
Radit di bawa ke rumah sakit untuk di periksa. Setelah di periksa, dokter mengatakan bahwa Radit mengalami tekanan dalam pikirannya yang membuat tingkah lakunya seperti itu, sehingga dokter menyarankan Radit untuk di rawat di rumah sakit jiwa agar mentalnya kembali seperti semula. Akhirnya pihak keluarga memutuskan agar Radit di rawat di rumah sakit di Malang.
"Gimana Do kalau Radit aku bawa ke Malang saja?." Tanya Pak Hermawan kepada Om Edo.
"Apa gak merepotkan mas?." Tanya balik Om Edo.
"Merepotkan apa, aku di sana sama mbak mu juga gak ada kerjaan, cuma ngurusin perkebunan sama hotel saja, disana pun juga gak ikut kerja cuma memantau saja." Ucap Pak Hermawan.
"Lagi pula Radit sudah seperti anak kita sendiri, biar dia di rawat di rumah sakit di Malang, setelah dia pulih dan membaik biar dia membantu pakdhenya mengurus perkebunan." Ucap Ibu Tika.
"Ya kalau gak merepotkan mas dan mbak Tika saja." Jawab tante Sari pelan.
"Sudah di putuskan Radit akan ikut kita ke Malang apa kalian keberatan kalau anak mu satu-satu nya ikut kita ke sana?." Tanya Pak Hermawan.
"Ya gak lah mas, Radit kan juga anak mas, kalau dia ikut mas disini aku masih punya dua anak dan satu cucu apa lagi habis gini mau nambah, benar kan bu." Ucap Om Edo yang gak mau kalah bercanda dengan Pak Hermawan.
Ibu Tika dan tante Sari hanya tersenyum mendengar suami mereka.
**********
__ADS_1
Billy yang baru saja pulang dari kantor langsung masuk kedalam kamar, karena setelah mempunyai anak Ayana jarang menyambut kedatangan Billy, karena kesibukannya menjaga dan mengurus Yoga, Ayana pun memutuskan untuk terhenti bekerja dan lebih fokus untuk mengurus keluarganya.
Ayana yang melihat Billy masuk kedalam kamar langsung menaruh Yoga kedalam box nya karena Yoga sudah terlelap tidur dan kenyang setelah meminum asi. Billy langsung masuk kedalam kamar mandi sedangkan Ayana menyiapkan pakaian ganti untuk Billy.
"Ini mas pakaian ganti mu sudah aku siapkan." Ucap Ayana sambil membereskan pakaian kotor Billy.
"Makasih sayang, Oh ya apa tadi Farel dan Nata ke sini?." Tanya Billy sambil mengambil Yoga dari boxnya dan mengendongnya.
"Mereka gak kesini tetapi tadi Nata menghubungi ku, dia bilang mereka akan tinggal di rumah orang tua Nata." Ucap Ayana.
"Mas jangan di ganggu ya Yoga nya biarkan dia tidur, aku mau menyiapkan makan malam dulu." Ucap Ayana.
"Ingat jangan sampai membangunkannya." Ancam Ayana.
"Ok." Jawab Billy singkat.
Ayana pun langsung keluar kamar dan mempersiapkan makan malam.
**********
__ADS_1
Di ruangan baru, Billy sedang sibuk memeriksa berkas dan mempelajarinya karena jabatan wakil CEO yang mengharuskan Billy harus paham tentang semua tentang seluk beluk perusahaan yang terdiri dari beberapa Devisi.
"Tok... tok... tok." Suara pintu diketuk.
"Ya masuk." Ucap Billy dari dalam ruangan.
Pintu pun dibuka Farel, Rico dan Anton langsung masuk kedalam ruangan baru Billy, dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Selamat ya mas sekarang sudah menjadi wakil CEO, jangan lupa makan-makannya." Ucap Farel.
"Kamu itu, Oh iya apa Maudi benar terlibat kecelakaan yang aku alami dengan Ayana?." Tanya Billy.
"Maudi tidak terlibat pak, murni semua dilakukan oleh pak Radit." Jawab Anton.
"Ya sudah kalau begitu. Terima kasih atas semua bantuan kalian dan tenang saja pak Farel untuk acara makan-makannya nanti malam kita akan makan malam di rumah. Ok." Ucap Billy.
"Siap Bos." Ucap Farel, Rico dan Anton bersamaan.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA