
Inggris, 25 Mei 2018
Jauh di negeri seberang, seorang pria muda terlihat meletakkan kedua tangan di saku celananya. Pria itu juga sedang menikmati pemandangan ibu kota London dari lantai atas, yang membuat mata takjub akan pemandangan tersebut.
Pria itu terenyum tipis, entah apa yang sedang dia pikirkan tapi jika di lihat lebih jelas suasana pria tersebut sedang dalam keadaan bahagia.
"Sebentar lagi aku akan pulang, sudah lama aku tidak menikmati masakan ibu, sudah lama pula aku tidak bermain golf bersama ayah setiap akhir pekan, dan sudah lama aku tidak melihat senyumnya. Sebuah senyum yang aku rindukan ...," ucap pria itu berbicara sendiri, tak luput senyumnya terus mengembang di wajah tampannya.
Dia pejamkan mata, mengingat setiap memori yang terisi di kepalanya. Tentang masa lalu yang menurut nya sangat manis untuk dikenang, dan sangat sayang untuk dilupakan. Sebuah bayangan akan ingatan tersebut tiba-tiba hadir.
"Kak Victor tunggu dulu, ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu. Ini ada bekal spesial yang khusus aku buatkan untuk kak Victor," ucap seorang wanita yang tangan nya juga memegang sebuah bekal
"Untuk ku? Kenapa kau buatkan bekal untuk ku, aku bisa makan di kantin tidak usah repot-repot buatkan bekal," tolak pria tersebut.
"Padahalkan aku sengaja buat bekal ini, karena jika kak Victor makan terus di kantin belum tentu makanan nya sehat, lebih baik makan buatan dari rumah. Aku tidak kasih racun kok," wanita itu terlihat menunduk dan memelas akan tolakan pria tersebut.
Pria yang ada dihadapannya tiba-tiba mengelus kepala wanita tersebut, dia juga langsung mengambil bekal di tangan wanita itu.
__ADS_1
"Karena kau sendiri yang sudah buatkan bekal untuk ku, maka aku dengan senang hati menerimanya. Dan terimakasih sudah mengingatkan aku agar menjaga pola makan sehat," ucap pria itu yang tersenyum.
Wanita dihadapan nya langsung sumringah atas perlakuan pria tersebut, dan dia sangat senang bahwa bekal yang dibawanya diterima oleh pria itu.
"Nah kalau begitu kak Victor silahkan makan bekal yang aku buatkan, dijamin enak dan pasti kak Victor sangat menyukai nya," ucap wanita itu yang menunjukkan sebuah senyum merekah dengan perasaan gembira, tampak membuat pria dihadapannya tertegun akan parasnya.
"I-Iya, akan segera aku makan. Tidak perlu diragukan lagi makanan buatan adik kecil ku yang manis satu ini pasti enak," jawab pria itu yang sedikit canggung.
Bayangan akan kenangan itu, selalu di ingat oleh pria tersebut bahkan mungkin ada lebih banyak kenangan manis yang tersimpan di isi kepalanya.
Mereka bukan kakak, adik yang sedarah. Mereka hanya terlihat akrab karena sudah terbiasa akan sikap satu sama lain, yang membuat nya berbeda mungkin perasaan masing-masing. Seberapapun pria itu menganggap wanita yang dia pikirkan adik kecil nya yang manis, tapi entah mengapa hati nya menolak akan hal itu. Hati nya menginginkan hal yang lebih dari itu, sebuah hubungan yang ada di antara seorang pria dan wanita. Hubungan yang tidak bisa dijelaskan secara logika.
******
"Naskah novel ku yang satu ini sudah selesai, akhirnya bisa memiliki waktu senggang. Jika dipikir-pikir lebih baik aku juga memikirkan projek novel lain saja, aku tidak bisa tidak menulis sehari pun, tapi juga tidak bisa tidak istirahat. Beginilah nasib menjadi seorang penulis," ucap Hana yang merebahkan tubuhnya di kasur kesayangan nya.
Tiba-tiba ada sebuah pesan e-mail di ponselnya.
__ADS_1
"Sebuah e-mail? Dari siapa ya, apa dari seseorang? Sedikit aneh sih sudah ada aplikasi chatting masih pakai e-mail untuk mengirim pesan. Aku buka saja lah," ucap Hana yang langsung membuka pesan e-mail tersebut.
Dibuka nya pesan tersebut betapa terkejutnya Hana, bahwa pesan tersebut dari orang yang sudah lama tidak dia temui.
"Kak Victor, ini pesan dari kak Victor."
Hana langsung bangkit dari kasurnya, betapa senangnya dia saat menerima pesan tersebut. Yang berasal dari seseorang yang juga sudah dia rindukan.
"Kak Victor akan segera pulang, aku harus mempersiapkan segalanya. Sebuah hadiah kejutan kecil atas kepulangannya, aku rasa itu juga baik," Hana yang mulai memikirkan suatu rencana atas kepulangan dari pria yang sudah lama ingin dia temui.
Siapa sangka Victor yang juga bisa dibilang mapan, tampan, dan sudah memiliki segalanya merupakan orang yang pernah Hana kenal. Mereka berdua hanya terpaut usia satu tahun dan satu sekolah di tempat yang sama, hanya karena ayah Hana yang juga bekerja di perusahaan milik ayah Victor itulah yang membuat Hana juga mengenal sosok pria tersebut.
Baginya, Victor adalah pria yang selalu menjaga dan melindungi nya semasa mereka berteman, dan Hana juga menganggap Victor sebagai kakak nya. Karena selama ini Hana merupakan anak tunggal, dengan adanya Victor dirinya merasa mempunyai seorang Kakak yang dapat melindunginya setiap saat.
"Aku akan menjemput nya saat di bandara, dan aku juga harus memasakkan makanan kesukaan nya. Kak Victor pasti senang," ucap Hana.
Tidak tahu apa yang terjadi, selama masih menganggap sebagai teman kedua orang tersebut hanya menunjukkan sifat yang selama ini mereka saling kenal. Meskipun salah satu diantara mereka ada yang memiliki tujuan untuk menggapai apa yang harus dimiliki nya, dan yang satunya lagi beranggapan bahwa teman sejati dan dewa pelindung nya akan segera dia lihat.
__ADS_1
******
Bersambung...