sekali tidak dihiraukan. Sempat aku ancam akan memberitahukan kepada Om tetapi dia sama sekali tidak takut dengan ancaman ku." Ucap Billy.
"Sebenarnya kami bisa menyelesaikan masalah ini Om tetapi, saya sudah tidak bisa memaafkan Radit karena sudah melukai istri ku Nata." Ucap Farel memperlihatkan CCTV dan bukti rekaman suara anak buah Radit yang di tangkap oleh Anton.
Om Edo tidak percaya dengan apa yang dilakukan anaknya Radit.
"Mas aku gak pecaya kalau anak ku melakukan ini semua. Aku benar-benar kecewa mas, dia sudah merusak apa yang kita bangun selama ini." Ucap Om Edo sedih.
"Sabar, coba kamu pangil dia kesini dan kita tanya kenapa dia melakukan ini semua." Ucap Pak Hermawan menenangkan Om Edo sambil mengelus punggungungnya.
Om Edo pun langsung mengambil HPnya dan langsung menghubungi Radit. Tak lama Radit pun datang ke dalam ruangan Om Edo. Radit yang melihat ruangan Ayahnya ada Pak Hermawan, Pak Burhan, Billy dan Farel terlihat terkejut.
"Ada apa yah memanggil ku kesini?." Tanya Radit heran.
__ADS_1
"Ayah ingin kamu jujur dengan apa yang kamu lakukan?." Jawab Om Edo dan bertanya kepada Radit.
"Maksud Ayah apa? Radit tidak paham?." Tanya Radit dengan raut muka ketakutan.
Om Edo yang mulai kesal langsung melempar bukti-bukti apa yang telah Radit lakukan didepan hadapan Radit.
"Coba kamu jelaskan ini semua kepada Pak Burhan, Pakdhe dan kedua saudara mu ini." Ucap Om Edo sambil menahan amarahnya.
"A....pa ini yah...?." Tanya Radit dengan suara terbata-bata.
"Kamu lihat dan baca gak usah tanya lagi." Ucap Om Edo keras yang membuat suaranya terdengar sampai luar ruangannya.
"Sabar pak..jangan terbawa emosi kita bisa selesaikan dengan kepada dingin." Ucap Pak Burhan yang menenangkan Om Edo.
Dengan nada keras Radit pun langsung menjelaskan kepada mereka semua. "Aku lalukan ini semua untuk Ayah agar ayah tidak diremehkan mereka semua."
"Maksud mu?." Tanya Om Edo yang tidak mengerti maksud Radit.
"Kenapa setelah pakdhe tidak menjabat sebagai CEO bukannya Ayah melainkan pak Burham dan kenapa Ayah lebih memilih mas Billy dari pada aku yang menjadi wakil CEO. Akan ku buktikan kalau aku akan mengembangkan bisnis ku sendiri dan akan memuat Hermawan group hancur." Ucap Radit emosi.
"Maksud mu Dit?." Tanya Billy.
__ADS_1
Farel yang sudah tidak tahan dengan tingkah Radit berdiri dan ingin memberi peringatan langsung ditahan oleh Billy.
"Jangan Rel nanti masalah nya akan lebih panjanh." Bisik Billy yang memegang tangan Farel.
Farel mengiyakan apa yang di ucapkan Billy langsung duduk kembali.
"Kamu tahu gak kenapa ayah mu gak mau menerima jabatan sebagai CEO, padahal pakdhe mu sudah menawarkannya kepada Ayah, karena ayah tahu dengan kemampuan ayah seperti apa sehingga ayah tidak mau menerimanya dan kenapa ayah memilih mas mu Billy menjadi wakil CEO karena ayah tahu kemampuan mu seperti apa." Ucap Om Edo.
"Ayah bohong." Jawab Radit.
"Untuk apa ayah bohong tanya pakdhe mu, budhe dan ibumu kalau ayah bohong, dari dulu ayah selalu bekerja di belakan pakdhe mu karena ayah tahu akan kemampuan ayah. Ingat saat kamu melakukan kerja sama dengan CBC group kerugian yang kamu lakukan sehingga ayah dan pakdhe mu harus menutupinya agar tidak ada yang tahu. Apa kamu akan mengulanginya lagi. Ayah sudah capek melihat tingkah mu, ayah akan mencabut ijin usahamu dan kamu harus tutup perusahaan mu itu kembalikan karyawan yang kamu rekrut. Kamu harus bertanggu jawab atas kekacau yang kamu buat dan ingat fasilitad yang ayah berikan akan ayah batasi agar kamu tahu dan menghargai suatu pekerjaan." Ucap Radit panjang lebar.
"Ayah gak bisa seperti itu." Ucap Radit memohon ke Om Edo.
Tetapi Om Edo tidak menghiraukan sama sekali.
Mereka mengambil keputusan untuk semua kekacaun yang di akibatkan Radit akan di selesai kan oleh Billy dan Farel, untuk sementara Radit akan di rumahkan dia akan masuk kerja apa bila dia dibutuhkan dan akan kembali bekerja setelah semua masalah selesai.
Radit yang mendengar keputusan itu sangat kesal tetapi dia hanya bisa menerima karena dia tidak mau ayahnya marah lagi
"Awad kamu Bill tunggu membalas ku." Ucap Radit dalam hati.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA.