Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Es Krim


__ADS_3

Di taman tersebut, terlihat banyak pengunjung yang berdatangan. Baik keluarga yang mengajak anak mereka untuk bermain, ataupun di antara orang-orang tersebut juga banyak pasangan kekasih yang sedang berkencan di taman.


Hana yang baru datang memilih duduk di kursi taman, dia melihat ada penjual es krim di dekatnya dan ingin membeli es krim tersebut.


"Aku rasa tidak baik rasa nya, jika pergi ke taman tanpa membeli es krim. Baik aku akan memesan es krim coklat kesukaan ku," ucap Hana bangkit dari kursi yang dia duduki.


"Pak, aku pesan es krim coklat nya ...," ucap Hana yang terputus karena disela oleh seseorang.


"Es krim coklatnya dua pak," ucap orang tersebut.


Hana terkejut dan kesal, bagaimana bisa dialah yang dulu memesan es krim tersebut dan tiba-tiba seseorang menyela ucapannya. Sampai Hana ke arah orang tersebut.


Mata Hana terbelalak. Tidak habis pikir lagi-lagi kenapa dia harus bertemu dengan pria itu lagi, yaitu Aron. Sungguh malang nasib Hana. Belum sempat protes rasanya dia ingin segera pergi, tanpa memikirkan pesanan es krimnya.


"Nona Hana, kebetulan kita bertemu lagi. Tidak aku sangka kau juga pergi ke taman ini," ucap Aron untuk menahan Hana agar tidak segera pergi.


"Wah ... tuan muda Aron, ternyata itu kau. Iya tidak aku sangka kita bisa bertemu lagi," ucap Hana yang sedikit terpaksa.


Aduh, bagaimana ini dia sudah tahu keberadaan ku. Jika aku pergi sekaranh, bisa saja dia menganggap ku tidak sopan.


Tiba-tiba Aron berujar lagi.


"Aku kebetulan sedang lewat taman ini, dan tiba-tiba ingin singgah sebentar dan ternyata malah bertemu dengan nona Hana. Mungkin ini takdir, hahaha," ucap Aron diiringi oleh tawa kecilnya.


Dengan perkataan Aron tersebut, Hana mengganggap itu tipu muslihat Aron.


Pria ini bisa-bisanya berkata seperti itu, baru saja makan siang dengan seorang wanita dan dengan enteng nya bilang ini takdir. Ayo Hana jangan tertipu dengan sifatnya saat ini.


"Ternyata tuan muda Aron kebetulan lewat, aku pikir ingin menemui seseorang," ucap Hana.

__ADS_1


"Bisa jadi, karena memang sebenarnya banyak wanita yang mengajak ku berkencan ke taman ini. Jadi aku sudah terbiasa kesini," ucap Aron dengan bangga dengan seyuman penuh arti.


Padahal aku hanya menguji pria ini, dan dia dengan entengnya menjawab seperti itu. Aku tidak habis pikir.


Hana hanya dapat bergumam dalam hatinya, sampai dia mengucapkan suatu hal lagi.


"Berarti tuan muda Aron saat ini sedang ingin menemui seseorang, kalau begitu aku pergi dulu," ucap Hana mencari alasan untuk menjauh dari Aron.


"Eh ... tunggu dulu, aku kan sudah bilang bahwa saat ini kebetulan lewat. Jadi untuk apa pergi terburu-buru, lebih baik temani aku duduk sebentar dan aku sudah beli dua es krim coklat satunya untuk nona Hana saja," ucap Aron dan menyodorkan es krim satunya lagi ke Hana.


Tidak dapat menolak akhirnya Hana menyetujui perkataan Aron, walaupun tubuhnya seakan ingin pergi menjauh dari pria tersebut.


Dua orang tersebut sudah duduk di kursi taman. Hana terlihat diam dan canggung bahkan es krim nya pun terlihat meleleh, sementara Aron yang sedang duduk manis dan diam tersebut sedang menikmati es krim yang dia pegang.


Agar tidak terlihat canggung Aron memulai pembicaraan. Tunggu dulu ini seperti Dejavu kejadian saat pertama kali mereka bertemu.


"Iya, aku dari kecil memang menyukai coklat termasuk es krim. Tuan muda Aron juga nampaknya suka es krim coklat?" tanya Hana balik agar dia tidak terlihat kaku.


"Tidak, sebenarnya aku suka es krim rasa Vanila," ucap Aron.


"Lalu kenapa tuan memesan nya, bahkan memesan dua es krim coklat? padahal kata anda tadi hanya sendirian saja pergi kesini" tanya Hana yang sedikit heran.


"Kebetulan aku ingin mencoba nya saja, kalau masalah dua es krim aku memang tidak pernah merasa puas hanya makan satu," jawab Aron lagi.


"Kalau begitu sebaiknya tuan tidak berikan es krim ini kepada ku," ucap Hana berhenti menjilati es krim nya.


"Jadi nona Hana ingin mengembalikan es krim itu pada ku? Yakin? Es krim itu sudah nona makan dan jilat loh," ucap Aron yang menaikkan alisnya sembari tersenyum jahil.


Bodoh kau Hana, jika aku mengembalikan nya itu sama saja aku memberikan ciuman secara tidak langsung kepada nya.

__ADS_1


Gumam Hana dalam hati.


"Tidak, tidak, bukan begitu maksud ku. Aku hanya tidak enak jika tahu tuan memesan es krim ini untuk tuan sendiri," ucap Hana sedikit terbata-bata.


Mendengar Hana berkata seperti itu Aron hanya tertawa dalam hatinya. Dia mulai berpikir bahwa wanita ini tidak di bilang terlalu polos, tapi juga terkadang sangat terlihat polos.


"Aku hanya bercanda, lagipula mana mungkin aku makan bekas nona Hana. Lebih baik aku pesan lagi jika aku mau," ucap Aron yang seakan ingin membuat Hana jengkel.


Pria ini benar-benar tidak tahu malu, dia bilang mana mungkin makan bekas makanan ku? Hah, siapa juga yang mau memberikan nya.


Mereka kembali diam, yang tadi Aron masih menikmati es krim nya terlihat yang dia pegang tersebut sudah mulai habis. Berbeda dengan Hana yang masih bergelut dengan pikiran nya sampai es krimnya pun masih terlihat banyak.


"Nona Hana sebaiknya habiskanlah es krim di tangan mu itu, lihat sudah mulai meleleh. Jangan sampai aku tarik ucapan ku menginginkan es krim tersebut," ucap Aron.


Hana langsung saja mulai melahap es krim yang dia pegang, karena terlalu terburu-buru dia memakan es krimnya sampai belepotan.


"Kau ini wanita, tapi bisa-bisanya makan seperti itu. Sini aku bersihkan," ucap Aron yang langsung membersihkan bekas es krim di sekitar mulut Hana dengan jari nya.


Hana langsung mematung dengan mata tidak berkedip, melihat pria itu melakukan hal tersebut dihadapan nya.


"Hmm ... es krim nya masih manis," ucap Aron yang menjilati sisa es krim dari tangannya.


"Tu-tuan apa maksud anda, itu terlihat jorok," ucap Hana memasang ekspresi terkejut.


"Benarkah? Aku rasa tidak jorok," ucap Aron yang biasa saja.


******


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2