
Tak lama pintu kamar Billy dan Ayana di ketuk.
'Tok... tok... tok..." Suara pintu diketuk.
Ayana yang mendengar pun langsung membuka pintu kamarnya, dilihatnya bibik berada dibalik pintu sambil membawa satu gelas lemontea hangat.
"Untuk siapa bik?." Tanya Ayana sambil menerimanya.
"Tadi mas Billy minta untuk dibuatkan dan diantar ke kamar mbak." Jawab bibik.
"Oh... makasih banyak ya bik." Ucap Ayana.
"Sama-sama mbak." Ucap bibik dan langsung pergi meninggalkan Ayana.
Ayana pun langsung masuk kedalam kamarnya lagi menaruh gelas yang berisi lemontea diatas meja lalu Menyiapkan pakaian ganti untuk Billy dan menaruh nya diatas tempat tidur.
Tak lama Billy pun keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya. Billy melihat Ayana sedang duduk di tempat tidur, dia pun langsung berjalan menghampiri.
"Mas buruan pakai baju dan tadi bibik membawakan lemontea yang mas minta, aku taruh di meja." Ucap Ayana memberikan pakaian kepada Billy.
"Minuman itu buat kamu, aku gak mau pakek baju." Ucap Billy sambil meletakkan tangannya kebelakang badannya.
"Nanti masuk angin lho, kalau gak pakaian baju, nanti kalau sakit sapa juga yang repot." Ucap Ayana yang tahu apa yang di minta Billy.
__ADS_1
Billy duduk disebelah Ayana memeluk mesra dan berbisik. "Sayang aku ingin kamu manjain aku seperti dulu, aku ingin kamu yang memakaikan baju ini, kalau kamu gak mau ya sudah aku kayak gini saja." Ucap Billy yang langsung membaringkan badannya terlentang diatas tempat tidur.
Ayana yang melihat hanya tersenyum geli. "Kamu kenapa mas, biasanya gak seperti ini, apa sudah tertular penyakitnya mas farel?." Tanya Ayana yang mengambil pakaian Billy untuk di pakaikan.
"Iya mungkin saja, tapi enak ya kalau di manjai sama istri." Ucap Billy tertawa manja.
"Iya-iya sini aku pakaikan bajunya." Ucap Ayana langsung memakaikan pakaian kepada Billy.
"Makasih sayang." Ucap Billy sambil memberikan ciuman ke pipi Ayana.
"Mas...." Panggil Ayana.
"Iya ada apa?." Tanya Billy sambil menatap Ayana.
"Apa kamu masih sering ketemu dengan mbak Maudi?." Tanya balik Ayana kepada Billy.
Ayana mengangguk pelan. "Iya mas." Ucap Ayana yang sedikit takut.
"Makanya sikap mu sedikit aneh, memang kamu ketemu dimana dan apa yang dia bilang kepada mu?." Tanya Billy panjang lebar kepada Ayana.
Ayana pun langsung menceritakan semua apa yang terjadi saat dia bertemu dengan Maudi kepada Billy.
"Begitu mas ceritanya." Cerita Ayana.
__ADS_1
"Dasar wanita gila, aku minta maaf ya sayang. Sebenarnya aku sudah tahu akan seperti ini akibatnya." Ucap Billy dan lanjut menceritakan semua.
"Kenapa mas gak menceritakan kepada ku dari awal dan kenapa setelah kejadian ini mas baru cerita." Ucap Ayana kesal.
"Maaf sayang aku gak mau terjadi sesuatu kepada mu dan anak kita makanya aku tidak menceritakan kepada mu tentang Maudi dan Radit." Ucap Billy meyakinkan Ayana.
"Iya aku maafkan, tapi janji jangan sembunyikan apapun dari aku lagi, walau itu untuk menjaga ku mas." Ucap Ayana.
"Iya sayang maafin aku ya." Ucap Billy sambil memeluk erat Ayana.
Ayana mengangguk pelan." Iya mas." Ucap Ayana yang membalas pelukan Billy.
"Sekarang kamu mau apa? sebagai permintaan maaf ku?." Tanya Billy.
"Emm apa ya? aku mau kan bakso di taman komplek kita, boleh?." Tanya Ayana dengan mimik muka memohon agar diijinkan makan bakso.
"Memang kamu gak ada tempat lain selain di situ?." Ucap Billy.
"Gak, aku sekarang lagi mau makan bakso disitu, kalau kau gak mau nurutin ya sudah. Maafin ibu ya sayang gak dibolehin makan bakso sama ayah. Sabar ya nak." Ucap Ayana sedih sambil mengelus perut nya.
"Iya....Iya boleh, ayo kita berangkat sekarang." Ucap Billy dan langsung mengajak Ayana.
Mereka pun langsung pergi ke taman untuk membeli bakso dan menikmati makan di taman.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA