
Hari pertama shooting pun selesai. Hana yang semulanya bersemangat, saat ini terlihat sangat lesuh. Yang lebih membuat semangat nya luntur setelah dia mengetahui, dia bekerjasama dengan Aron. Pria yang membuat Hana gugup, saat berdekatan dengan nya.
Saat ini Hana berpikir, jika pria itu tidak melakukan hal yang menjijikkan saat di depan banyak orang tadi, mungkin saja sampai saat ini dia akan tetap menilai Aron pria yang baik. Tapi ketika secara langsung Aron melakukan hal itu, hanya satu dipikiran Hana bahwa pria itu seorang 'BAD BOY' .
Tidak dipungkiri, bisa dilihat bahwa Aron adalah pria yang memiliki segalanya dan merupakan pria sejuta pesona dikalangan kaum Hawa. Jadi, tidak heran lagi Hana berpikir bahwa pria seperti itu pastinya memiliki banyak wanita.
Jika aku tahu dari awal dia pria seperti itu, pastinya aku tidak akan mempercayai nya. Salahku yang hanya menilai seseorang dari senyum manis nya saja, yang mungkin itu sebuah topeng. Dan lebih gilanya lagi, pria itu juga bukan teman kencanku yang sesungguhnya.
Hana hanya menggerutu dalam hatinya, sampai dia tidak sadar bahwa seseorang sedang berjalan mendekati nya.
"Nona Hana, kau belum pulang? Apa sedang menunggu seseorang. Lebih baik pulang bersama ku saja."
Terdengar suara seorang pria, yang tiba-tiba mendekati Hana.
"Hah ... tuan muda Aron, i-iya saya belum pulang. Saya akan pulang naik bis," ucap Hana yang gugup.
"Benarkah? Hari ini sudah malam, lebih baik kau pulang bersama ku saja. Lagi pula bukannya aku sudah pernah mengantar mu, jadi apalagi yang perlu ditakutkan?" ujar Aron tersenyum sembari mengangkat alisnya.
kenapa pria ini lagi? Bahkan dengan mudah mengatakan hal tersebut. Apa dia menyindir ku? Aronnn ... awas kau ya.
"Tidak usah tuan, saya bisa naik bis saja. Saya pergi dulu ya," ucap Hana formal seraya ingin melangkah kan kaki nya.
Tidak butuh waktu lama belum sempat Hana pergi, Aron sudah menarik lengan Hana menuju mobil pria tersebut.
"Maaf nona Hana, aku tidak suka penolakan. Jadi kau akan tetap pulang bersama ku, lagi pula aku tak akan menyentuh wanita seperti mu. Berhentilah untuk menolak," ucap Aron yang terlihat menarik Hana.
__ADS_1
Apa-apaan pria ini. Dia mengatakan ingin mengantar ku pulang, memaksa pula. Lagian siapa juga yang ingin disentuh oleh nya. Dasar pria aneh.
Berbeda saat pertama kali Aron mengantar Hana pulang, kali ini terlihat ada Kevin ditambah pak supir tidak hanya mereka berdua. Dan suasana pun sedikit lebih hening, entah gugup atau memang Hana terlihat malu.
"Nona Hana, karena kau akan kami hantar pulang. Kalau boleh tahu dimana alamat nona biar pak supir menuju kesana," ucap Kevin kepada Hana dan memecahkan keheningan.
Belum sempat Hana menjawab, tiba-tiba Aron langsung angkat bicara.
"Tidak perlu tanya, ikuti saja petunjuk ku. Aku tahu rumah Hana dimana." Aron meyakinkan Kevin dan pak Supir.
Tidak banyak bicara pak supir menganggukkan kepalanya, dan mengikuti petunjuk arahan tuan nya tersebut.
"Disinikah nona Hana? Apa perlu aku masuk kedalam gang ini lagi?," tanya pak supir.
"Iya, cukup sampai disini saja. Saya bisa berjalan sebentar, lagi pula rumah saya sudah dekat. Terimakasih atas tumpangan nya."
"Eh ... tuan kenapa juga turun?" Hana merasa heran.
"Kenapa memangnya? Cepat jalan aku akan mengantar sampai depan pintu rumah mu!" Seru Aron kepada Hana.
Hana hanya menurut saja, lagi pula apa mau pria ini sampai membuat Hana jengkel.
"Sudah sampai tuan, sebaiknya tuan segera pergi. Inikan sudah depan pintu rumah saya," ujar Hana seakan mengusir Aron.
"Apa kau mengusir ku? Hei, aku mau mengantar mu karena niat ku ini baik. Bagaimana kalau didalam rumah mu ternyata ada penjahat, atau hantu gentayangan? Aku sebagai pria harus bertanggung jawab dan menjaga wanita," ucap Aron was-was.
__ADS_1
Aku bingung apa isi otak pria ini? Tadi terlihat kasar, lalu saat ini seakan perhatian. Yang lebih aneh nya lagi pikiran nya terlalu ekstrem, mana mungkin dirumahku ada hal seperti itu. Apa setiap wanita diperlakukan nya seperti ini. Dasar pria aneh!
Belum sempat mengetuk pintu, tiba-tiba ayah dan ibu Hana sudah membuka pintu tersebut.
"Hana kau sudah pulang?" ucap ibu Hana dan memperhatikan Aron yang disamping Hana.
"Ehem ... lalu pria ini siapa Hana?," ucap ayah Hana yang menunjuk Aron.
"Maaf sebelumnya saya lupa memperkenalkan diri, nama saya Aron. Saya teman Hana, kebetulan saya menumpangi Hana untuk pulang ke rumah," jawab Aron tersenyum kepada orang tua Hana.
Teman? Sejak kapan aku dan pria ini berteman.
Wajah kedua orang tua Hana terlihat berseri, seraya melihat bahwa pria muda yang ada didepan mereka sangat tampan dan berwibawa. Mereka meyakini inilah teman kencan Hana tersebut.
"Wah, nak Aron ibu sangat berterimakasih sudah mau mengantar Hana. Kebetulan Hana jarang pulang dengan seorang pria, jadi mungkin dia agak gugup saat ini," ujar ibu Hana dan di angguki oleh suaminya tersebut.
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu, soalnya besok masih ada pekerjaan," ucap Aron.
Huh! Untung pria ini segera pergi bisa-bisa ayah dan ibu banyak tanya, kalau dia berlama disini.
"Oh, seperti itu. Kalau begitu nak Aron hati-hati dijalan ya. Selamat malam."
Bukannya mengucapkan hal yang sama seperti kedua orang tua nya. Hana langsung masuk kedalam rumah menuju kamarnya, sebelum ayah dan ibunya mengajukan pertanyaan aneh.
Aron apasih mau mu??? - Hana
__ADS_1
******
Bersambung....